Menikah Karna Kesalah Pahaman

Menikah Karna Kesalah Pahaman
Kepanikan Devan


__ADS_3

Vano memindahkan kepala Syilla ke lengannya. Dia membelai pipi gadis itu lembut, sambil tersenyum tidak jelas. Pria itu begitu bahagia ketika tau orang yang dia cintainya masih hidup. Vino dipindahkan Vano ke kamar sebelah dengan ditemani satu pelayan disana. Dia hanya ingin berduaan dengan gadisnya.


"Saya masih tidak menyangka kamu masih hidup sayang " lirih Vano sambil mencium kening Syilla lembut.


"Saya tidak akan melepaskan kamu lagi, cukup sekali kamu membuat saya hampir gila dan tidak bersemangat menjalani hidup. Kamu tau saya hampir setiap malam menangis karna kamu dan selama empat tahun saya menahan rindu. Tolong jangan siksa saya dengan kamu meninggalkan saya. Saya benar-benar gila karna mencintai mu Syilla" lirih Vano, walaupun dia tau Syilla tidak mendengarnya karna masih dalam keadaan pingsan.


Vano mengusap kepala Syilla lembut dan mencium bibir gadis itu singkat. Vano memeluk Syilla erat dan menutup matanya menuju alam mimpinya.


Riana baru saja datang dari acara pertemuannya dengan teman-temannya, biasa ibu-ibu arisan. Riana berjalan kekamar Vano, dia hanya ingin melihat keadaan atau menanyakan anak itu sudah makan apa belum. Setelah kematian Syilla Vano sangat sulit untuk makan. Saat akan memutar ganggang pintu, wanita paruh baya itu mengerutkan dahinya. Tidak biasanya Vano mengunci pintu. Saat itu dia melihat pelayan keluar dari kamar sebelah.


"Dina, itu piring bekas makanan, siapa yang makan?Perasaan tidak ada orang yang tidur dikamar sebelah? " tanya Riana pada pelayan yang muda itu.


"I-itu nyonya, anak tuan Vano yang makan" ucapan pelayan tersebut sukses membuat Riana membulatkan matanya. Sejak kapan Vano punya anak?

__ADS_1


Tanpa bertanya Riana langsung masuk kekamar dan melihat seorang anak kecil tengah duduk di ranjang sambil menonton acara kartun, dengan memakan es krim. Riana memperhatikan anak kecil tersebut sangat mirip dengan Vano waktu kecil.Vino menatap Riana yang berdiri didepannya, anak itu memiringkan kepalanya sambil mengerjap lucu karna bingung melihat seorang wanita paruh baya berdiri di depannya.


"Nenek ciapa? " tanya Vino dengan suara cadelnya.


Riana tersenyum melihat anak tersebut, sangat lucu dan menggemaskan. Tanpa menjawab pertanyaan Vino. Riana mencubit pipi gembul Vino dengan gemas.


"Nenek, cakit jangan dicubit" ucapnya dengan mata berair sambil mengusap pipinya yang dicubit Riana.


"Makacih nenek" ucapnya, entah mengapa Riana merasa hatinya menghangat mendengar Vino memanggilnya nenek.Riana pandangi wajah anak kecil tersebut mata tajam, alis tebal, bibir tebal dan juga rambut yang hitam legam, warna matanya coklat persis seperti Vano. Yang jadi pertanyaannya Vano menghamili anak siapa, entah kenapa pikiran-pikiran negatif muncul di pikiranya pada Vano.


*******


Devan baru pulang dari kantor, dia agak terlambat karna banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Rumah terlihat gelap tidak ada penerangan, Devan menyalakan lampu dan sepi tidak ada orang. Pria itu berjalan masuk kekamar Syilla tapi gadis itu tidak ada. Dia mencari dikamar, dapur, taman belakang dan kamar Vino pun tidak ada. Devan begitu khawatir dengan mereka berdua,dia mengeluarkan ponsel dicelananya dan menghubungi Syilla.

__ADS_1


Drrrrt drrrrt


Suara ponsel pertanda panggilan masuk membangunkan Vano. Tentu pria tersebut menggerutu. Dan tertera nama Devan di layar ponsel tersebut. Tanpa ingin mengangkatnya Vano langsung mematikannya.


"Dasar sepupu laknat! " celetuk Vano. Kemudian tertidur, sebelum menutup mata dia kecup pipi Syilla sambil tersenyum.


Devan menjadi semakin khawatir, tidak biasanya Syilla menolak panggilannya, biar gadis itu marah dia akan mengangkat telponnya.


Bersambung...


***Hallo aku ucapkan terima kasih yang sudah membaca novel ku dari pertama aku buat sampai saat ini .


Terimakasi 😆😊***

__ADS_1


__ADS_2