
Riana menaruh lauk dan nasi begitu banyak di piring Syilla, membuat wanita itu ternganga.Bagaimana tidak porsi makannya seperti kuli bangunan.
"Mah ini banyak banget " ujar Syilla. Riana tersenyum lembut kearah menantunya itu.
"Sayang kan di dalam perut kamu ada bayi juga, jadi kamu harus makan yang banyak, dulu mama waktu hamil Vano mama selalu disuruh makan yang banyak, supaya gak lemes " ujar Riana.
"Betul kata mama sayang, kamu harus makan yang banyak " timpal Vano.
Syilla mulai memakannya, tentu Riana menatap senang ketika melihat menantunya makan dengan lahap. Vano bukannya makan malah menatap kearah Syilla sambil tersenyum.
Kaya gini Vano menatap Syilla, author mah kalau ditatap kaya gitu pengen pingsan rasanya 😅.
Syilla terhenti makannya ketika sadar ibu dan anak itu menatapnya.
"Mama sama mas Vano gak makan? " tanya Syilla.
"Mama mau lihat kamu makan, mama mau mastiin kamu habisin makanannya" ujar Riana sambil tersenyum.Syilla hanya tersenyum kaku.
"Sayang makanya jangan blepotan" ujar Vano mengusap bibir Syilla.
"Iya mas" ujar Syilla dan kembali makan.
"Van, hari ini kamu sama syilla mau cek kandungan? " tanya Riana.
"Iya mah" jawab Vano singkat.
Riana menatap leher Syilla terlihat jelas ada bercak kemerahan, bukan hanya satu tapi enam. Wanita paruh baya itu menatap kearah Vano. Pria itu hendak memakan rotinya, terhenti ketika melihat mamanya menatap seperti mau Meintrogasi.
"Kenapa mah, natap Vano kaya gitu? " tanya Vano heran.
"Kamu habis ha hi ho , sama Syilla " ujar Riana sambil tersenyum.
Uhukk uhukkk
__ADS_1
Syilla tersedak ketika mendengar ucapan mertunya.
"Sayang minum, dulu " ujar Vano menyerahkan segelas air pada istrinya.Pria itu mengusap bahu istrinya lembut.
Sedangkan Riana tertawa cekikikan, tanpa rasa dosa.
"Mama apain sih, ngomong kaya gitu, mama tau dari mana kalau Vano habis ini.. " Vano memperagakan tangannya seperti orang ciuman.Syilla langsung menendang kaki Vano, membuat pria itu meringis.
"Sayang sakit " jerit Vano.
"Kamu ganas yah Vano, sama kaya papa kamu hahahaha" ujar Riana sambil tertawa.
"Mama!! " Vano merengut kesal.
"Lihat leher Syilla banyak bercak kemerahannya, siapa lagi pelakunya kalau bukan kamu " ujar Riana.
Vano menatap ke leher Syilla, dan memang benar. Sedangkan mamanya tertawa puas melihat muka Vano . Syilla tertunduk malu .
Riana berjalan kearah Syilla dan memeluk wanita itu .
"Udah tau salah, masih gak sadar diri " gumam Vano.
Pletak
Vano meringis ketika Riana menjitak kepalanya, mamanya itu menatap tajam putranya.Syilla yang awalnya menunduk terlihat tertawa.
"Mama sakit, kenapa kepala Vano dijitak " ujar Vano.
"Kamu mulut kaya perempuan " celetuk Riana.
Wanita paruh baya itu kembali menatap Syilla.
"Maafin mama yah " ujar Riana, Syilla mengangguk dan memeluk ibu mertunya itu. Vano masih dalam mode ngambek.
******
__ADS_1
Syilla turun dari mobil setelah Vano membuka kan pintu mobilnya. Vano menggenggam tangan Syilla lembut dan masuk kerumah sakit. Vano sudah mengatur pertemuannya dengan dokter kandungan disini.
"Untuk yang bernama ibu Asyilla silakan masuk " panggil seorang suster.
Vano dan Syilla masuk kedalam ruangan tersebut, dan sudah ditunggu oleh dokter wanita bernama Ratih.
"Silahkan, duduk " ujar dokter Ratih.
"Saya kesini mau memeriksa, kandungan istri saya " ujar Vano.
"Kalau begitu, silahkan ibu Syilla berbaring disana " ujar dokter Ratih menunjuk ke brankar.Dokter itu membuka baju Syilla sebatas dada dan memeriksanya.
Dan juga melakukan USG, layar monitor menampilkan janin yang masih sebesar kacang.
Vano yang menatap layar monitor merasa heran, karena janin yang sangat kecil.
"Sayang, kenapa bayinya kecil, apa dia mengalami kecacatan " bisik Vano ditelinga Syilla. Syilla ingin menangis mendengar itu dari Vano. Kenapa suaminya bodoh sekali, padahal seorang CEO.
"Kan aku baru hamil mas, makanya janinnya masih kecil " ujar Syilla dan Vano hanya ber "oh "saja.
" Kok janin, kan bayi "sahut Vano.
" Kalau belum berbentuk itu namanya janin "ujar Syilla, dan lagi -lagi Vano hanya ber " oh "saja.
Syilla duduk dikursi menghadap kedokter tersebut.
" Jadi usia kandungan bu Syilla, sekitar 7 minggu, dan jangan lupa makan sayur dan buah -buahan agar janin sehat dan jangan banyak beraktivitas, dan alhamdulillah keadaan kandungan ibu sehat-sehat saja"jelas dokter Ratih.
"Kamu begitu terima kasih banyak " ujar Vano, dokter Ratih mengangguk. Syilla dan Vano keluar dari ruangan tersebut setelah selesai dengan periksa kandungannya.
Bersambung...
Maaf baru up sekarang lagi gak enak badan 😅
__ADS_1