Menikah Karna Kesalah Pahaman

Menikah Karna Kesalah Pahaman
Posesif


__ADS_3

Tokk tokk


Suara ketukan yang keras dari pintu luar , membuat Nilam terganggu dari tidurnya. Wanita itu bangun dari tempat tidurnya dan berjalan pelan-pelan ke luar kamar.


Dengan perlahan Nilam membuka pintu luar, saat dia membukanya tidak ada orang diluar . Tapi membuat dia kaget, dia melihat di terasnya seseorang terbujur kaku di terasnya , dengan wajah tertutup kertas koran. Dengan mengumpulkan keberanian Nilam membuka penutup koran yang menutupi wajah orang tersebut. Tubuh Nilam mematung dan bergetar , dia mundur sambil menutup mulutnya dengan satu tangan kanan ya . Orang yang terbujur kaku itu mamanya, dengan kepala yang bersimbah darah dan ada bekas tembakan dikepalanya.


"Gak mungkin, ini pasti mimpi, " Nilam memukul pipinya.


"Sadar Nilam, ini pasti mimpikan? " tanyanys pada dirinya.


Nilam mendekat kearah Nesa mamanya yang terbujur kaku . Dia memegangi tangan mamanya yang dingin, tubuhnya bergetar dengan tangisan yang mulai pecah.


"Mama, mama bangun mah, ini pasti bohong kan pasti mama lagi bercanda kan hikss.... mah bangun jangan kaya gini, jangan buat Nilam makin takut " Nilam menggoyang tubuh mamanya, berharap mama nya bangun tapi sayang itu mustahil karna wanita paruh baya itu sudah tak bernyawa lagi.


" Mah jangan bercanda aku bilang , ayo bangun,mama hikss..... "


"Mah, siapa yang lakuin ini ke mama, MAMA!! " teriak Nilam di akhir ucapannya.

__ADS_1


Nilam beringsut mundur, dengan tubuh yang gemetar sambil menatap mayat mamanya. Sekarang dia tidak punya siapa -siapa lagi.


"Kenapa hidupku hancur? Kenapa semua orang meninggalkan ku? Apa ini karma karna aku sudah bunuh Syilla? " Nilam menggigit jarinya dengan wajah ketakutan dan air mata yang terus mengalir.


******


Syilla duduk disofa dalam kamarnya sambil duduk manis dengan ditemani sebuah novel di tangannya. Vino datang masuk kekamar nya dan menarik tangan Syilla.


"Unda ayo, ayo unda kita pelgi"Vino menarik tangan Syilla membuat wanita ini menghentikan aktivitasnya membaca novel.


" Kenapa sayang? "tanya Syilla, menutup buku novelnya dan beralih menatap Vino.


" Ayo, tapi Vino ganti baju dulu ya"titah Syilla. Vino menggelengkan kepalanya cepat.


"Kata ayah Ino gak usah ganti baju, katanya Ino udah ganteng kaya ayah " dengan bangga Vino mengatakannya. Syilla memutar bola matanya malas, ternyata ayah dan anak sama saja.


Syilla berjalan ke arah lemari pakaian dan memilih baju atau dress yang cocok untuk nya.

__ADS_1


Wanita itu berdiri didepan cermin setelah mengganti pakaiannya dengan dress berwarna biru tua dengan lengan pendek dan sebatas lutut. Dia membiarkan rambut panjangnya tergerai .


Syilla memakai sedikit bedak dan mengolesi bibir tipisnya dengan lipstik. Sekarang sudah selesai tinggal berangkat tapi saat membuka pintu, Vano berdiri didepan pintu kamar dan menatap menampilan Syilla dari atas sampai bawah. Pria itu berjalan maju kearah Syilla, sontak Syilla memundurkan tubuhnya hingga membentur tembok. Vano makin mendekat badannya pada Syilla hingga menghimpit tubuh wanita itu.


Syilla memejamkan matanya dan yap, Vano menghapus lipstik dibibir tipis Syilla. Membuat Syilla yang menutup matanya membuka matanya ketika merasakan sesuatu menyentuh bibirnya.


"Jangan pakai lipstik, gak boleh kalau mau pakai ini didepan saya saja, dan jangan pakai bedak " Vano mengambil tisu dan menghapus bedak diwajah Syilla. Sedangkan wanita itu memasang wajah cemberut.


"Mas apaan sih, aku pakai ini supaya gak kelihatan pucet muka aku, nanti kamu juga yang malu kalau jalan sama aku, nanti orang bilang gini, ih itu istrinya Vano kok jelek " ujar Syilla berusaha merayu Vano.


"Gak, " ucap Vano singkat.


Syilla mendengar penolakan Vano memasang wajah masamnya.


"Kamu kalau pakai lipstik atau bedak didepan saya saja gak boleh didepan orang lain . Karna saya gak suka orang lain melihat istri saya tampil cantik " ujar Vano. Syilla tidak bisa menahan senyumnya dan pipinya yang sudah memerah.


"Apapun yang ada di diri kamu milik saya" ujar Vano kini berdiri didepan Syilla.

__ADS_1


Jangan ditanya lagi , jantung Syilla sudah berdisko didalam sana. Apalagi dengan jarak yang sangat dekat dengan Vano.


Bersambung....


__ADS_2