Menikah Yang Ke-dua

Menikah Yang Ke-dua
Farid adalah bos baru Anwar


__ADS_3

Menikah Yang Ke-dua


Chapter 11


Setelah  bercerai dari Aisyah, Anwar kini meresmikan pernikahan ke-duanya dengan Rani, pernikahan itu lebih mewah dan megah dari pernikahan pertamanya dengan Aisyah. Itu semua Anwar lakukan atas permintaan Rani, wanita manja dan elegan itu.


Keesokan harinya, Anwar meminta Rani untuk berhenti bekerja, ia ingin Rani fokus sebagai istri rumahan bukan wanita karier. Ini semua ia lakukan karena ingin cepat punya keturunan dari istri barunya.


Rani marah besar saat Anwar melarang dirinya untuk berhenti bekerja, ia berfikir Anwar akan lebih leluasa berselingkuh dibelakangnya. Kalau dia masih bekerja, tentu saja dia lebih gampang mengawasi suaminya. Ia takut nasibnya akan seperti Aisyah.


"Sayang, kamu minta uang belanja berapa pun aku kasih, kalau perlu ATM ku kamu pegang. Tapi please jangan bekerja ya, aku akan mencukupi semua kebutuhan mu sayang" terang Anwar memohon sembari duduk disamping istrinya juga memegang kedua tangan istrinya.


"Mas, jangan samain aku sama mantan istri mu yang kolot itu. Aku ini wanita mandiri yang nggak suka bergantung dengan orang lain. Pokoknya aku akan tetap jadi sekertaris mas Anwar" Rani memperjelas keinginannya.


"Sayang aku nggak enak sama pak Farid, dia kepala direktur yang baru menggantikan pak Yuda. Salah satu dari kita harus ada yang mengundurkan diri, itu sudah peraturan perusahaan sayang" jelas Anwar lagi, ia belum mengenal kharakter pemimpin perusahaan yang baru, Menurutnya dilihat dari facenya Farid termasuk pemimpin yang tegas dan galak.


"Mas nggak usah khawatir, biar aku yang ngomong sama direktur baru itu." Ucap Rani tetap kekeuh ingin tetap bekerja sebagai sekertaris suaminya, ia tak rela suaminya mempunyai sekertaris baru, ia takut suaminya tergoda dengan sekertaris yang baru.


"Terserah kamu aja, aku pusing" kata Anwar beranjak dari sofa, raut wajahnya tampak kecewa. Tiba-tiba ia teringat sosok Aisyah yang penurut, setiap kali ia menyuruh atau melarang suatu hal kecil Aisyah selalu menurut saja tanpa bertanya alasannya.


"Mas, jangan ngambek dong. Muah..." Ucap Rani sambil merajuk pada suaminya, ia mengecup bibir tebal suaminya lalu memeluknya dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


"Iya sayang, aku udah nggak marah kok. I love you sayangku" ucap Anwar mengecup balik bibir merah istrinya, ia memegang tengkuk Rani, lalu mencium leher mulusnya. Ia membopong tubuh seksi istrinya ke dalam kamar.


"mas.. nakal" bisik Rani sembari terus menciumi wajah suaminya. Mereka berdua pun mulai hanyut dalam hubungan intimnya.


Pasangan suami istri baru ini memang terbilang cukup romantis, kali ini Anwar harus mengalah pada keputusan Rani untuk menjadi wanita karier.


Meskipun ada rasa kecewa, tetapi rasa itu terkalahkan oleh besarnya rasa sayangnya pada Rani.


🍁🍁🍁


Senin 09.00


Seluruh karyawan Bank serta manajer beserta pimpinan lainya tengah berkumpul di lantai tiga, mereka berkumpul untuk penyambutan kepala direktur yang baru.


Farid berdiri di depan, ia mulai membuka rapatnya.


"Selamat siang semuanya, perkenalkan saya direktur baru di perusahaan ini. Nama saya Farid Hardja Diningrat, untuk mengawali rapat kali ini saya ingin melihat dokumen perusahaan serta grafik saham perusahaan dari tiga bulan terakhir. Kamu manajer?" Terang Farid sambil memperkenalkan dirinya, ia juga menunjuk Anwar


"Saya Anwar pak" jawab Anwar tegas tapi sopan


"Ya... Kamu siapkan semua dokumen itu, taruh di meja kerja saya" titah Farid

__ADS_1


"Maaf Pak, untuk dokumen tersebut biar saya saja yang menyiapkan untuk bapak" cela Rani. Ini sudah kewajibannya sebagai sekertaris suaminya.


"Diam kamu..! Siapa yang menyuruh mu bicara." Bentak Anwar


"Kalian semua harus ingat ya? Saya paling tidak suka ada orang yang memotong pembicaraan saya, dan satu lagi apabila saya menyuruh kalian untuk apapun dan pada siapapun, kalian harus kerjakan. Apa kalian mengerti" tegas Farid dengan wajah sangarnya


"Baik pak" jawab semua karyawan yang menghadiri rapat tersebut.


Wajah Rani memerah, ia geram dengan sifat bos barunya yang galak dan angkuh itu. 


"Rapat kali ini selesai sampai di sini, pak Anwar silahkan ikut ke ruangan saya" terang Farid menutup rapatnya, ia berjalan keluar bersama Anwar, kemudian disusul para karyawannya.


Ada beberapa karyawan yang mengobrol di depan pintu.


"Hih... Bos kita ternyata galak bingit ya?"


"Iya, pas lagi marah tadi wajahnya sangat menyeramkan"


"Iblis kali menyeramkan... hahaha"


"Hust, jangan bicara sembarangan lagi. Cepat kembali bekerja. Jangan sampai kita kena masalah dengan bos galak itu"

__ADS_1


Merekapun segera bubar kembali ke tempat duduknya masing-masing.


Kesan pertama Farid memimpin perusahaan tersebut sudah membuat semua karyawan mengeluh ketakutan.


__ADS_2