Menikah Yang Ke-dua

Menikah Yang Ke-dua
Kematian Azizah


__ADS_3

"Mas jangan seperti anak kecil begitu mas, aku tahu mas Farid tidak akan pernah menyakiti hati Ais, tapi Ais nggak mau mas Farid menyesal atas rasa bersalah ini. Sebelum semuanya terlambat, mas Farid harus menikahi Azizah, tolong demi anak kita mas" Aisyah kembali memohon dengan meraih tangan suaminya, ia meletakkan tangan kekar itu tepat pada perutnya.


Didalam sana ada nyawa yang tak berdosa, "Akghh..." Farid menerang sembari menundukkan kepalanya,ia tak kuat lagi menahan air matanya


"Tidak sayang, tolong jangan memaksaku, aku tidak akan menikahinya." suara Farid terdengar sayup


"Tolong mas, aku ikhlas mas Farid menikahi Azizah"


Aisyah begitu tak tega melihat kondisi Azizah yang semakin terpuruk, apalagi keinginan terakhirnya ialah menikah dengan lelaki yang dicintainya.


Tiba-tiba Azizah meraih tangan Aisyah yang duduk menunduk di depan suaminya.


"Sudah mbak, tidak usah memaksa mas Farid, aku yang salah.... Tolong maafkan aku ya mbak, mbak Aisyah wanita yang baik, mas Farid pantas mendapatkan wanita berhati malaikat seperti mbak Aisyah." Terang Azizah perlahan menyadari kesalahannya.


Cukup sampai disini ia memaksakan kehendaknya untuk menikah dengan lelaki yang tengah beristri seperti Farid. Apalagi ia juga mendengar sendiri kalau Aisyah tengah hamil buah cinta mereka. Hati kecilnya merasa bersalah atas hal tersebut, bagaimana ia tega tersenyum di atas penderitaan wanita lain. 


"Berdirilah mas Farid, Azizah nggak akan memaksakan kehendak Azizah lagi. Tolong maafkan aku mas Farid, karena keegoisan ku, membuat mu bersedih seperti ini" imbuh Azizah. Ia benar-benar sudah yakin dengan keputusannya, ia sudah ikhlas melepas kekasih hatinya, karena memang cinta tak harus memiliki. Ia akan menyimpan dalam hati rasa cintanya itu.


"Terimakasih Azizah... Mas sangat menyayangi mu. Tolong jangan lakukan ini lagi ya, kalau kamu benar-benar menyayangi mas Farid" tutur Farid dengan nada lirihnya


Azizah mengangguk dengan mata yang berkaca-kaca, ia meraih tangan Farid dan Aisyah, lalu ia menyatukan tangan mereka berdua.

__ADS_1


"Mas.... Mbak... Kalau Azizah tiada, tolong jagain ibu Azizah ya, tolong sampaikan ke ibu, kalau Azizah akan menunggunya di surganya Allah" ucap Azizah pasrah. Ia merasa dadanya teramat sesak, sulit sekali mengatur nafasnya


"Azizah jangan berbicara seperti itu, kamu harus semangat ya, yang kuat ya" kata Aisyah mengelus pipi kiri gadis itu


"Iya Azizah, kamu harus kuat, mas yakin kamu akan sembuh " imbuh Farid menyemangati gadis itu


"Azizah sudah tidak kuat lagi mas. Mas, mbak kalau kelak anak kalian perempuan, tolong berikan namaku untuk bayi kalian ya? To...long penuhi permintaan tera...khir...ku" Azizah berusaha menyelesaikan ucapannya, nafasnya mulai tersengal, kedua manik hitamnya perlahan mulai tertutup.


"Azizah bangun... Azizah.... Maafkan mas Farid" Farid memegang kedua pundak gadis itu, lalu ia memeluknya dengan erat


"Inalillahi wa innailaihi roji'un... Semoga khusnul khatimah, semoga Allah menempatkanmu di surga terindah. Kami janji Azizah, kalau kelak anak kami perempuan, kami akan memberikan nama Azizah untuknya.... Semoga kamu tenang di sisi Allah SWT" doa Aisyah.


Kemudian ia perlahan menarik lengan Suaminya, ia meminta mas Farid untuk ikhlas dan sabar, semuanya sudah kehendak sang pencipta. 


Bu Yati yang mengetahui putrinya sudah mengembuskan nafas terakhirnya, beliau berteriak histeris sampai jatuh pingsan.


Farid meminta dokter untuk memeriksa kondisi Bu Yati, ia berjanji dengan dirinya sendiri, mulai sekarang ia akan menganggap beliau layaknya ibunya sendiri. Sebisa mungkin ia akan membahagiakan beliau.


Setelah selesai memandikan dan mengkafani jenazah Azizah, salah seorang perawat memberi tahu Farid untuk acara pemakamannya.


Mereka akan mengantarkan jenazah Azizah ke peristirahatan terakhir menggunakan mobil ambulance.

__ADS_1


Farid memintanya untuk mengirimkan jenasah di rumah duka.


Karena Azizah meninggal di hari yang penuh dengan kemuliaan yaitu di hari Jumat. Seluruh warga yang tengah melaksanakan sholat fardhu di masjid, setelah itu mereka melakukan  sholat jenazah ketika jenasah tiba di masjid tersebut.


Kala itu Farid juga turut melaksanakan sholat jenazah bersama yang lainya. Setelah itu sebagian dari mereka mengangkat keranda jenazah kembali masuk ke dalam ambulance.


Mereka semua turut mengantarkan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir.


"Semoga kamu tenang di sisi Allah, mas Farid akan selalu mengenang mu... Malaikat kecil ku." Doa Farid dalam hatinya.


Ia, Aisyah dan juga Fina menaburkan bunga di atas pusara Azizah, mereka bertiga sudah mengikhlaskan kepergian Azizah. Ibunya tidak bisa mengantar putrinya untuk yang terakhir kalinya, karena memang beliau masih dirawat di rumah sakit. 


Hari Jumat dikatakan sebagai sayyidul ayyam, atau hari yang mulia. ... Hadis tentang keistimewaan meninggal dunia pada hari jumat adalah sebagai tanda pengecualian bagi seseorang yang telah meninggal dunia tanpa mendapatkan siksaan yang ditimpakan Allah di alam kubur. Orang yang meninggal di hari tersebut akan tergolong husnul khatimah.


Kita umat Islam wajib yakin bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati karena Dialah yang Maha Menghidupkan dan Maha Berkehendak.


Manusia, tidak ada yang bisa memprediksi kematian seseorang, mulai dari anak-anak hingga orang yang sudah tua. kapan-waktu nyawanya bisa diambil oleh Allah ta'ala.


Beliau menyatakan bahwa sabda Nabi yang mengatakan seorang muslim meninggal di hari atau malam Jumat, kecuali Allah menjaganya dari fitnah kubur memiliki beberapa alasan.


Sebab pertama bahwa orang yang meninggal di hari atau malam Jumat dibukakan paginya tutup atau kurungan. Sebab kedua bahwa pada hari Jumat api neraka jahannam tidak dinyalakan, pintu-pintunya ditutup, keleluasaan api neraka tidak berjalan hari-hari di samping hari Jumat.

__ADS_1


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam berkata, “Hari paling baik dimana matahari terbit pada hari itu adalah hari Jumat, pada hari itu Adam diciptakan, dan pada hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga, serta diturunkan dari surga, pada hari itu juga kiamat akan terjadi, pada hari tersebut terdapat suatu waktu dimana tidaklah seorang mukmin sholat menghadap Allah mengharapkan kebaikan kecuali Allah akan mengabulkan permintannya,” (HR. Muslim).


__ADS_2