Menikah Yang Ke-dua

Menikah Yang Ke-dua
Jodohkah Ema dan Anwar


__ADS_3

"Ma... tolong bawakan kopi ini untuk mas Farid dan mas Anwar ya" pinta Aisyah, ia sengaja ingin mendekatkan Ema dengan Anwar, hanya sebagai bentuk perantara saja, bila benar mereka berdua berjodoh insyaallah Allah akan mendekatkan mereka, dan Allah yang maha menentukan dan berkehendak atas segala sesuatunya


"Baik nyah" jawab Ema sambil mengambil nampan dari dalam laci, kemudian ia meletakkan kedua kopi tersebut di atas nampan, lalu berkata "Saya keluar dulu ya nyah"


"Iya" Aisyah menjawab sambil merapikan kembali wadah gula dan kopi pada tempatnya


Sebenarnya Anwar adalah lelaki yang baik dan rajin beribadah, dia tergoda oleh bujuk rayunya Rani, dengan dalih bisa memberikan dirinya keturunan, membuat Anwar mantap untuk menceraikan Aisyah yang waktu itu tak kunjung hamil juga


Imannya seketika goyah dengan rayuan manis Rani, bahkan untuk kebutuhan ranjang memang Rani lebih dominan daripada Aisyah. Tetapi untuk menjadi seorang istri yang baik dalam berumah tangga, tentunya gambaran sikap Aisyah lah yang patut dicontoh


Dalam berumah tangga, seorang lelaki tidak hanya membutuhkan fisik sempurna dari wanita saja, memang kebutuhan batin sangat penting, tetapi dalam berumah tangga dibutuhkan seorang wanita yang bisa menjadi ibu, adik, dan juga seorang sahabat bagi dirinya.


Istri hendaknya bersikap belas kasih kepada suami atas semua jerih payahnya. Tidak boleh bersikap kasar, menghina, merendahkan atau bahkan menindas suami yang kondisinya sedang lemah. Misalnya ketika sedang sakit atau tidak bisa bekerja sekalipun


Seorang istri harus menghormati keputusan suaminya, karena sebagian kecil kewajiban istri adalah taat pada suami selama tidak bertentangan dengan syariat islam. Jika bertentangan, istri dapat menolaknya dengan sopan atau mengajukan alternatif lain.


 Disarankan kepada suami istri untuk bermusyawarah mencari solusi. Tidak disarankan untuk saling berdebat, karena berdebat dengan bermusyawarah itu dua hal yang berbeda.


***


"Permisi silahkan diminum tuan kopinya"


tutur Ema dengan bahasa santunnya, ia menyajikan kopinya lalu mempersilahkan pada mereka berdua untuk meminum kopinya


"Terimakasih Ema" jawab Farid


Anwar hanya melirik saja, setelah Ema berbalik kembali ke dapur, Anwar menatap tubuh belakang wanita lugu itu sampai lolos dari pandangannya


"Kenapa pak Anwar? apa ada yang salah dengan penampilan Ema?" tanya Farid, ia pikir Anwar melihat Ema sampai lolos dari pandangannya itu karena penampilan lusuh Ema


"Tidak pak Farid, itu wanita tadi"

__ADS_1


"Ema namanya"


"Ya, apa dia sudah lama bekerja di sini"


"Sudah hampir enam tahun, sebelum si kembar lahir dia sudah bekerja disini. Dulu waktu pak Anwar kesini dua kali, apa tidak pernah melihat Ema?"


Farid merasa aneh dengan pertanyaan Anwar kenapa tiba-tiba dia bertanya tentang Ema, apa ada yang salah dengan babysisternya


Anwar memang dua kali berkunjung ke rumah Farid, ketika Aisyah melahirkan dan ketika Umi meninggal dunia. Mungkin saat itu ia pernah melihat Ema tetapi ia cuek tak merespon seperti sekarang ini. Entah kenapa hati Anwar tiba-tiba bergetar, ada rasa penasaran ingin mengenal wanita berparas lugu itu


"Tidak pak Farid, mungkin aku lupa kalau aku pernah melihat Ema sekilas" jawab Anwar kikuk


"Pak Anwar terimakasih untuk perkembangan perusahaan di Surabaya, berkat pak Anwar kantor cabang Surabaya berkembang pesat"


"Pak Farid terlalu berlebihan memujinya, ini sudah menjadi tanggung jawab saya untuk membantu perkembangan bisnis bapak, saya juga terimakasih pak Farid sudah mempercayai saya untuk memimpin anak cabang perusahaan bapak" jawab Anwar sedikit kikuk dengan pujian Farid


"Pak Anwar, saya kagum dengan Anda, Anda sebenarnya adalah orang yang baik dan bertanggung jawab, saya meminta bapak kesini, saya mau membicarakan soal pekerjaan. Saya mau bapak menggantikan posisi Sony, karena sekarang Sony sudah berhenti dari pekerjaannya, dia keluar untuk merintis usaha sendiri bersama istrinya. Apa kira-kira pak Anwar setuju untuk menjadi asisten saya di kantor pusat" terang Farid mulai membicarakan masalah utama mengenai tujuan dirinya mengundang Anwar ke rumahnya


Anwar sangat bersyukur memiliki bos sebaik Farid, meskipun dirinya pernah menyakiti hati istrinya dan keluarganya, tetapi Farid tak mempersoalkan hal itu. ia malah memberikan kesempatan untuk Anwar menjadi salah satu pemimpin di cabang perusahaannya yang berada di Surabaya. Dan sekarang Farid memintanya untuk menggantikan posisi Sony sebagai asisten pribadinya, hal Itu membuat Anwar merasa berhutang budi pada Farid dan Aisyah, ia  ingin membalas kebaikan mereka  dengan menyayangi kedua putra Kembarnya. Ia merasa memiliki chemistry terhadap si kembar, mereka berdua adalah anak yang lucu dan menyenangkan. Ia sangat suka dengan gaya jahil Abang Al, sungguh terhibur mengobrol dengan putra sulung Farid dan Aisyah


"Pak Farid bolehkah saya sering berkunjung ke rumah Anda, suatu kehormatan bila saya bisa bermain dengan kedua putra bapak" tiba-tiba Anwar berbicara melenceng dari pembicaraan, ia ingin dekat dengan kedua putra mereka, sekaligus ingin mengenal pribadi Ema lebih jauh. Ibarat kata sambil menyelam minum air, siapa tahu benar-benar bisa mengenal Ema lebih jauh, ia berharap Ema adalah sosok wanita yang memiliki hati baik seperti Aisyah


"Tentu saja boleh pak Anwar, pintu rumah saya selalu terbuka lebar untuk Anda"


Farid tentu berlapang dada mengiyakan permintaan Anwar


"Terimakasih pa Farid"


Ucap Anwar kembali tersenyum sembari menatap manik hitam Farid


"Sama-sama pak Anwar, bagaimana kalau lebih akrab kita panggil nama saja ya" kata Farid merasa ingin lebih akrab dengan Anwar, mereka mulai nyambung dalam pembicaraan pribadi itu

__ADS_1


"Baik pak Farid"


"Cukup panggil Farid saja ya, Anwar"


"Iya... Farid... hehehe"


Mereka tampak kikuk saat menyebut nama lawan bicaranya


"Hehehe kita masih canggung belum terbiasa ya Anwar" Kata Farid tertawa kecil


Anwar pun turut tertawa sejenak, kemudian ia berkata dengan senyumannya "Farid aku mau minta ijin, boleh nggak kalau aku memiliki keinginan untuk mengenal Ema lebih dekat lagi"


"Tapi tolong jangan beritahu siapa pun, ini cuma rahasia kita berdua ya" imbuh Anwar sembari membisikinya


"Hehehe... jadi kamu menyukai Ema War? wah Alhamdulillah aku mendukungmu" terang Farid senang


"Jangan kencang-kencang bicaranya, aku malu Rid"


"Iya... iya aku ngerti, hehehe... kalau menurut ku ya, mending kamu langsung lamar dia, untuk urusan mengenal lebih jauh, bisa setelah pendekatan setelah menikah. Kamu tidak perlu khawatir, Ema wanita yang baik dan juga rajin beribadah kok, aku yakin kamu berjodoh dengannya" terang Farid lagi


"Amin .. Amin ya rabbal allamin mudah-mudahan Allah meridhoi" jawab Anwar senang


Jodoh, rejeki, kematian adalah kehendak sang pencipta, manusia hanya bisa berusaha dengan berdoa dan tawakal, kembali kepada Allah yang menghendaki segala sesuatunya.


Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya yang pertama kali diciptakan Allah ta’ala ialah pena, kemudian Allah berfirman kepadanya, ‘Tulislah.’ Pena berkata, ‘Tuhanku, apa yang harus saya tulis?’ Allah berfirman, ‘Tulislah takaran (takdir) segala sesuatu hingga hari kiamat.” (H.R. Ahmad dan At-Tirmidzi).


Jadi jodoh, rejeki, kematian, dan perceraian adalah takdir yang sudah ditentukan oleh Allah.


Allah telah mencatat seluruh takdir makhluk lima puluh ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi


*** Sekali lagi saya mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan ataupun kalimat yang kurang berkenan, mohon dimaklumi dan dimaafkan. Sejujurnya saya bukanlah author yang hanya fokus pada dunia literasi saja. Di kehidupan nyata saya adalah seorang ibu rumah tangga, yang memiliki segudang kewajiban yang harus dikerjakan. Menulis adalah hobi, saya meluapkan imajinasi melalui aksara. Semoga cerita saya berkenan di hati para pembaca sekalian... ***

__ADS_1


__ADS_2