Menikah Yang Ke-dua

Menikah Yang Ke-dua
Rencana kakak beradik


__ADS_3

Menikah Yang Ke-dua


Chapter 16


Pintu lift sudah terbuka, aku segera melangkah keluar. Kudapati seorang wanita cantik dengan pakaian sopan tengah berdiri di samping meja kerjanya di samping kiri pintu masuk.


"Mbak Aisyah... Silahkan ikut saya"


Katanya beranjak dari tempatnya


Aku hanya mengangguk dan mengikutinya dari belakang, ada perasaan aneh, kenapa wanita tadi langsung memanggil nama ku. Apa mungkin ini rencana Fina dengan kakaknya? Batinku mulai bertanya-tanya.


"Tok.. tok...!" Wanita itu mengetuk pintu, kudengar suara mas Farid mempersilahkan masuk.


"Pak ...!


Ini mbak Aisyah sudah datang" kata wanita tadi menyampaikan


Mas Farid mendongak menatap ku dengan tatapan dingin


"Selamat pagi Pak" sapaku sedikit kaku


"Silahkan duduk...!


Kamu boleh keluar" titah Farid tercengang melihat penampilan Aisyah


"Ternyata wanita ini cantik juga, wajahnya imut nggak mbosenin" katanya dalam hati, tatapan netranya tak lepas dari paras ayu Aisyah.

__ADS_1


Dengan gugup aku langsung menarik kursi di depan ku. Dengan hati-hati aku menapakkan dudukku.


"Terimakasih pak"


"Siapa nama lengkap mu?" Tanya Farid sambil membuka map berwarna biru


"Aisyah Fitria Lhasa pak" jawab ku, ku lihat mas Farid menulis namaku di bagian bawah di lembaran kertas dalam map tersebut.


"Tanda tangani ini" titah Farid sambil menyodorkan map tadi


Aku tercengang keheranan, apa maksud dari perkataan mas Farid. Karena ada rasa penasaran akhirnya aku membaca tulisan di dalam map trersebut dari atas sampai bawah.


Ternyata itu adalah surat perjanjian kerja, jadi aku langsung diterima kerja di perusahaan ini. Kan aku belum diwawancarai, sepertinya ini rencana Fina dan kakaknya. Dia langsung memperkerjakan ku tanpa mengiinterview ku terlebih dahulu.


Farid terus memandangi wajah cantik di depannya, "Sial kenapa ini pikiran ku, mataku rasanya tak ingin melepaskan wanita ini" serunya dalam hati


"Cepat tanda tangani..." Titahnya seperti membentak ku


"Tidak pak Farid..  saya mohon maaf, aku ingin bekerja di perusahaan ini sesuai dengan prosedur bukan karena Fina yang meminta bapak" jelasku, aku pun memberikan alasan kenapa aku tidak bisa menandatangani kontrak itu.


"Bodoh... Ini murni karena kemampuan mu, aku sudah melihat pengalaman kerja mu, dan juga kamu adalah lulusan S1 manajemen keuangan dengan nilai terbaik. Lalu apa lagi yang ku ragukan dari mu?


Kamu itu niat bekerja di kantor ku apa tidak? Aku butuh wanita yang smart dan etos dalam bekerja. Kalau kamu tidak berniat bekerja disini.... Silahkan keluar..." Tegas Farid  dengan wajah dinginnya, ini adalah caranya untuk mendesak Aisyah supaya mau menandatangani kontrak kerjanya.


Sebenarnya Farid sudah mengetahui sedikit tentang pribadi dan masa lalu Aisyah. Ia mengetahui semuanya dari Fina. Fina juga menceritakan kalau mantan suami Aisyah adalah manager di perusahaannya. Fina meminta bantuan padanya untuk membantu Aisyah bekerja di perusahaannya.


"Iya baik pak, akan saya tanda tangani." Jawab ku sambil mengambil pena itu, segera ku tulis parafku di atas nama terang ku. Aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini. Mendengar kejelasan mas Farid tadi, sepertinya dia menerima ku disini murni karena kemampuan ku. Mungkin caranya saja yang tak mewawancarai ku, membuat ku sedikit bimbang.

__ADS_1


"Bagus. Sekarang kamu bisa mulai bekerja. Tolong kamu buatkan secangkir kopi untuk ku" titah Farid meminta Aisyah untuk menyeduhkan kopi untuknya. 


"Baik pak" jawab ku lagi


 Aku pun bergegas keluar dari ruangan tersebut.


"Akhirnya rencana ku dengan Fina berhasil juga" gumamnya sembari tersenyum lebar setelah melihat Aisyah keluar dari ruangannya


Farid dan Fina memang berencana membalas dendam, ia menyetujui rencana adiknya untuk membalas Anwar dan Rani karena ia termasuk tipe lelaki yang setia, ia paling benci penghianatan. 


"Sebenarnya...bodoh banget itu si Anwar, dia lebih memilih wanita murahan itu ketimbang Aisyah. Tenang Aisyah aku akan membantu mu membalas lelaki brengsek itu..." Gumam Farid kesal


Farid mulai menjalankan rencananya, ia meminta Anwar untuk ke ruangannya.


Setelah sepuluh menit kemudian aku masuk ke ruangan mas Farid dengan membawakan secangkir kopi ya ia minta.


"Permisi pak ini kopinya" dengan hati-hati ku taruh kopi itu diatas mejanya.


"Aisyah kenapa kamu ada disini?" Tanya Anwar tercengang karena kagetnya. Ia sedikit terpesona dengan penampilan baru mantan istrinya. Sangat anggun dan menawan "Aisyah cantik banget" katanya dalam hati kedua matanya menatap tajam penampilan Aisyah dari atas sampai bawah, tak disadari ia menelan salivanya terpesona oleh penampilan Aisyah.


"Masya Allah... Kenapa mas Anwar ada disini" tubuhku sedikit gugup dan gemetar, bibirku seperti tak bisa terbuka karena tatapan mas Anwar yang begitu dalam padaku


"Dia asisten baruku pak Anwar, apa kalian saling kenal?" Tanya Farid berpura-pura, padahal ia tahu betul tentang hubungan mereka.


"Oh... Aisyah ini.... Tidak pak kami cuma pernah saling kenal hanya sebatas teman" elak Farid berbohong, ia tak mau Farid mengetahui hubungannya dengan mantan istrinya.


Aku menarik nafas dalam-dalam

__ADS_1


"Iya pak" imbuhku dengan lantang meyakinkan mas Farid, meski berat mengucapkannya. Mungkin dengan seperti ini mas Anwar akan mengira kalau aku sudah ikhlas melepaskan. 


__ADS_2