Menikah Yang Ke-dua

Menikah Yang Ke-dua
Lebaran yang menyedihkan


__ADS_3

Menikah Yang Ke-dua


Chapter 13


Di dalam kamar Anwar masih menyimpan kemarahannya, ia berbaring dengan perut kosongnya. Ia berharap Rani akan membujuknya untuk makan malam bersama.


Setelah setengah jam menunggu didalam kamar, akhirnya Rani masuk, tetapi istrinya itu tidak meminta dirinya untuk turun ke bawah makan malam bersama tapi ia malah tanpa sepatah kata buru-buru masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Melihat reaksi istrinya yang tidak pengertian itu, ia kembali mengingat Aisyah yang dulu dengan setia melayaninya sepenuh hati. Sekalipun Aisyah tak pernah membiarkan suaminya tidur dengan perut yang kosong. "Kenapa tiba-tiba aku merindukan mu dek, maafkan aku yang telah menyakiti hati mu dek" seru Anwar dalam hati, ia merasa bersalah karena telah menceraikan istri yang berhati malaikat seperti Aisyah. Baru 2 hari hidup bersama istri barunya, ia sudah merasakan begitu banyak perubahan di rumahnya. Kondisi rumah yang tak terurus serta istrinya yang tak mau memasak untuknya, itu benar-benar membuatnya merindukan sosok istri rumahannya.


Akhirnya Anwar beranjak dari tempat tidurnya, perutnya yang kosong sudah tak bisa diajak kompromi lagi. Kemudian ia bergegas menuju dapur yang letaknya di lantai bawah.


Setibanya di dapur ia membuka satu per satu kitchen set minimalisnya. Ia menemukan 3 mie instan kesukaannya, dulu Aisyah sering memasakkan mie instan tersebut ketika dia kelaparan di tengah malam. "Sudah menikah tapi seperti orang tak punya istri saja" kata Anwar mendengus kesal. Terpaksa ia harus memasak sendiri mie instan tersebut. 


🍁🍁🍁


Di kampung Aisyah merayakan hari raya Idul Fitri bersama keluarga tercintanya. 


Allaahu akbar allaahu akbar allaahu akbar. laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. allaahu akbar wa lillaahilhamd.allaahu akbar kabiiraw wal hamdu lillaahi katsiiraa wasubhaanallaahibukrataw wa ashiilaa. laa ilaaha illallaahu walaa na'budu illaa iyyaahu mukhlishiina lahud-diina walau karihal kaafiruun. laa ilaaha ...


Suara takbir yang berkumandang di masjid serta di jalanan dibanjiri oleh orang-orang yang tengah menyambut hari kemenangan. Aisyah dan yang lainnya menonton semarak takbir di teras rumah.


Aisyah kembali bersedih, ia mengingat kenangan lebaran tahun lalu bersama Anwar. Matanya kembali di banjiri air mata. "Kenapa kamu menangis nak" tanya Abi ketika melihat putrinya menitikkan air mata yang begitu deras

__ADS_1


"Nggak papa kok Abi, ini air mata kebahagiaan, hati Ais tiba-tiba terenyuh ketika mendengar takbir berkumandang." Aisyah mengelak sembari memalsukan senyuman di bibirnya.


"Mbak ayo ikut aku ke alun-alun, kita rayain malam takbiran di sana mbak" ajak Akmad. Ia tahu kalau kakaknya sedang berpura-pura bahagia di depan Abi. Padahal Abi dan Umi paham betul bagaimana perasaan putri sulungnya itu


"Mbak nggak ikut ya Mad. Mbak capek banget, mau istirahat saja" jawab Aisyah menolak ajakan adiknya


"Iya Mad, biarkan mbakmu istirahat, dia pasti kecapekan tadi bantuin ibu buat kue lebaran" Tambah ibunya


Aisyah pun bergegas masuk ke dalam kamarnya. Sesampainya di kamar ia langsung berbaring tengkurap di atas ranjang, air matanya kembali menitik, ia menangis sejadi jadinya. Hatinya benar-benar hancur berkeping keping


"Kenapa begitu sulit melupakan mu mas... Mas Anwar aku masih mencintaimu mas" eluhnya yang disertai tangisan. Ia begitu putus asa karena tak bisa melupakan kenangan indah bersama Anwar.


Deret...dreeeetttt... dreeeetttt...!


"Halo assalamualaikum Ais, selamat hari raya idul fitri ya, mohon maaf lahir dan batin." Kata Fina mengawali pembicaraan di video call


"Waalaikumsalam Fin. 


Selamat hari raya idul fitri juga ya Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, semoga masih diberikan kesempatan untuk bertemu dengan ramadhan dan Idul Fitri tahun depan. Kami sekeluarga mohon maaf lahir batin ya Fin" jawab Aisyah sembari melengkungkan senyuman di bibirnya.


Meski bibir dihiasi dengan senyuman, tetapi mata tak bisa berbohong. Fina menangkap kesedihan yang terpancar dari mata sahabatnya.


"Aisyah jangan bersedih lagi ya? Aku ada kabar gembira untuk mu" 

__ADS_1


"Aku tidak sedih Fin, ini air mata kebahagiaan ku"


"Kamu jangan membohongi ku, aku ini sahabatmu jadi aku tahu betul apa yang kamu rasakan"


"Huk....huk... Aku teringat mas Anwar lagi Fin. Rasanya seperti tak bisa menikmati hari kebahagiaan ini tanpa mas Anwar" 


"Sudah dong Is, lupakan lelaki brengsek itu... Aku yakin Allah akan menggantikannya dengan jodoh yang baik dan tulus mencintai mu, mau menerima semua kekurangan mu."


"Apa mungkin aku bisa membuka pintu hati ku untuk orang lain Fin. Aku takut tersakiti lagi Fin"


"Aku yakin, secepatnya kamu' akan menemukan jodoh idaman mu."


"Kamu kaya peramal aja Fin"


"Emang aku peramal, aku barusan lihat tulisan di kening mu, ada nama jodoh sejatinya"


"Emh... Emang siapa namanya"


"Rahasia dong..


Hehehe"


Perlahan kesedihan Aisyah memudar, Fina memang pintar mencairkan keadaan.

__ADS_1


Kira-kira apa ya kabar gembira yang akan disampaikan oleh Fina. Nantikan besok ya kakak cantik dan kakak ganteng....


__ADS_2