
Hari ini adalah hari penentuan bagi Rani, hasil laboratorium akan keluar hari ini.
Dokter Hamid masuk ke dalam ruangan dimana Rani dirawat, di tangannya sudah ada amplop berwarna cokelat, perlahan ia membuka amplop tersebut dan membacakan hasil labnya pada Rani.
"Nona Rani yang sabar ya, Anda positif kanker serviks stadium 3B" kata dokter Hamid dengan berat hati ia membaca isi selembar surat hasil laboratorium
"Jadi saya sakit kanker serviks dok" Rani langsung terlihat shock, kedua mata bulatnya tak bisa membendung kesedihannya, seluruh air matanya tumpah ruah begitu saja.
"Sabar nona Rani, Anda harus berjuang melawan penyakit anda, kalau nona mempunyai keyakinan dan semangat yang tinggi, insyaallah Allah pasti memberikan kemudahannya dan juga kesembuhannya." terang Dokter Hamid mencoba menenangkan Rani yang tampak putus asa tak memiliki semangat
Kala itu Rani benar-benar tak kuat menahan kesedihannya, ia terus menitihkan air matanya.
"Dok tolong selamatkan saya, saya masih ingin hidup dok" rengek Rani dengan sesenggukan, parasnya semakin terlihat putih pucat
"Hidup dan mati seseorang hanyalah milik Allah nona, sudah menjadi tugas saya sebagai seorang dokter untuk memberikan pengobatan yang terbaik"
Rani menoleh lesu, tatapannya kosong, inilah titik terendah dalam hidupnya.
Kanker serviks (leher rahim) memang sudah seperti hantu yang menakutkan bagi perempuan. Gejala yang tidak kelihatan membuat perempuan terkadang abai dengan ancamannya.
__ADS_1
Kejadian itu berlangsung sudah cukup lama, Rani memang sering mendapatkan siklus menstruasi yang tidak teratur, ia juga sering nyeri perut ketika datang bulan, tetapi hal itu tidak ia perdulikan karena memang sebelum menikah sudah sering terjadi seperti itu.
Cuma satu bulan terakhir ini, ia menstruasi tak kunjung usai, bahkan ia juga sering mengeluarkan gumpalan darah yang baunya sangat tidak enak atau bisa dibilang bau busuk. Terakhir kali ia berhubungan badan dengan Arjuna, saat itu juga masih mengeluarkan darah, tetapi Arjuna memaksanya untuk tetap melakukan hubungan badan, sampai akhirnya ia tidak kuat menahan nyeri perutnya, dan ia juga mengalami pendarahan yang hebat.
Tidak pernah terbayangkan olehnya di usianya yang masih terbilang muda, tahun ini usianya genap 27 tahun, dan dirinya divonis oleh dokter terkena kanker serviks stadium tiga.
Saat itu juga dirinya sangat shock, sedih dan rasanya semua menjadi gelap. Lelaki yang ia pertahankan juga tidak mau menerimanya lagi, setelah mengetahui dirinya sakit parah, Arjuna malah memakinya dan memblokir nomornya. Arjuna ternyata hanya mempermainkan perasaannya saja, lelaki itu hanya memanfaatkan tubuhnya untuk memenuhi fantasi gilanya.
Setelah mengetahui sifat asli Arjuna, saat itu juga Rani sangat menyesali perbuatannya, bodohnya dia tidak bisa mempertahankan rumah tangganya bersama Anwar, ia malah memilih lelaki yang salah yang dengan gampangnya memutuskan hubungan dengannya
Disaat terpuruk seperti ini ia butuh sekali dukungan dari orang terdekat, ingin rasanya ia menangis didalam pelukan Anwar, tetapi hal itu hanya bayangan semu semata. Rani benar-benar hancur, ibarat sudah jatuh masih tertimpa tangga pula.
Wanita lemah tak berdaya itu terus menitihkan air matanya, ia meratapi kesendiriannya. Sesekali ia berteriak histeris seperti orang gila yang hilang akal, sungguh kasihan sekali nasib wanita itu.
"Sebelum aku mati, aku harus bisa membalaskan dendam ku. Aku ingin Aisyah menderita.... Hahaha" gumamnya sembari tertawa kecil, wanita itu seperti memiliki kekuatan tersendiri ketika mengingat akan bara dendam yang membara di hatinya
Mungkin wanita itu benar-benar sudah terganggu kejiwaannya, seluruh otaknya sudah terkontaminasi oleh virus kebencian, sampai ia tak menyadari kalau ajalnya sudah semakin dekat.
Dari bilik kelambu ia bersandar, untuk menopang tubuhnya saja ia sudah tak kuat
__ADS_1
"Nona mau ke mana, tubuh anda semakin lemah nona, saya sarankan untuk segera melakukan operasi pengangkatan rahim dan juga kemoterapi" terang dokter Hamid yang baru saja masuk ke ruangan Rani
"Terserah dokter saja, asalkan aku bisa sembuh aku akan membayar berapa pun biayanya" ujar Rani dengan wajah pucatnya, nada bicaranya datar, sepertinya ia sudah bisa menerima sakitnya
"Tolong tanda tangani ini nona, anda juga harus meminta persetujuan suami anda. Karena untuk melakukan operasi pengangkatan rahim harus ditandatangani oleh suami anda juga" tutur dokter Hamid menjelaskan prosedur operasi yang akan ia lakukan
"Saya sebatang kara dok, suami saya sudah menceraikan saya. Tolong selamatkan saya Dok, sebelum mati aku ingin mewujudkan keinginan terakhir ku dok" ucap Rani memohon, pastinya keinginannya hanyalah membalas dendam
"Ajal seseorang itu Allah yang menentukan nona, anda harus banyak istighfar dan berdoa pada Allah. Insya Allah jika Allah berkehendak, Allah akan mengangkat penyakit anda." Jelas dokter Hamid lagi. Lelaki tinggi tegap itu tampak iba melihat kondisi pasien, sebisa mungkin ia akan memberikan pelayanan dan pengobatan terbaik untuknya
Dokter Hamid memang seorang dokter yang berhati lembut, ia adalah dokter spesialis obgyn dan onkologi ginekologi dengan gelar Sp.Og(K) lulusan terbaik dari universitas kedokteran di Singapura.
Dokter muda itu juga memiliki hati yang dermawan, ia adalah pendiri yayasan peduli kanker serviks dan kanker rahim. Melalui program itu banyak penderita yang berhasil terselamatkan dari penyakit menakutkan itu. Hamid sangat bersyukur sebagai makhluk ciptaan Allah, kelebihannya bisa ia baktikan untuk orang yang benar-benar membutuhkan.
"Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya".
Ada petuah yang harus kita sampaikan ketika kita menjenguk seseorang yang sedang sakit, agar kita dapat menjadi jalan kebaikan bagi seseorang yang sedang Allah Ta'ala kehendaki untuk mendapatkan kebaikan berupa pengguguran dosa adalah ikhlaskan hati bahwa semua kehendak Allah Ta'ala dan tetaplah konsisten dalam beribadah, sesungguhnya ada kebaikan di hadapan kita ketika kita mampu melalui derita sakit ini, yaitu: penggugur dosa, di mana kelak penggugur dosa inilah yang akan diharapkan oleh semua jiwa ketika di yaumul hisab.
Jangan sia-siakan sisa hidup yang kita miliki hanya karena bisikan iblis yang tidak rida atas diri kita, kita malah menentang kehendaknya, dan semakin membuat lupa kalau kesembuhan hanya datang dari-Nya
__ADS_1
Sakit yang datang adalah perantara untuk penebusan dosa, setiap kesulitan, penyakit, kerisauan, kesedihan, aniaya, dan bencana yang menimpa seorang Muslim, bahkan duri yang menusuknya niscaya Allah akan jadikan itu semua sebagai penebus berbagai kesalahan
Dalam menjalani rasa sakit, tentunya terdapat adab serta anjuran agama yang perlu dilakukan seorang Muslim, yaitu untuk selalu bersabar, berikhtiar (mengobati penyakit), dan bertawakal kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.