Menikah Yang Ke-dua

Menikah Yang Ke-dua
Menolak otopsi jenazah Akhmad


__ADS_3

Pihak keluarga tak mengijinkan polisi untuk mengotopsi jenasah Akhmad. Bagi mereka bahwa pada dasarnya mengotopsi jenazah adalah haram hukumnya dalam pandangan syari'at Islam karena kehormatan seorang muslim yang sudah meninggal sama seperti halnya ketika masih hidup. Abi sangat menentang keras hal tersebut, lebih baik beliau mengikhlaskan kepergian putranya dan merelakan tangan Allah yang membalas perbuatan keji pelakunya, daripada harus menanggung beban kesedihannya melihat jasad putranya yang tak utuh lagi.


"Nabi Muhammad saw bersabda, Memecahkan tulang mayat sama saja dengan memecahkan tulang manusia saat dia masih hidup. Jadi tolong hargai jasad putra saya, kalau memang ini sudah menjadi kehendak Allah, kami sekeluarga ikhlas melepaskan pelakunnya, biarlah Allah yang membalas perbuatannya" tutur Abi tetap kekeuh pada pendiriannya


Islam mengajarkan kepada kita agar segera mengurus jenazah mulai dari disucikan hingga sampai dikuburkan karena Islam memandang jasad manusia itu mulia.


Rasulullah saw bersabda, "Segerakanlah penyelenggaraan (mengurus) jenazah. Karena, apabila jenazah itu orang saleh maka kalian telah berbuat baik untuknya. Sedangkan jika jenazah itu bukan orang baik maka agar kalian segera meletakkan benda jelek dari pikulan kalian," (HR. Bukhari nomor 1252)


Farid pun menyadari arti dari petuah Abi Thalib, akhirnya ia meminta polisi untuk menyelidiki TKP dan mengumpulkan bukti dari sana. Biarlah kematian Akhmad terkuak karena bantuan Allah, semua keluarga sangat mencintai Akhmad, mereka semua berdoa untuk kepergian lelaki yang baru saja lulus sekolah menengah dan menempuh pendidikan kuliahnya. Semoga Akhmad tenang disisi Allah, dengan memberikan jalan terang menuju surga terindah.


Setelah mendapatkan keputusan terakhir dari keluarga besar Abi Thalib, beberapa petugas kepolisian pun membantu proses pemakaman Akhmad.


Alhamdulillah Umi sudah siuman, beliau pun turut mengantar putranya di peristirahatan terakhir, semua keluarga menabur bunga di atas pusara Akhmad. Setelah selesai semua peziarah meninggalkan tempat pemakaman, hanya menyisakan pihak keluarga saja


Di tempat lain, di gedung hotel tampak dipadati beberapa petugas kepolisian untuk mengembangkan kasus kematian Akhmad. Polisi juga sudah mendapatkan bukti dari rekaman cctv dan gelas jus yang mengandung cairan sianida.

__ADS_1


Tak perlu waktu lama untuk menemukan pelaku dalam pembunuhan tersebut. Dalam kurung waktu kurang dari 24 jam polisi sudah bisa meringkus pelayan yang memberikan jus kepada korban.


Agus, lelaki muda yang bekerja sebagai waiters freelance, dia diringkus oleh pihak kepolisian ketika dirinya tengah asik berkaraoke bersama purel-purel cantik, Seluruh penghuni tempat hiburan malam tersebut kocar-kacir berlarian saat kedatangan petugas kepolisian yang datang secara tiba-tiba


"Ampun pak... ampun, kenapa bapak menangkap saya" ujar Agus jongkok sambil mengangkat kedua tangannya


"Cepat ikut kami ke kantor polisi, kamu harus menjelaskan semuanya di kantor" terang pak polisi dengan tegas, dengan sigap polisi tadi meringkus Agus, memborgol kedua tangannya, lalu membawanya masuk ke dalam mobil untuk diinterogasi di kantor polisi.


Di dalam ruangan hening, dua orang polisi menginterogasi Agus hampir satu jam lebih, pihak polisi membuatnya benar-benar mengakui perbuatannya


Akhirnya Agus mengakui perbuatannya, ia menjelaskan pada pihak berwajib bahwa dirinya hanya pesuruh


"Apa ini perempuan yang kamu maksud" salah seorang polisi menunjukkan rekaman cctv saat kejadian kemarin, dia menunjukkan gambar Rani dan dirinya yang tengah mengobrol. Agus mengamati dengan seksama saat polisi meng zoom wajah Rani


"Iya benar pak, wanita ini yang menyuruh saya. Saya hanya seorang pesuruh pak, saya tidak tahu kalau jus itu mengandung racun. Tolong bebaskan saya pak" rengeknya meminta kebebasan

__ADS_1


"Kalau kamu terbukti bersalah kami akan menahan mu, kalau pun kamu tidak bersalah, kamu harus bersedia menjadi saksi" ujar polisi tersebut


"Iya pak, saya tidak bersalah, dan bersedia menjadi saksi" jawabnya sok polos


Padahal tentu saja lelaki bernama Agus itu juga terlibat, dia sudah menerima tawaran dari Rani untuk melancarkan aksinya, lelaki itu begitu tergiur dengan jumlah imbalan yang Rani sebutkan, bila pihak berwajib mengetahui dirinya dibayar dengan sejumlah uang, pastinya dia juga terlibat dalam rencana pembunuhan tersebut


Polisi tidak sebodoh yang Agus pikirkan, ternyata polisi mengikuti alur cerita yang Agus berikan, hanya untuk mencari bukti keterlibatannya saja.


Setelah selesai menginterogasi Agus, untuk sementara waktu polisi menahan Agus di kantor, lalu pihak Reskrim meminta beberapa petugas untuk meringkus Rani.


Mereka semua berpencar mencari keberadaan Rani, tetapi masih belum menemukan sampai keesokan harinya. Pihak kepala kepolisian juga mengirimkan beberapa anggotanya untuk berjaga-jaga di airport, bilamana menemukan tersangka yang hendak melarikan diri ke luar negeri


Ternyata Rani sudah mengetahui dirinya menjadi buronan, wanita licik itu pergi menghilang tanpa jejak.


Entah kemana dia bersembunyi, ibarat sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Begitu pula dengan Rani, dimana tiba hari naasnya, dia akan meringkuk di dalam jeruji besi, mendekam di penjara seumur hidup untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya

__ADS_1


Polisi juga meminta bantuan badan intelijen untuk menguak kasus ini. Hal terutama yang dilakukan oleh kepolisian dalam pencarian buronan adalah menjalin kerja sama intelijen dengan beberapa pihak. Kerja sama bisa dilakukan dengan pihak bank, penyedia layanan internet, operator seluler, kantor imigrasi dan yang lainnya, guna mempermudah pihak berwajib dalam melakukan pelacakan. 


Polisi akan membawa surat tugas resmi sehingga pihak intelijen kepolisian berhak meminta beragam informasi terkait target dari pihak-pihak yang diajak bekerja sama. Dengan berbekal surat tugas resmi itu, beragam informasi yang bersifat privasi milik tersangka pun bisa terhimpun.


__ADS_2