
Mereka bertiga turun dari mobil lalu bergegas masuk ke dalam restoran. Di dalam sudah ada satu orang lelaki lokal setengah baya yang tengah serius mengobrol dengan lelaki bule berewok
Mereka mendekati dua lelaki tersebut.
"Selamat siang Pak Hartono" kata Anwar dan Farid menyapa dua orang tadi, Aisyah hanya setengah membungkuk sambil tersenyum mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya
"Selamat siang pak Farid, mari silahkan duduk, perkenalkan ini Mr Dev partner saya dari Singapura" jawab pak Hartono. Mereka bertiga pun duduk di kursi yang masih kosong.
Dengan posisi duduk yang melingkar mereka semua mulai melakukan rapatnya.
Pak Hartono meminta Aisyah untuk mempresentasikan ulang menggunakan bahasa Inggris, karena tuan Dev tidak paham dengan bahasa Indonesia.
"Nona Aisyah tolong presentasikan lagi dengan bahasa Inggris, maaf merepotkan nona" pinta pak Hartono
"Maaf biar saya saja yang melakukannya pak" jawab Anwar, kali ini ia tidak yakin Aisyah mampu melakukannya. Ia ingin membantunya, ia tak ingin Aisyah dipermalukan di depan kliennya.
"Biar Aisyah saja pak Anwar, kamu cukup mendengarkan" ucap Farid menyindir Anwar, ia sangat yakin dengan wanita ayu berjilbab itu
"Baik pak terimakasih" jawab Aisyah sopan
"Good afternoon Mr. Dev let me to introduced my self, my name Aisyah, i am Mr Farid's assistant"
"Selamat siang Mr Dev, izinkan saya memperkenalkan diri, nama saya Aisyah, saya asisten tuan Farid"
Kata Aisyah dengan senyum simpulnya, ia memperkenalkan dirinya pada Mr Dev
__ADS_1
"Good afternoon Mrs Aisyah, nice to meet you.... Please start presenting"
"Selamat siang nona Aisyah... Silahkan mulai presentasinya" jawab Mr Dev tersenyum tipis.
Aisyah mulai menata nafasnya sejenak, sebelum memulai presentasinya, ia membaca bismillah dalam hati.
"For this presentation, Mr. Dev can see the development of our stock for the last three months. We are targeting the promotion target next month as well as profits will increase by 40 percent."
"Untuk presentasi ini saya, Mr Dev bisa melihat perkembangan saham kita untuk tiga bulan terakhir. Kami menargetkan bulan depan target promosi juga keuntungan akan naik 40 persen." Aisyah menjelaskan sistem kerjanya sambil memberikan dokumen penawarannya ia juga memperlihatkan layar laptopnya pada pak Hartono dan Mr Dev
"To formulate a strategy for achieving the annual target, our team also has a fairly mature realization plan"
"Untuk menyusun strategi pencapaian target tahunan, dari tim kita juga sudah memiliki rencana realisasi yang cukup matang" imbuh Aisyah meyakinkan kliennya
"Okey ... it seems I am interested in joining your company."
"Thank you Mr Dev, please sign the kontrak here"
"Terimakasih Mr Dev, tolong tanda tangani kontraknya di sini" terang Aisyah tersenyum bahagia, dengan semangat ia memberikan surat kontraknya pada Mr Dev
Bibir Anwar menganga tak percaya, mantan istrinya yang dulunya hanya wanita rumahan ternyata bisa melakukan pekerjaan yang mustahil sekali dilakukan oleh orang awam seperti Aisyah.
Farid semakin mengagumi sosok Aisyah, ia begitu bangga dengan kecerdasan Aisyah.
"Thanks you Mr Dev, nice to meet you.
__ADS_1
Terimakasih pak Hartono, semoga kesepakatan ini berjalan lancar." Terang Farid sambil menyalami mereka berdua. Disusul Anwar juga ikut menyalami mereka, sedangkan Aisyah kembali mengatupkan kedua tangan di depan dadanya.
"Alhamdulillah meetingnya berjalan lancar" kata Aisyah bersyukur, ia tersenyum bahagia karena keberhasilannya
"Kamu hebat dek" puji Anwar bangga dengannya
"Pak Anwar... Kenapa anda memanggil Aisyah dengan sebutan seperti itu, apa kalian punya hubungan dekat?" Tanya Farid kesal, ia sangat membenci tutur lembut Anwar
"Tidak pak" jawab Aisyah
"Iya pak" jawab Anwar
Mereka berdua menjawab pertanyaan Farid secara bersamaan.
"Apa maksud jawaban kalian ini?" Tegas Farid lagi
"Aisyah ini sebenarnya mantan istri saya pak, kami berdua baru bercerai satu setengah bulan yang lalu. Saya mohon maaf pak Farid, ini sebenarnya masalah pribadi kami yang tidak perlu dibahas, sekarang kami tidak punya hubungan apa-apa, aku memang terbiasa memanggilnya dengan sebutan seperti itu, jadi mohon dimaklumi" jelas Anwar membeberkan cerita masa lalunya dengan Aisyah
"Itu bukan urusan ku, saya minta pak Anwar lebih profesional dalam bekerja, jadi anda bisa memanggil Aisyah dengan namanya saja. Apa pak Anwar mengerti" titah Farid dengan paras dinginnya, ia sebenarnya tak menyukai Anwar memanggil Aisyah dengan sebutan seperti itu.
"Baik pak, saya mohon maaf" jawab Anwar setengah menunduk di depan bosnya.
"Ayo Aisyah..." Farid tiba-tiba menarik tangan Aisyah
"Pak Farid maaf saya bisa berjalan sendiri, tolong lepaskan tangan saya pak" pinta Aisyah memohon, tetapi Farid dengan erat memegang tangannya keluar dari dari restoran.
__ADS_1
Anwar yang melihat tingkah konyol Farid, ia merasa geram, "Kenapa bos gila itu memegang erat tangan Aisyah, apa mungkin dia menyukai Aisyah?
Kenapa juga Aisyah mau dipegang seperti itu, apa dia sekarang sudah melupakan ku?" Ia melontarkan berbagai pertanyaan pada dirinya sendiri