
"Bu yang sabar ya, kita doakan yang terbaik untuk azizah ya bu" terang Aisyah menyemangati Bu Yati. Ia memegang kedua tangan beliau sembari memintanya untuk duduk, akhirnya Bu Yati bisa sedikit tenang
"Terimakasih nona besar, tolong maafkan kesalahan putri saya ya" tutur Bu Yati dengan Isak tangisnya.
Aisyah terus menguatkan Bu Yati, ia tak mau beliau merasa bersalah atas ungkapan cinta anaknya.
Kita tidak bisa menyalahkan Azizah yang telah mencintai Farid, karena cinta tidak pernah salah, cinta hadir dari lubuk hati seseorang. Cinta juga bisa mematahkan hati seseorang bila perasaan tersebut bertepuk sebelah tangan.
Begitulah gambaran cinta Azizah, karena cintanya adalah harapanya untuk bertahan hidup. Ketika cintanya tak bisa ia dapatkan, rasa keputus asaan akan datang, hidup pun terasa tak berarti lagi.
"Mas... Yang sabar ya" Aisyah beranjak dari kursi, ia menghampiri suaminya yang tengah berdiri menyandarkan tubuh kekarnya di tembok.
Farid tampak pusing, itu terlihat dari raut wajahnya dan sesekali ia memijat mijat keningnya.
"Sayang maafkan aku ya, aku nggak bisa menjaga perasaan mu" tutur Farid, ia masih tak nyaman dengan ungkapan cinta Azizah didepannya tadi. Aisyah tentu saja terkejut dengan ungkapan cinta Azizah, ia juga menyadari kalau Azizah gadis yang masih labil, tetapi hal itu juga membuat hatinya bergejolak, ia takut kegagalan rumah tangga kembali ia alami
"Mas Farid nggak salah kok, aku nggak papa kok mas, malah sekarang aku khawatir banget dengan kondisi Azizah" jawab Aisyah memancarkan binar senyumnya pada sang suami. Hatinya sebenarnya merasa pedih, matanya juga terlihat berembun, tetapi ia menutupinya dengan senyuman
"Bapak Farid, pasien ingin berbicara dengan anda" kata dokter dari balik pintu ruang ICU.
"Mas Farid ayo masuklah" titah Aisyah menatap manik hitam suaminya
Farid seakan tak mau beranjak masuk, ia terus saja menatap kedua netra istrinya.
"Kamu ikut ya !" Pinta Farid lirih
__ADS_1
"Kamu sendiri saja mas, aku percaya kok sama kamu" jawab Aisyah dengan senyum simpulnya
"Ikut saja Is" Fina pun ikut angkat bicara.
Sekarang bukan waktunya untuk berdebat, atau berselisih pendapat, di dalam sana ada satu nyawa yang harus terselamatkan. Akhirnya Fina meminta Aisyah ikut masuk, ia tak mau Aisyah salah paham dengan kakaknya, apa lagi Aisyah juga sudah mengetahui perasaan Azizah yang sebenarnya.
"Tidak papa, nona besar ikut masuk saja" imbuh Bu Yati
Aisyah pun mengikuti langkah suaminya, ia masuk kedalam ruangan steril tersebut.
Seluruh alat sudah terpasang di bagian tubuh Azizah, ia juga memakai alat bantu pernafasan yang menutupi sebagian mulut dan hidungnya.
Kedua mata gadis itu menatap dirinya dan suaminya yang bergandengan tangan, hati gadis itu kembali hancur, sekuat tenaga ia meremas genggaman tangannya.
"Azizah tolong jangan berbuat seperti itu lagi ya, kasihan ibumu, cuma kamu harta yang beliau miliki. Aku tidak pernah menolak perasaan mu Azizah, aku menyayangimu seperti aku menyayangi Fina adikku. Tolong mengertilah malaikat kecil ku, mas Farid nggak akan pernah meninggalkan mu, meski mas sudah menikah mas akan tetap datang membawakan bunga kesukaan mu, dan sekarang bertambah satu orang lagi yang akan menyayangi mu yaitu mbak Aisyah" terang Farid mulai memberikan pengertian kepada Azizah.
Aisyah begitu memahami arti tatapan gadis itu "Azizah aku tidak bermaksud merebut mas Farid darimu, percayalah padaku, mas Farid akan memperhatikan mu seperti dulu sebelum dia menikah dengan ku"
Azizah terdiam sejenak, lalu ia perlahan meraih tangan Farid.
"Mas Farid, tolong nikahi aku... Tolong kabulkan permintaan terakhir ku"
"Je.... Dar...." Kilat di dalam hati Farid seakan menyambar, ia langsung melepaskan tangan Azizah sampai menggantung lemah diluar ranjang.
Kedua netra Aisyah tampak berkaca-kaca, perasaannya tengah dipermainkan oleh keadaan. Apa yang harus ia lakukan, sebagai seorang wanita ia begitu memahami perasaan Azizah, tetapi ia juga tak bisa membohongi hati kecilnya. Permintaan gadis itu seperti sebuah belati yang menggerogoti hatinya.
__ADS_1
"Maafkan aku Azizah, aku tidak bisa menikahi mu, aku sudah memiliki istri, dan aku hanya akan menikah satu kali seumur hidupku yaitu dengan Aisyah istri ku" terang Farid menaikkan nada bicaranya.
Azizah tampak menitihkan air matanya, hatinya benar-benar rapuh oleh penolakan Farid, lagi dan lagi
"Mas Farid aku mohon, penuhi permintaan terakhir ku, aku ingin mati dengan tenang mas" pinta Azizah kembali memohon, ia dengan sekuat tenaga mencoba meraih tangan Farid kembali, tetapi Farid malah mengangkat kedua tangannya
"Cukup... Hentikan omong kosong ini, aku tidak akan pernah menikahi mu" teriak Farid dengan lantang, Aisyah yang menangis berusaha menenangkan emosi suaminya.
"Mas, jangan seperti itu, kasihan Azizah, aku ikhlas mas Farid menikahinya." Aisyah pun memasrahkan semuanya kepada sang suami, kalau memang ini pilihan yang sudah ditentukan oleh Allah, ia akan berusaha sabar dan ikhlas menjalaninya
"Tidak, aku tidak akan pernah menyakiti perasaan istriku. Kesabaran ku sudah habis, apa kurang cukup aku merawatnya sejak kecil, memberikan perawatan yang layak, apa kurang perhatian ku selama ini, tapi apa balasannya, dia malah menyakiti perasaan ku dan juga istri ku" kata Farid semakin kesal dengan sikap egoistis Azizah
"Sayang tolong jangan bicara seperti itu lagi ya" Farid langsung mendekap tubuh Aisyah dari belakang, buliran bening itu perlahan menitik membasahi pundak Aisyah. Farid merasakan betapa peliknya ia memperjuangkan cintanya Aisyah, dan sekarang setelah ia mendapatkannya, ia tak ingin menyakiti hati wanita yang begitu berarti dalam hidupnya
"Maaf mas Farid, aku tidak berniat menyakiti mu, maafkan aku Mbak... Aku salah... Tapi aku akan mati, ijinkan aku mati dalam pelukan mu mas" Azizah tak henti-hentinya menangis, dengan sesenggukan ia terus memohon kepada Farid.
"Ya Allah apa yang harus aku lakukan, sebagai umat mu, aku tidak mungkin membiarkan gadis ini mendahului kehendak mu, lalu bagaimana aku meyakinkan suamiku ya Allah" gumam Aisyah dalam doanya
Ia kembali meminta petunjuk sang maha kuasa, ia yakin pilihan yang ditakdirkan oleh-Nya tidak pernah salah.
"Cukup Azizah... Aku mohon hentikan, aku tak kuat lagi" Farid membalikkan tubuhnya, ia berlutut di sisi ranjang Azizah sembari memegang tangannya. Ia memohon pada Azizah untuk menghentikan keinginan konyol itu, ia sudah tak kuat lagi dengan situasi yang begitu pelik. Parasnya memerah, ia seakan menyerah dengan pilihan sulit itu.
"Mas Farid... berdirilah" pinta Azizah semakin bersedih melihat Farid seperti itu
"Mas, ayo berdiri" kata Aisyah mencoba mengangkat lengan kekar suaminya
__ADS_1
"Aku tidak akan berdiri sampai Azizah menyadari kalau aku tak mungkin menikahinya" teriak Farid kekeuh dengan keyakinannya, Karena emosi ia membentak Aisyah, ia juga kesal dengan sikap Aisyah yang terlalu baik. Sekuat tenaga ia menjunjung tinggi kesetiaannya, Aisyah malah mencoba mematahkannya