
"Ah... sakit dokter... Uh..uh... rasanya ingin mengejan sendiri dok." teriak Aisyah masih dalam posisinya, kedua tangannya mencengkram kelambu dikedua sisi tangannya
Dua orang dokter dan juga dua orang perawat langsung memeriksa dirinya, Salah seorang dokter memberikan isyarat untuk mempersiapkan proses kelahirannya sekarang.
Dokter kandungan itu meminta Aisyah untuk menelentangkan tubuhnya dengan posisi kedua kaki naik dan dagu menempel di dada
"Tarik nafas dalam-dalam ya bunda, buang perlahan lalu dorong" instruksi dari dokter tersebut
Farid membantu memegang kepala istrinya ke arah dada dengan posisi setengah duduk. Lalu Aisyah memegang kedua pahanya dengan sangat erat sambil mempraktekkan instruksi dari dokter.
Aisyah pun menahan rasa sakitnya, ia mulai mengambil nafas panjang, sekuat tenaga ia mengejan, dan akhirnya
"Oe...oek....oek..."
Suara tangisan bayi laki-laki dan bayi perempuan membuat pecah di dalam ruangan bersalin. Tubuh Aisyah langsung lemas, Farid pun turut lemas tak bertenaga lagi, Farid memeluk istrinya dan menciumi tangan istrinya, ia merasa bangga dengan istrinya, ternyata beginilah proses wanita melahirkan bayi-bayinya, sungguh tidak mudah, begitu banyak perjuangan, dalam hitungan detik, menit, dan jam, begitu berarti baginya.
Sebagai seorang suami ia turut menyaksikan seorang istri yang berjuang antara hidup dan mati, memperjuangkan kehidupan yang layak diperjuangkan. Sungguh menjadi ibu adalah suatu proses yang mulia, perjuangan hebat itu akhirnya terbayarkan dengan keberadaan bayi kembarnya yang baru saja lahir ke dunia dengan selamat.
Umi tampak menitihkan air matanya, air mata kebahagiaan, ia juga tak henti mengucap syukur pada sang ilahi, Allah telah memberikan pertolongan-Nya.
"Selamat bayi kembar kalian lahir dengan sehat dan normal, Bayi laki-lakinya ganteng sekali, beratnya 3,3 kilogram dan panjangnya 50cm. Yang perempuan juga cantik, beratnya 2,9 kilogram dengan panjang 49cm. Selamat ya pak, bunda... selamat atas kelahiran bayi kembarnya" Kedua Dokter menggendong bayi kembarnya, dan meletakkannya di atas dada sang bunda.
"Terimakasih dok" jawab Aisyah dan Farid.
Aisyah berinisiatif untuk memberikan asi eksklusif pada bayinya, tetapi saat itu payudaranya belum bisa mengeluarkan ASI.
"Dok saya ingin menyusui bayi saya" ucap Aisyah lirih, kedua tangannya masih memeluk si kembar yang tengkurap di perutnya, Farid tampak membantunya memegangi si kembar yang masih terliput kain.
"Tidak papa bunda, kita bawa si kembar ke ruang bayi dulu ya, nanti setelah 6 jam kemudian kita coba lagi untuk menyusui si kembar" terang sang dokter dengan bahasa lugasnya, kedua dokter itu mengendong si kembar lalu meletakkannya ke dalam kereta inkubator, tampak sang dokter mengisyaratkan pada perawat untuk mendorong kereta inkubator ke luar ruangan bersalin.
Umi berdiri di samping Aisyah, beliau mencium kening Aisyah sambil menemani Aisyah dalam proses pembersihan, sedangkan Farid, dia ikut ke ruangan bayi bersama kedua perawat tadi. Sebagai orang seorang ayah ia sudah tak sabar untuk mengadzani kedua bayi kembarnya
Disunnahkan mengumandangkan adzan pada telinga bayi saat ia baru lahir, baik bayi laki-laki maupun perempuan, dan adzan itu menggunakan lafadz adzan shalat. Sekelompok sahabat kita berkata, 'Disunnahkan mengadzani telinga bayi sebelah kanan dan mengiqamati telinganya sebelah kiri, sebagaimana iqamat untuk shalat.
Setelah selesai mengadzani kedua bayinya, Farid bergegas kembali ke ruangan bersalin untuk menemani sang istri
__ADS_1
Di dalam ruangan bersalin salah seorang dokter membantu membersihkan noda darah di area tubuh bawahnya, terlihat dokter lainnya yang di bantu oleh kedua orang perawat tengah selesai dalam tugasnya. Setelah selesai semua beberapa perawat mendorong ranjang Aisyah untuk dipindahkan ke ruangan VIP perawatan khusus.
Setelah enam jam kemudian dua orang perawat datang dengan kereta bayi. Si kembar sudah datang, Aisyah duduk di sisi ranjang, ia ingin kembali mencoba menyusui si kembar, tetapi lagi-lagi ASI-nya belum keluar, dia menangis melihat bayi perempuan yang menangis karena tak bisa meminum ASI-nya.
"Nggak keluar Umi" Aisyah menatap manik ibunya, ia tak kuasa menahan air matanya
"Sabar nak, kita berikan susu formula dulu saja, nanti setelah ASI mu keluar kamu bisa menyusui si kembar" ucap Umi sambil menggendong cucu laki-lakinya.
Farid menggendong bayi perempuannya dari tangan Aisyah, lalu seorang perawat memberikan susu formula untuk mereka, Farid dan Umi membantu menyuapi botol susu kepada si kembar yang lucu dan imut itu
"Selamat ya Is, kamu sudah melahirkan bayi kembar yang lucu-lucu, semoga kalian semua diberikan kesehatan dan selalu dalam lindungan Allah, oh ya sini Umi aku juga mau gendong si kembar." ucap Fina mendekati Umi yang sedang menggendong keponakannya yang berjenis kelamin laki-laki
"Aku juga pengen lihat Dede bayinya sayang" ucap Hamid turut mendekat menengok keponakan gantengnya, kemudian mereka berdua mendekat pada Farid yang menggendong si cantik. Fina mencium pipi si cantik, begitu juga dengan Hamid
"Semoga kita cepat ketularan ya sayang" ucap Hamid lagi, dia juga tak sabar untuk menanti kabar baik kehamilan istrinya
"Amin ya rabbal allamin" semua orang mengamininya
__ADS_1
Setelah beberapa menit kemudian Abi Thalib datang, beliau langsung memeluk putrinya, membisikan petuah-petuahnya, kedua matanya tampak berair, tak bisa membendung air mata bahagianya.
Abi Thalib tampak menitihkan buliran bening dari kedua pelupuk matanya, beliau kemudian bergeser ke belakang untuk melihat cucu-cucunya. Dengan penuh kelembutan beliau mencium si kembar secara bergantian.
Sungguh nikmat Tuhan yang tiada duanya, memiliki dua bayi kembar yang lucu-lucu, semua orang pun turut merasakan kebahagiaan yang mereka rasakan. Semoga kedua bayinya selalu dalam lindungan Allah SWT
“Ya Allah, jadikanlah ia (bayi) orang yang baik, bertakwa, dan cerdas. Tumbuhkanlah ia dalam Islam dengan pertumbuhan yang baik.” Abi Thalib memanjatkan doa untuk kedua cucu kembarnya
Semua keluarga tampak bahagia dengan kelahiran si kembar, khususnya Farid dan Aisyah, yang kini telah menjadi orang tua baru, impian mereka untuk membina rumah tangga yang lengkap akhirnya terwujud juga
\*\*\*
Sebagai seorang ibu yang berjuang untuk memberikan kehidupan bagi anak-anaknya, terutama ketika mencoba untuk menghadirkan buah hati ke dunia. Perjuangan yang penuh dengan tantangan sekaligus membuat bunda bangga menjadi seorang wanita yang sempurna.
Begitu dalam dan mulia makna seorang Ibu, dengan jasa besar mereka, kemudian tercetus ungkapan “**sorga** ada di telapak kaki ibu”, yang artinya siapapun yang tidak sujud dan hormat kepada sosok bernama IBU, maka mereka tidak akan mendapatkan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Karena Ibu adalah seseorang yang paling mencintai kita di dunia ini. Pengorbanannya untuk kita sungguhlah luar biasa. Bahkan sebesar apapun pengorbanan yang kita lakukan untuk beliau, tidak ada bandingannya dengan pengorbanan seorang ibu kepada anaknya.
Ibu adalah tempat kita bersandar saat kita lagi terpuruk dalam menjalani hidup ini. Tapi terkadang saat kita mendapat kebahagiaan, kita lupa berbagi dengan ibu. Padahal dari sebuah do'a ibu lah kita diberi anugrah kebahagiaan tersebut oleh Tuhan. Bahkan para ustadz bilang, bahwa restu/ridho Allah itu tergantung dari restunya orang tua, terutama restu sang ibunda.
__ADS_1