Menikah Yang Ke-dua

Menikah Yang Ke-dua
Racun sianida untuk Aisyah


__ADS_3

Rani melangkah tertatih menaiki podium pelaminan, meski wajahnya tampak keriput dan kempot, parasnya masih dihiasi lekuk senyum yang mengembang, dia tampak bersemangat untuk menjalankan rencananya.


"Selamat ya dokter Hamid, selamat ya mbak, saya mohon maaf karena pernah menyakiti hati kalian semua" tutur Rani pura-pura menyesali perbuatannya, padahal dari hati kecilnya penuh umpatan keji yang ia lontarkan kepada mereka.


"Terimakasih mbak Rani sudah datang" jawab Hamid, sedangkan Fina hanya memancarkan senyum dengan keterpaksaan saja. Fina pura-pura senang menjabat tangan Rani


Rani mengangguk sembari sedikit membungkuk, lalu ia menatap paras cantik Aisyah, dengan kepura-puraannya ia menjabat tangan Aisyah sambil memeluknya "Mbak Aisyah, maafin atas segala kesalahan saya ya mbak" bisiknya


"Iya mbak Rani, aku juga mohon maaf bila banyak salah" perlahan Aisyah melepaskan pelukannya, ia merasa ada sesuatu yang mengganjal di dalam perutnya, sepertinya kedua bayinya tidak senang bundanya berpelukan dengan Rani


"Mbak Rani silahkan dinikmati hidangannya" tutur Aisyah mengalihkan perhatian Rani yang membuatnya merasa tak nyaman


"Nak Rani silahkan nikmati hidangannya di bawah, mohon maaf kami akan berfoto bersama keluarga kami" imbuh Umi juga merasakan ketidak nyamanan dengan kehadiran Rani di acara yang membahagiakan itu


Rani pun turun dari podium pelaminan, dia berjalan menuju meja panjang yang berisikan berbagai macam hidangan mewah, yang disajikan untuk para tamu undangan


Dengan sinisnya ia melihat kebersamaan keluarga Farid dan keluarga mempelai pria. Dia semakin membenci lekuk senyuman yang diperlihatkan oleh Aisyah, apa lagi perut buncitnya itu juga menambah kebenciannya. Karena dia merasa Aisyah tak layak mendapatkan kebahagiaan itu, ia begitu membenci kehamilan Aisyah karena dia yang dulu tak kunjung hamil, dan sekarang ia tak bisa memiliki keturunan karena rahimnya sudah diangkat. Dia ingin Aisyah tak akan pernah memiliki keturunan, agar bernasib sama seperti dirinya


Rani mengambil gelas yang berisikan jus jeruk, tangan kirinya merogoh benda kecil dari Sling bag merahnya. Ia mulai menaburkan sesuatu di dalam minuman itu, setelah merasa selesai ia memasukkan kembali botol kecilnya ke dalam Sling bagnya.


Beberapa menit kemudian, ia memanggil seorang pelayan lelaki yang berjalan dengan nampan kosongnya, Ia tampak membisiki pelayan itu "Mas tolong kasih jus ini ke mbak yang memakai gamis putih berkerudung tosca itu ya, nanti setelah acara ini selesai, aku akan memberikan 20 juta untuk mu" bisik Rani tepat di telinga pelayan lelaki itu.

__ADS_1


"Baik mbak, akan saya lakukan" jawab si pelayan lelaki, sepertinya waiters itu langsung menyetujui permintaan Rani karena tergiur dengan sejumlah uang yang Rani janjikan


Rani sudah memasukkan bubuk sianida ke dalam gelas jus yang diberikan pada pelayan tadi, tanpa sepengetahuan siapa pun ia berhasil menjalankan separuh rencananya. Dia tampak menikmati kue sambil terus mengawasi lelaki suruhannya.


Setelah usai mengabadikan momen bahagia bersama keluarganya, Aisyah turun dari podium pelaminan bersama Farid.


Ia merasakan dahaga, tenggorokannya terasa kering, seperti terhidrasi.


"Nyonya ini minumnya" ujar seorang pelayan pria, menyodorkan nampanya yang berisikan segelas jus jeruk


"Terimakasih mas, mas Farid mau?" jawab Aisyah segera mengambil gelasnya, tetapi sebelum meminumnya, seperti biasa ia menawarkannya terlebih dahulu untuk suaminya, bahkan mereka sering berbagi segelas minuman untuk berdua. Setelah itu waiters tadi langsung bergegas pergi meninggalkan mereka berdua. 


Akhmad yang baru  turun dari  podium,


Tanpa memikirkan apapun adik Aisyah satu-satunya itu langsung meneguk minumannya, rasa dahaganya seketika hilang. Tetapi dalam waktu singkat tubuhnya tiba-tiba bereaksi aneh, denyut jantungnya melambat, tekanan darahnya  turun secara drastis, tubuhnya mengejang, kedua tangannya memegangi lehernya yang kesulitan bernafas, Akhmad pun roboh ke lantai dan tak sadarkan diri


Beberapa tamu yang melihat langsung turut mendekat memadati sisi tubuh Akhmad yang tergeletak di lantai


"Mad kamu kenapa Mad" Aisyah segera duduk mengangkat kepala adiknya di pangkuannya, ia mengelus berulang pipi adiknya.


"Mad kamu kenapa? sadar Mad... Mad" Farid turut khawatir dengan kondisi Akhmad yang tak merespon suara mereka, tubuhnya terus mengejang, melotot, dan sekarang bibirnya mengeluarkan busa berwarna putih kental senada dengan warna putih susu

__ADS_1


"Mas, Akhmad keracunan... cepat bawa ke rumah sakit mas" Teriak Aisyah dengan raut wajah paniknya


Saat itu juga Farid langsung menggendong tubuh Akhmad yang terus-menerus mengejang, ia berlari keluar dari kerumunan ke arah pintu keluar. Aisyah pun turut berlari tanpa menghiraukan kehamilannya, rasa panik itu membuatnya lupa kalau dirinya telah berbadan dua. Abi dan Umi yang melihat sosok Farid tengah berlari sambil menggendong putranya, mereka langsung berlari mengikuti menantunya.


Acara resepsi pernikahan pun terlihat gaduh, semua orang ingin mengetahui apa yang terjadi di tengah-tengah kerumunan tersebut. 


Dari atas podium Fani dan Hamid menghentikan acara menyalami para tamu undangan yang naik ke podium untuk mengucapkan selamat.


"Pah.. tolong handle acaranya ya, kami berdua harus melihat adiknya mbak Aisyah dulu" kata Hamid memasrahkan acara tersebut pada papanya


Setelah itu mereka berlari dengan bergandengan tangan, mengejar sosok keluarganya yang berlari keluar gedung. Fina tampak kerepotan dengan gaun panjangnya, suaminya membantu dirinya mengangkat gaun panjang yang menyapu lantai.


"Sial..., kenapa bukan Aisyah yang minum jusnya, Huh... wanita sialan itu masih saja beruntung, membuat ku naik darah saja" geram Rani sambil mengepalkan kedua tangannya. Ia merasa kesal karena rencananya telah gagal dan salah sasaran.


Pembunuhan bukanlah perkara biasa. Islam menggolongkan pembunuhan (tanpa hak) sebagai dosa besar kedua setelah syirik.


PEMBUNUHAN itu sangat dilarang dalam Islam atau agama apapun. Ini merupakan kejahatan tingkat tinggi, apalagi kalau pembunuhan itu dilaksanakan dengan sengaja. Biasanya efek pembunuhan itu akan berdampak berkepanjangan sehingga menimbulkan dendam kusumat antara keluarga terbunuh terhadap keluarga atau pembunuh itu sendiri. Kondisi dendam tersebut bisa membuat orang yang tadinya berperilaku baik, bisa menjadi pemberontak karena titik kelemahannya sedang dipertaruhkan


"...wala taqtulun nafsal latiy harramallahu illa bilhaq..."(...jangan membunuh nyawa yang diharamkan Allah kecuali dengan kebenaran...). Larangan ini berlaku umum untuk semua nyawa baik manusia maupun hewan, kecuali yang dihalalkan Allah sebagaimana terhadap tiga model manusia di atas tadi atau hewan nakal yang mengganggu manusia dan hewan yang disembelih dengan nama Allah. 


Kejahatan yang Rani perbuat sudah tak bisa dimaafkan lagi. Padahal Allah sudah menegurnya dengan rasa sakit, tetapi ia masih belum sadar dengan kesalahannya

__ADS_1


Pintu taubatnya seakan tertutup rapat, disisa hidupnya, ia abdikan untuk membalas dendam saja


__ADS_2