
Setelah selesai menunaikan sholat malam, mereka berdua bergegas naik ke atas ranjang, Farid langsung memeluk tubuh Aisyah, mereka pun akhirnya tertidur pulas.
Keesokan harinya, ada tamu dari pihak agen penyalur tenaga kerja. Kemarin Farid memang menelfon agen tersebut untuk meminta seorang babysitter yang bertugas membantu merawat kehamilan istrinya dan juga menjaga kedua bayi kembarnya kelak jika sudah lahir. Karena kondisi kehamilan Aisyah semakin hari pasti perutnya semakin besar, jadi ia memutuskan untuk menggunakan jasa baby sitter untuk istrinya.
Kali ini Farid memutuskan hal ini sendiri tanpa memberi tahu istrinya, ia yakin kalau membicarakan hal ini dengan Aisyah terlebih dahulu pasti dia akan menolaknya dengan berbagai alasan, ia paham sifat Aisyah yang mandiri dan tidak mau merepotkan orang lain, selama ia bisa atau mampu mengerjakan akan ia lakukan sendiri.
Tetapi sekarang berbeda, Aisyah tengah mengandung dan ini adalah pengalaman pertamanya. Meskipun ada Umi yang juga membantu dirinya, tetapi ia tetap khawatir dengan kondisi istri dan calon bayinya. Ia memilih Baby sitter yang lebih berpengalaman di bidang kebidanan dari mulai pola makan dan olahraga untuk ibu hamil, Baby sitter itu sudah berpengalaman dalam bidang tersebut
"Maaf tuan, nyonya, saya Ema dari agen baby pink." ucap Ema wanita 25 tahun yang terlihat kalem dan lugu. Usia wanita itu hanya terpaut lebih muda dua tahun dari Aisyah dan Fina
"Oh... Ya mari silahkan masuk"
Jawab Farid sedikit kikuk
Aisyah menatapnya dengan tatapan penuh tanya.
"Mari silahkan masuk mbak" seru Aisyah, ia tidak mungkin langsung menanyakan rasa penasaran nya di depan Ema. Tentunya ia lebih menghargai perasaan Baby sitter itu.
Ema mulai masuk ke dalam ruang utama, Aisyah mempersilahkan duduk, lalu ia meminta bi Inah untuk membuatkan minuman untuk Ema. Dan kemudian ia mengajak Farid untuk ke kamar sebentar.
"Mas Farid, ayo ke kamar dulu"
Di dalam kamar, Aisyah meminta suaminya untuk duduk di sofa, ia mulai menyuarakan kegelisahannya.
__ADS_1
"Mas Farid... ! Kenapa mengambil jasa baby sitter, kan bayi kita belum lahir mas, usia kandungan ku juga masih jalan tiga bulan loh mas, apa nggak nanti saja kalau sudah delapan atau sembilan bulan"
Farid menggenggam kedua tangan istrinya, ia meletakkan tangan istrinya tepat di bidang dada kekarnya.
"Mas minta maaf ya sayang, sebenarnya aku nggak bermaksud memutuskan masalah ini sendiri, tetapi aku tahu kamu pasti nggak bakal mengijinkan. Sayang aku mau kehamilan pertama kamu ada seorang yang benar-benar tahu di bidang kehamilan yang bisa mengawasi dan memperhatikan pola makan dan juga perkembangan bayi kita." Jelas Farid memberikan pengertian kepada istrinya, ia ingin memberikan yang terbaik untuk istrinya, itu adalah salah satu wujud rasa terimakasihnya pada sang istri.
"Iya mas, Sebenarnya ini terlalu berlebihan menurutku, karena ada Umi juga yang membantu. Tetapi tidak papa mas, semuanya sudah terlanjur, semoga saja kedepannya mas bisa lebih terbuka lagi dengan Ais ya" tutur Aisyah dengan senyum yang berembun
"Iya sayang, sekali lagi mas minta maaf ya" kata Farid tak enak telah menyakiti perasaan istrinya
Ketika melihat expresi wajah suaminya yang tegang penuh penyesalan, sontak ia memeluk tubuh suaminya
"Sudah jangan meminta maaf lagi mas, Ais tahu mas Farid sangat menyayangiku. Mas ingin memberikan yang terbaik untuk ku, Zauji Al habiibu, suamiku tercinta"
Farid tersenyum bahagia
"Nahaarii kaadihun hattaa idzaa mas udtu liulbait. Laqiituki fanjalaa annii dhonaaya idzaa mas tabgasasmti.
Hari hariku yang terasa lelah ketika aku kembali ke rumah dan bertemu dengan mu. Maka lenyaplah keletihan ku ketika melihat mu tersenyum" imbuh Farid sembari memegang dagu istrinya
"Uhibbuki mitsla maa anti uhibbuki kaifa mas kunti, antii habiibatii anti.
Aku menghargai apapun dirimu bagaimana pun keadaan mu, karena engkaulah cintaku" jawab Aisyah dengan senyum simpulnya
__ADS_1
Farid mencium kening istrinya dengan penuh cinta, ia begitu mensyukuri anugerah yang telah Allah berikan, Allah telah mengirimkan wanita berhati mulia untuk menemani hidupnya. Cinta mereka berlandaskan atas nama Allah, insyaallah akan berujung kebahagiaan juga.
Setelah selesai berbicara dari hati ke hati, mereka berdua kembali ke ruang utama.
"Bi tolong antarkan Ema ke kamarnya, jangan lupa tunjukkan juga kamar mandinya untuk dia segera mandi." titah Aisyah dengan tutur lembut bahasanya
"Baik nyonya, mari mbak saya antar ke kamar. Kamar mandinya yang itu, terus itu kamar kamu" ucap Bi Inah menunjukkan kamar mandi dan juga kamar untuk Ema
"Baik Bik... Terimakasih." Ema bergegas masuk dengan menenteng tasnya dan ia mulai merapikan semua pakaiannya ke dalam almari, setelah itu ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri
Di ruang utama tampak Umi terlihat bertanya perihal Ema
"Siapa wanita tadi nak?" Tanya Umi
"Itu baby sitter baru Umi, ia yang akan membantu Aisyah dan menjaga si kembar nantinya" jawab Farid
"Terimakasih nak Farid, kamu sudah menjaga dan memberikan yang terbaik untuk putri Umi, Aisyah beruntung memiliki suami baik seperti nak Farid" ungkap Umi dari lubuk hatinya yang paling dalam, ia sangat bersyukur memiliki menantu baik dan penyayang seperti Farid
"Iya Umi, Ais sangat bersyukur mempunyai imam yang baik seperti mas Farid" imbuh Aisyah
"Terimakasih sayang, terimakasih Umi. Ini semua juga tak lepas oleh campur tangan Allah, semoga Allah tetap menuntun kita dijalanya, amin"
"Amin ya rabbal allamin" jawab Aisyah barengan dengan Uminya
__ADS_1