
Hati Aisyah mulai luluh, ia akhirnya bersedia ikut dengan Fina ke kota untuk menemui Farid yang tengah koma di rumah sakit.
Ia meminta Fina untuk tinggal terlebih dahulu karena memang sudah larut malam, mereka berencana berangkat ke kota keesokan harinya.
Di dalam kamar Aisyah dan Fina tidur seranjang, mereka berdua tidur di kamar Aisyah. Fina masih terjaga, ia masih penasaran dengan masalah yang menimpa kakaknya dan sahabatnya itu.
Kenapa di dalam komanya kakaknya selalu menyebut nama Aisyah.
Fina menatap langit-langit kamar sahabatnya, ia mulai menyuarakan isi hatinya
"Is..
Kamu belum tidur kan"
"Hem iya Fin" jawab Aisyah lirih, meskipun kedua netranya terpejam tetapi ia juga masih terjaga
"Sebenarnya ada masalah apa sih Is, antara kamu sama kak Farid. Sepertinya kakakku sudah jatuh hati padamu deh Is" terang Fina gamblang. Ia menduga kakaknya telah jatuh cinta pada Aisyah.
"Jangan bicara ngelantur Fin, tidak mungkin mas Farid mencintai wanita janda seperti ku. Diluar sana masih banyak wanita muda yang belum menikah yang tentunya lebih pantas untuk kakakmu" Aisyah mengelak perkataan sahabatnya itu dengan nada sopanya.
"Lalu kenapa kamu tiba-tiba memutuskan untuk pulang kampung? Apa kak Farid menyakiti hatimu...?" Tanyanya lagi masih penasaran.
"Ayo tidur Fin aku ngantuk" terang Aisyah mengalihkan pembicaraan sahabatnya.
Perlahan mereka berdua mulai terlelap.
Di dalam tidurnya Aisyah bermimpi, ia memimpikan sosok lelaki berpakaian putih tinggi kekar, dari kejauhan wajah itu mirip sekali dengan wajah Farid.
Tangannya melambai ke arahnya, dia memancarkan binar senyuman yang begitu menyejukkan.
Di alam bawah sadar itu ia berlari mencari binar senyuman yang menyejukkan hatinya. Semakin ia berlari sosok itu semakin memudar dari pandangannya.
__ADS_1
Ia terbangun dari tidurnya, menoleh ke samping kanannya. Ada Fina yang terlelap dengan suara dengkurannya.
"Apa maksud mimpi ku... Kenapa aku mengejar mas Farid. Senyuman itu begitu menyejukkan hati ku" gumamnya sembari mengingat mimpi indahnya.
Aisyah benar-benar terjaga sampai adzan subuh menyadarkannya dari lamunannya.
Ia membangunkan Fina untuk menunaikan sholat subuh bersama.
Setelah itu Aisyah keluar dari kamarnya, seperti biasa dijam segitu Umi sudah mulai memasak makanan untuk sarapan keluarganya. Ia pergi ke dapur untuk membantu ibunya menyiapkan menu sarapan.
Sedangkan Fina kembali naik ke atas ranjang, usai shalat ia kembali tidur karena masih mengantuk.
Di dapur Aisyah membantu ibunya memotong sayuran sambil mengobrol tentang arti mimpinya semalam.
"Umi... Ais mau tanya, semalam Ais mimpi... Ais melihat senyum seorang lelaki yang sangat menyejukkan hatiku. Tetapi lelaki itu bukan mas Anwar Umi" terang Aisyah bertanya pada ibunya.
"Mungkin lelaki itu jodoh yang dikirimkan Allah untukmu nak, dialah yang akan menggantikan Anwar di hatimu." Jawab ibunya menyimpulkan arti mimpi anaknya.
"Kenapa Ais... Minumlah dulu" tanya Umi sambil memberikan segelas air putih untuknya
"Emh tidak papa Umi" jawabnya ragu.
Ini tidak bisa dipercaya, tidak mungkin lelaki yang ada dimimpinya itu adalah jodoh terakhirnya. Sebenarnya takdir seperti apa yang akan dianugerahkan Allah untuknya.
Usai sarapan bersama, ia dan Fina memohon izin kepada kedua orang tuanya untuk ikut ke kota dengan alasan ingin menjenguk Farid.
Diperjalanan menuju kota, hati Aisyah mulai dilanda kegundahan. Ia masih bingung dengan perkataan ibunya soal mimpi itu.
🍁🍁🍁
Sampailah mereka berdua di kediaman Farid. Sebelum pergi ke rumah sakit mereka berdua membersihkan dirinya masing-masing, lalu segera pergi ke rumah sakit.
__ADS_1
"Ayo masuk Is" ajak Fina ketika Aisyah menghentikan langkahnya di depan pintu ruang ICU
Kemudian Fina menggandeng tangan sahabatnya, perlahan mereka melangkah memasuki ruangan steril itu.
Kedua matanya menatap sosok lelaki yang tengah berbaring di atas ranjang singlenya. Ada alat bantu pernapasan yang menempel di hidungnya, juga ada selang infus di bagian kiri tangannya.
"Duduklah Is" kata Fina mempersilahkan Aisyah duduk di satu kursi di dekat ranjang kakaknya
"Cepat bicaralah dengannya Is... Siapa tahu setelah mendengar suara mu kak Farid akan bangun" imbuh Fina memintanya bicara pada kakaknya
"Aisyah.... Aku mencintaimu...
Tolong selamatkan aku" Farid kembali mengigau dari tidur panjangnya
"Deg" jantung Aisyah berdegup tak karuan, perkataan Farid itu semakin menggundahkan hati dan pikirannya.
"Kamu dengar sendiri kan Is,
Cepat bicaralah Is... Buat kakak ku sembuh... Please bicaralah Is" Fina kembali memohon dengan mengatupkan kedua tangannya.
"Aku harus bicara apa Fin? Aku bingung" kata Aisyah semakin bingung
Ketika samar-samar telinga Farid mendengar suara wanita pujaannya, perlahan kedua netranya terbuka. Ia menatap langit-langit di ruangan itu, kemudian menoleh menatap sosok Aisyah.
"A.... Aisyah... Menikahlah denganku?" Katanya dengan nada terbata
***
Akankah Aisyah mau menerima lamaran Farid yang begitu mengejutkan dirinya itu.
Cinta memang bisa merubah segalanya yang tak mungkin menjadi mungkin, yang jauh menjadi dekat, yang membenci menjadi mengasihi.
__ADS_1