Menikah Yang Ke-dua

Menikah Yang Ke-dua
Ciuman yang memaksa, Aisyah marah


__ADS_3

Di ruangan bosnya Aisyah mengungkapkan kegundahan hatinya. 


"Apa sikap karyawan kepada ku itu juga karena pak Farid?" Tanyanya menatap mata tajam lawan bicaranya


"Tentu saja aku harus melindungi wanita yang akan menjadi istri ku" katanya sembari tersenyum licik


"Sebenarnya apa yang diinginkan lelaki ini" gumam Aisyah dalam hatinya. Ia semakin bingung dengan sikap Farid padanya.


"Aku mohon jangan bicara yang tidak-tidak Pak, ini bukan bahan candaan. Tolong hormati saya seperti saya menghormati anda" Aisyah kembali menegaskan pada bosnya untuk tidak bercanda kelewat batas


"Aku tidak pernah bercanda dengan perkataan ku, akan aku buktikan kesungguhan ku" terang Farid meyakinkan Aisyah


Aisyah bergegas menuju meja kerjanya. Ia mulai fokus dengan pekerjaannya.


Dari kejauhan Farid tengah memandangi paras cantiknya. "Bagaimana aku meyakinkan wanita ini, kalau aku benar-benar ingin menikahinya. Sudah waktunya aku melepas masa lajangku. Aku tak mau teman-teman ku selalu mengataiku bujang lapuk" suara hati Farid


Selang beberapa jam kemudian ada seorang kurir yang mengantarkan buket bunga mawar untuk Aisyah.


"Nona Aisyah ada kiriman bunga untuk anda" seru sang kurir


"Aisyah menatapnya bengong, kedua tangannya mengambil buket bunga itu, bunga yang sangat cantik dengan binar merah hati. 


Ia mengambil amplop merah yang terselip di buket bunganya. Dengan rasa penasaran ia membuka surat kecil itu


"Ketika aku menatap wajah mu, aku sadar, aku telah menemukan cermin jiwaku... I love you Aisyah" 


                               Yang mengagumi mu

__ADS_1


                                           Farid


Aisyah mengira tulisan romantis dan buket bunga itu dari Anwar, setelah ia mengetahui hadiah tersebut dari Farid, dengan wajah kesal ia mengembalikan bunga itu pada Farid.


"Maaf pak Farid, saya tidak bisa menerimanya" Aisyah meletakkan bunganya di meja kerja bosnya.


Kemudian ia kembali ke bangkunya.


Sejam kemudian ada seorang kurir lagi yang mengirimkan cokelat untuknya.


Aisyah kembali menerima hadiah tersebut, ia yakin hadiah keduanya adalah dari Anwar, karena Anwar tahu betul ketika dirinya bersedih mantan suaminya itu selalu memberikan cokelat untuknya.


Dengan binar bahagia ia membuka satu coklatnya, segera ia menggigit coklat tersebut dengan perasaan bahagianya.


"Hemh.... Enak banget coklat dari mas Anwar" gumamnya sambil menggigit lagi cokelatnya yang benar-benar nikmat itu


"Meski aku bukan orang pertama, kedua, dan ketiga dalam hatimu, aku harap bisa menjadi yang terakhir dalam hati dan hidupmu."


                           Yang mengagumi mu


                                           Farid


Mulutnya kelu, coklat yang berada di rongga mulutnya langsung tertelan begitu saja. 


"Bagaimana ini" kesalahan terbesarnya adalah memakan cokelat tersebut tanpa membaca suratnya terlebih dahulu. 


Aisyah  melirik ke arah Farid.

__ADS_1


Farid yang dari tadi tak bisa berpaling darinya, Ia memancarkan senyuman menggoda pada Aisyah.


"Ini cokelat bapak, maaf aku sudah memakannya sebagian" kata Aisyah sambil meletakkan cokelatnya di meja bosnya


"Kamu ya? Kesabaran ku sudah habis" Farid menggebrak mejanya lalu ia melangkah mendekati Aisyah.


Tubuhnya gemetar ketakutan, ia mundur dua langkah ketika Farid mendekatinya dengan wajah marahnya.


"Cup Muah" kedua tangan Farid memegang pipi Aisyah, dengan sigap ia langsung mencium bibir peach Aisyah.


"Plaakkk" sontak Aisyah mendaratkan satu tamparan untuk bosnya


"Pak Farid apa yang anda lakukan ini dosa besar" seru Aisyah disertai dengan tangisannya, ia tak menyangka lelaki yang ia hormati itu malah berbuat yang tidak pantas padanya, ia merasa malu dengan dirinya sendiri, Farid tengah mempermalukan kehormatannya sebagai wanita 


"Hahaha salah sendiri, jadi wanita terlalu bodoh. Kamu sudah dibutakan oleh cintamu pada Anwar. Mulai sekarang aku akan membuat mu melupakan si brengsek itu." Terang Farid 


Hatinya merasa menang telah mendapatkan satu kecupan bibir mungil dari wanita berhijab itu.


"Brak" Aisyah meletakkan  dokumennya di atas meja dengan kasar


"Saya mengundurkan diri dari perusahaan ini" terangnya dengan masih sesenggukan, ia tidak bisa mengabdikan dirinya pada bos yang sudah melecehkan kehormatan yang ia jaga.


Aisyah mengambil tasnya lalu bergegas pergi dari perusahaan tersebut, ia keluar dengan raut wajah yang penuh air mata.


Anwar yang melihatnya langsung khawatir padanya "Kamu kenapa dek, kenapa kamu menangis?" Tanya Anwar menghentikan langkahnya


Tanpa menjawab Aisyah tak memperdulikannya, ia merasa ternoda dan tak pantas mempertahankan cintanya pada Anwar

__ADS_1


Ia berlari keluar dari perusahaan tersebut. Ia ingin kembali pulang ke kampungnya, dia merasa tidak tenang berada di kota itu. Dimana hatinya pernah hancur berkeping keping, kini ia malah mengalami kejadian yang lebih parah, ia dilecehkan oleh bosnya, lelaki terhormat yang juga kakak dari sahabatnya.


__ADS_2