
Menikah Yang Ke-dua
Chapter 9
Suara kicauan burung di pagi hari menambah sejuknya suasana pagi. Pagi ini Aisyah sangat bersemangat sekali, ia harus lebih banyak bersyukur karena masih banyak orang yang menyayanginya, apalagi dukungan dari keluarga sangat besar, ditambah lagi support dari Fina sahabat kecilnya.
Jam 07.300
Aisyah sudah bersiap, masih dengan pakaian gamis dengan kerudung favoritnya ia menunggu Fina di teras rumah. Sesekali ia menengok handphonenya menunggu balasan messenger dari sahabatnya.
Selang beberapa menit kemudian Fina datang dengan mobilnya, dandanan Fina kali ini lebih santai, berbeda dengan pakainya tadi malam. Ia mengenakan celana jeans ketat dengan panjang dibawah lutut, dan atasan blouse yang sedikit terbuka di bagian dadanya.
Fina turun dari mobilnya, kedua mata Akhmad melotot melihat lekut tubuh seksi Fina. Ia sampai bengong, tak menyadari, bukanya tanaman yang ia sirami, tetapi gembor itu ia arahkan ke kakinya sehingga air itu mengalir membasahi kedua kakinya.
"Fina ayo masuk" kata Aisyah sembari menyambut kedatangan sahabatnya
Fina berjalan masuk kedalam rumah Aisyah, ia menoleh ke arah Akhmad yang tertegun melihatnya. "Hi Akhmad, sudah besar ya kamu... Makin gede... Makin cakep aja" Fina sengaja menggoda Akhmad, ia tersenyum ketika melihat tingkah lucu Akhmad
"Em.... Mbak Ais dia si... siapa, kok kenal Akhmad" tanya Akhmad gelagapan
"Masak kamu lupa Mad, dia kan mbak Fina teman kecil embak. Masak kamu lupa"jawab Aisyah
__ADS_1
"Ha...! Mbak Fina yang dulu gendut dan hitam itu ya?... Ups...!" Kata Akhmad keceplosan, ia ingat betul dulu waktu SMP Fina itu gendut, hitam dan dandanannya supel banget.
"Maaf mbak, aku nggak sengaja" imbuh Ahmad meminta maaf pada Fina
Karena kesal, Fina melengos sambil mencebikkan bibirnya.
"Jangan diambil hati ya Fin" kata Aisyah sembari menggandeng Fina masuk ke dalam rumah.
"Nak Fina apa kabar? Ayo silahkan duduk" Kata ibunya Aisyah sambil mempersilahkan duduk, sebelum duduk Fina mencium punggung tangan ibunya Aisyah "Baik Bu.. Bu Fatimah tampak awet muda ya" puji Fina
"Ah.. nak Fina bisa saja, ibu sudah tua, sudah ubanan nak" kata beliau tersenyum manis, beliau memang terlihat awet muda dan bugar meski usianya sudah kepala lima.
"Oya ibu buatin minum dulu ya"
"Ya sudah, Aisyah pamit dulu ya Umi. Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam... Hati-hati nak"
Mereka berdua keluar bersama-sama, Akmad tampak mengendap-endap di balik tanaman sambil mencuri pandang dengan Fina. Padahal usianya lebih muda 7 tahun dari wanita yang membuatnya terlihat terpesona itu.
Ketika masuk ke dalam mobil, Fina juga ikut masuk di bagian belakang. Ternyata Farid sudah ada di dalam mobil sejak tadi, ia duduk didepan setir mobilnya sambil menikmati Snack juga memainkan ponselnya.
__ADS_1
"Fin... Kakakmu nggak puasa ya? Apa dia non muslim?" Bisik Aisyah di telinga Fina. Fina hanya mengangkat telunjuknya menempelkan di bibir merahnya "Hust"
Seketika Aisyah terdiam, Farid mulai melajukan mobilnya, mereka bertiga akan mengunjungi makam kedua orang tua Fina.
Tiba-tiba Aisyah memberanikan diri, ia memulai pembicaraan dengan Farid.
"Untuk masalah tadi malam saya mohon maaf ya mas" ucap Aisyah sedikit canggung, tubuhnya sedikit gemetar ketakutan.
"Ngapain minta maaf, Fina juga udah ngejelasin kok. Saran aja sih, mending kamu ganti penampilan mu yang kuno itu dengan yang lebih modis lagi, biar suamimu mau balik ma kamu" terang Farid berkomentar sambil fokus menyetir.
"Maksud mas apa? Mas nggak berhak mengomentari penampilan ku, ini adalah kewajiban ku sebagai umat muslim. Emang mas nggak malu ya? Lihat diri mas sendiri, sudah tahu ini bulan puasa, dengan santainya menikmati makanan di depan orang berpuasa. Mas bukan muslim ya?" Kata Aisyah marah, ia tersinggung karena penampilannya dikritik oleh Farid.
"Kalau aku muslim, nggak puasa emang apa urusannya dengan mu" jawab Farid dengan santainya
"Astaghfirullah..." Aisyah mengelus dadanya berulang
"Sudah-sudah jangan bertengkar lagi, telingaku panas dengerin kalian bertengkar. Kak Farid juga, ngapain sih bilang kek gitu ke Aisyah, bisa nggak sih bicara manis sama wanita. Kalau kaya gini terus mana mungkin ada yang mau sama kakak, bisa-bisa kakak jadi bujang lapuk tau" ucap Fina juga jengkel dengan sikap kakaknya
"Kok kamu nyumpahin kakak gitu. Apa kamu mau aku mencabut semua fasilitas yang ku berikan?" Ancam Farid
Fina tak berani menjawab, ia hanya memanyunkan bibirnya. Ia takut bila ucapan kakaknya benar terjadi, selama ini ia sangat bergantung dengan kakaknya.
__ADS_1
Aisyah menggenggam tangan Fina, ia tahu apa yang dirasakan Fina, ia juga kesal sekali dengan Farid.