Menikah Yang Ke-dua

Menikah Yang Ke-dua
Farid mengalami kecelakaan


__ADS_3

Sore itu Farid melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia tak sabar untuk menemui Aisyah di kediamannya. Ia takut wanita itu akan pergi meninggalkan kediamannya karena perbuatannya yang sedikit tak berakhlak.


Di tengah perjalanannya, dari arus yang berbeda tiba-tiba ada sebuah mobil truk yang juga berkecepatan tinggi, tetapi truk tersebut sepertinya remnya blong jadi laju truk itu tidak stabil, oleng ke kanan dan ke kiri dengan gemuruh klakson yang berbunyi.


Farid segera menancapkan remnya karena truk di depannya telah melewati garis pembatas dan memasuki jalur yang ia lewati.


"Aaaahhhhhkkkkkk" teriak Farid saat truk itu akan menabraknya.


"Bruuuukkkk...."


Kecelakaan besar terjadi.


Mobil Farid terpental memutar-mutar sampai menabrak pohon besar. 


Kepalanya yang bersandar di stang setir dipenuhi darah yang menetes, sepertinya Farid tak sadarkan diri saat kecelakaan besar itu menimpanya.


Semua orang yang melewati jalur tersebut langsung menolong Farid, mereka mengeluarkan tubuh Farid yang berlumuran darah keluar dari mobilnya.


Seketika jalur itu dipadati oleh warga yang penasaran ingin melihat keadaan korban, salah seorang warga mengisyaratkan kalau supir truk itu sudah meninggal dunia, sedangkan lelaki muda yang ada di mobil mewahnya tak sadarkan diri. Sepertinya lukanya cukup parah.


Selang sepuluh menit kemudian mobil polisi datang, disusul dengan mobil ambulance.


Farid dan supir truk itu langsung di bawa oleh ambulance menuju rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit Farid dibawa ke ruang ICU. Sedangkan salah satu pihak polisi menghubungi keluarganya melalui ponselnya.

__ADS_1


Di kediaman Farid


Aisyah sudah mengepak semua pakaiannya, ia tidak bisa menjelaskan kepergiannya kepada sahabatnya, ia tak mau sahabatnya berselisih dengan kakaknya karena membela dirinya.


"Kamu kenapa sih Is, sebenarnya ada masalah apa? Kamu cerita dong" tanya Fina penasaran, ia kebingungan mencari tahu penyebab kesedihan temannya.


"Tidak ada masalah apapun Fin, aku cuma nggak kuat berada sekantor dengan mas Anwar" jawabnya meyakinkan Fina, salah satu kepergiannya, selain karena Farid juga karena Anwar mantan suaminya.


"Aku pulang ya Fin, terimakasih atas bantuannya, semoga Allah melindungi mu, dan jangan lupa untuk menunaikan shalat 5 waktu" terang Aisyah berpamitan pada sahabatnya


"Assalamualaikum"


Imbuhnya lagi, ia bergegas meninggalkan rumah Farid


Belum sampai menjawab salam dari sahabatnya, tiba-tiba ponselnya berdering, ada nama kakaknya yang tertera di layar ponselnya


Ia memberitahu kalau Aisyah baru saja pergi dari kediamannya.


"Halo selamat sore, ini dari pihak kepolisian kota mengabarkan bahwa saudara Farid Hardja Diningrat baru saja mengalami kecelakaan, dan sekarang tengah dirawat di rumah sakit kota" jawab polisi yang menangani kasus kecelakaan Farid


"Masya Allah... Kak Farid...!


Bagaimana keadaan kakak saya Pak?" Fina sangat terpukul mendengar kabar buruk yang menimpa kakaknya, seketika kedua pipinya basah oleh air mata.


"Kakak Anda masih diruang ICU, anda bisa datang langsung untuk melihat kondisinya. Sekaligus kami ingin meminta beberapa informasi tentang korban" terang polisi itu menjelaskan pada Fina

__ADS_1


"Iya pak saya kesana sekarang" jawab Fina langsung menutup telfonnya, ia bergegas ke kamarnya untuk mengambil tas dan kunci mobilnya. Kemudian ia buru-buru mengeluarkan mobilnya dari garasi menuju rumah sakit di pusat kota.


"Ya Allah lindungilah kakakku, semoga dia tidak kenapa-napa" doanya di sepanjang jalan.


Sesampainya di rumah sakit Fina langsung berlari menghampiri perawat di bagian informasi, ia menanyakan dimana ruangan tempat kakaknya dirawat.


Setelah mendapatkan informasinya, ia kembali berlari tertatih tatih menuju ruang ICU. Fina semakin khawatir dengan kondisi kakaknya, ia menunggu di luar ruangan karena tak diperbolehkan masuk. Sesekali ia berjinjit menengok kakaknya dari kaca jendela.


Fina mondar-mandir di depan pintu ICU, ia tak sabar menunggu dokter yang memeriksa kakaknya.


"Keluarga bapak Farid" kata seorang dokter yang baru saja keluar dari ruang ICU


"Saya Dok" jawab Fina segera menghampiri sang dokter


"Bagaimana keadaan kakak saya Dok? Kakak saya nggak papa kan dok" tanya Fina dengan kekhawatirannya


"Kepala pasien terbentur cukup keras, sehingga menyebabkan pendarahan yang cukup serius. Sementara pasien belum sadarkan diri, kita tunggu sampai proses selanjutnya, bila pasien belum juga siuman, maka kita akan melakukan tindakan lebih lanjut" terang sang dokter pada Fina.


"Apa saya boleh masuk dok? Saya ingin melihat kondisi kakak saya" tanyanya lagi. Buliran bening di matanya kembali menetes ketika mendengarkan penuturan sang dokter


"Maaf untuk sementara ini, pasien belum boleh dijenguk. Mohon bersabar demi kesembuhan pasien" terang dokter itu melarang Fina untuk menemui kakaknya


"Baik Dok, tolong sembuhkan kakak saya ya Dok" kata Fina memohon sembari memegang pergelangan tangan sang dokter


"Kami akan melakukan yang terbaik untuk kesembuhan pasien, anda berdoa saja semoga Allah memberikan kesembuhannya" setelah itu dokter pergi meninggalkan Fina.

__ADS_1


Fina duduk tertunduk lesu di kursi tunggu, ia terus menangisi kondisi kakaknya yang masih tak sadarkan diri.


__ADS_2