
Fina memutuskan untuk menjemput Aisyah, ia berangkat ke kampung bersama supir keluarga.
Selama Farid di rawat di rumah sakit, Fina meminta kepala manager Pak Sony untuk menggantikannya. Fina juga kocar-kacir mengatur jadwalnya, ia terpaksa harus meninggalkan kuliahnya untuk mengurus kakaknya serta menghendel semua toko kue milik kakaknya melalui online.
Selama satu hari penuh perjalanannya menuju kampung, akhirnya ia sampai juga ke rumah Aisyah.
Sekarang penampilannya sudah berbeda dengan yang dahulu, penampilan yang dulu seksi memperlihatkan indahnya lekuk tubuhnya, kini ia lebih memperhatikan penampilan yang tertutup serta sedikit longgar.
Malam itu ia memakai celana jeans berwarna hitam yang dipadu dengan atasan blouse berwarna merah hati, serta rambut hitamnya yang terurai panjang menambah keanggunannya.
"Tok ...tok..." Fina mengetuk pintu rumah Aisyah
"Tok ..tok ..tok .. permisi"
Ia kembali mengetuk berulang, karena jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, mungkin seluruh penghuni rumah sudah terlelap
Selang lima menit ia mengetuk pintu itu, akhirnya ada orang yang membukakan pintu untuknya. Dia adalah Akhmad dengan kaos putih polosnya serta berkalung sarung yang melingkar di lehernya. Ia mengusap usap kedua matanya "Bidadari ku... apa aku bermimpi" ucapnya tertegun melihat penampilan Fina yang anggun dan menawan.
"Heh.... Hadeh.... Kenapa mesti berhadapan dengan anak ingusan ini sih" kata Fina kesal
"Eh... Mbak hitam manis.... Ayo masuk mbak" Akhmad tersadar kalau itu bukanlah mimpi. Ia mempersilakan Fina masuk ke dalam.
__ADS_1
Fina hanya menggeleng tak percaya, lalu ia dengan sinis bergegas masuk ke dalam rumah.
"Mbak gendut, kok bertamu ke rumah orang tengah malam begini sih" Sindir Akhmad dengan senyum khasnya. Seluruh anggota keluarganya memang sudah tertidur di jam segitu.
"Iya maaf mengganggu mu, tolong bangunin Aisyah ya? Ini penting banget" pintanya memohon, padahal dia enek banget memohon sama anak jail seperti Akhmad
"Oke...!
Tapi cium pipiku dulu baru tak bangunin deh mbak Ais nya." Tutur Akhmad senang mengerjai Fina yang notabenenya wanita idolanya.
Fina langsung mencebikkan bibirnya, dengan sigap ia mengambil hilsnya lalu mengancam Akhmad yang jail itu
"Cepat bangunin, kalau nggak nih hils bakal melayang di pipimu"
Akhmad bergegas masuk ke dalam kamar kakaknya, dengan hati-hati ia membangunkan kakaknya.
"Mbak Ais... Bangun mbak, di luar ada mbak Fina mbak" perlahan ia menggoyang goyangkan lengan Aisyah
"Huam....." Aisyah menguap... Kedua matanya mulai terbuka lebar.
"Ini jam berapa Mad" tanyanya
__ADS_1
"Jam setengah sebelas mbak, itu mbak Fina ada di luar mau ketemu sama mbak, katanya penting" jelas Akhmad lagi
Aisyah segera mengambil jilbabnya, ia berjalan sambil mengenakan jilbab polosnya. Sebelum menemui Fina ia meminta Akhmad untuk membuatkan teh untuk sahabatnya itu.
Diluar tampak Fina tak sabar ingin memberi tahu sahabatnya.
"Fin... Kok kamu datang tengah malam begini, ada apa?" Tanya Aisyah yang melangkah mendekatinya.
"Maaf Is ini penting banget, ayo duduk sini" pinta Fina, Aisyah pun duduk disampingnya
"Is... Kak Farid... Dia koma, memanggil nama mu terus, tolong ikutlah ke kota ya Is, sepertinya kak Farid membutuhkan mu Is" Fina menjelaskan tujuan kedatangannya, dengan mata berkaca-kaca ia meminta sahabatnya untuk ikut bersamanya ke kota.
"Maaf Fin aku nggak bisa ikut bersama mu, aku tidak mau lagi berurusan dengan kakakmu... Tolong mengertilah Fin" tolak Aisyah, ia tak mau bertemu dengan orang yang sudah melecehkan harga dirinya sebagai wanita yang menjunjung tinggi kehormatannya.
"Kenapa Is... Sejak kepergian mu sampai sekarang ini kak Farid masih koma, sebenarnya diantara kalian ada masalah apa Is? Kakakku kecelakaan tepat di hari kepulangan mu" tanya Fina penasaran, ia yakin kecelakaan yang menimpa kakaknya ada hubungannya dengan kepergian Aisyah dari rumahnya.
Aisyah terdiam sejenak, hatinya berontak ketika mengingat kejadian waktu itu, Farid sangat agresif mencium bibirnya dengan paksa.
"Tidak ada masalah apa pun Fin... Tolong pulang lah, aku tidak bisa ikut bersama mu, sekali lagi aku minta maaf ya Fin" tutur Aisyah kembali mengelak menceritakan alasan yang sebenarnya pada Fina
"Kalau memang kak Farid punya salah, tolong maafkan dia Is... Aku mohon ikutlah bersama ku, ini antara hidup dan mati kakakku Is... Aku mohon Is... Aku tak mau kehilangan kakakku... Cuma dia keluarga yang aku punya Is" terang Fina kembali memohon, ia memohon sambil menangis bersimpuh di hadapan sahabatnya
__ADS_1
Aisyah merasa tidak nyaman dengan perlakuan sahabatnya itu, ia menarik bahu Fina dan menyuruhnya berdiri, lalu ia memapakkan tubuh sahabatnya menduduki kursi di sampingnya.