Menikah Yang Ke-dua

Menikah Yang Ke-dua
Akhirnya Rani tertangkap


__ADS_3

Polisi juga melakukan pelacakan posisi target melalui Global Positioning System atau GPS yang dilakukan setelah menghimpun informasi terkait ip address. Berbekal dengan internal ip address milik target, polisi akan mencari tahu di operator mana ip address itu terdaftar dengan menghubungi seluruh operator seluler atau penyedia jasa internet yang ada di Indonesia.


setelah mengetahui di operator mana ip address tersebut terdaftar, polisi bisa mendapatkan informasi terkait nomor seluler yang digunakan target.


Dengan bantuan operator seluler, polisi bisa mengetahui di mana keberadaan target. Polisi akan mendapatkan lokasi akurat jika fitur GPS dalam perangkat yang digunakan oleh target aktif. Akan lebih sulit jika ternyata fitur GPS dalam perangkatnya tidak aktif.


Jika demikian polisi masih tetap bisa mengetahui lokasi keberadaan target dengan melacaknya melalui Base Transceiver Station (BTS) atau menara pemancar sinyal seluler yang terhubung ke seluruh perangkat yang digunakan pelanggan yang berada di dalam jangkauan area menara tersebut. Melalui BTS, polisi hanya mampu mendapatkan lokasi area di daerah mana target berada.


Polisi juga bisa melakukan pelacakan lokasi melalui rekening bank milik target. Polisi akan mencatat rekening bank yang digunakan oleh pelaku, lalu mendatangi bank untuk menghimpun informasi terkait target. 


Dari pihak bank, polisi bisa mendapatkan beberapa informasi penting milik target, seperti alamat, nama lengkap, tanggal lahir, hingga nomer handphone. Selain itu, polisi juga bisa mendapatkan informasi lokasi-lokasi mesin ATM mana saja yang biasa digunakan tersangka untuk melakukan transaksi.


Dari sini, polisi bisa mempelajari pola target sehingga memudahkan polisi ketika ingin melakukan pemantauan melalui CCTV di ATM.


Pada pukul 23.02


pelaku melakukan transaksi melalui ATM di wilayah Semarang, dengan sigap beberapa polisi tak berseragam atau intel  meluncur ke lokasi tersebut.


Petugas akhirnya berhasil menangkap Rani, ternyata Rani menyembunyikan identitasnya, dia tengah bersembunyi di tempat kost yang baru dia dapatkan


Tubuhnya terhuyung huyung seperti mayat hidup saat petugas kepolisian meringkusnya.


"Siapa kalian, lepaskan aku... lepas" tubuh yang tinggal tulang dengan kulit itu dengan sekuat tenaga mencoba lepas dari jerat tangan kekar kedua orang berjaket kulit tersebut

__ADS_1


"Diam kamu, jangan banyak bicara" seorang petugas menyumpal mulut Rani yang terus-menerus meraung layaknya singa yang tengah marah


Kedua lelaki tinggi kekar itu menjebloskan Rani ke dalam mobilnya, Rani tampak gelisah dan ketakutan, "Sial... kenapa polisi ini bisa menangkap ku, padahal aku sudah menghilangkan jejak" gerutunya dalam hati


Rani memang berencana untuk kabur ke luar negeri, pertama-tama ia ingin mencari tempat yang aman terlebih dahulu, lalu melancarkan aksi kaburnya dengan memanipulasi data identitas palsunya. Bahkan ia sudah membuang nomor handphone dan identitas aslinya, ia juga sering bergonta-ganti nomor handphone supaya tak terlacak oleh pihak berwajib


Naas...!


Belum juga melancarkan rencananya selanjutnya, polisi sudah meringkusnya terlebih dahulu, ia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.


Pihak berwajib membawa tersangka kembali ke kota Jakarta ntuk melakukan proses lebih lanjut.


Kini Rani sudah berada di kantor polisi, pihak polisi menghubungi Farid untuk menginfokan bahwa tersangka utama sudah tertangkap.


"Mas, aku ikut ya, aku ingin melihat sendiri siapa orang yang jahat sama keluarga ku" geram Aisyah, hati wanita shalihah yang biasanya lemah lembut itu seketika berubah menjadi emosional. 


"Kamu di rumah saja ya sayang, biar aku dan Abi yang ke kantor polisi" elak Farid, ia masih khawatir dengan kondisi istrinya yang masih shock atas kematian adiknya. Ia tak ingin membebani pikiran istrinya, takut berdampak buruk pada kehamilannya. Dia tak ingin menambah beban pikiran Istrinya, karena istrinya begitu geram bahkan ia pernah bersumpah tidak akan memaafkan tersangka yang tega membunuh adiknya, Aisyah ingin tersangkanya dihukum mati.


Farid sebenarnya sudah mengetahui kalau tersangka dalam kasus pembunuhan tersebut adalah Rani, tetapi ia mencoba menutupi hal tersebut dari Aisyah.


"Iya nak, lebih baik kamu di rumah saja, jaga kandungan mu baik-baik jangan sampai stress" tutur Abi


"Tapi Abi, Ais ingin tahu seperti apa wajah orang yang tega membunuh Akhmad" kata Aisyah memohon, ia menangkupkan kedua tangannya, memohon di depan suami dan Abinya

__ADS_1


"Nggak papa kak Aisyah ikut, biar aku yang nemenin" sahut Fina, ia menyetujui permintaan Aisyah karena dirinya juga penasaran dengan sosok tersangka yang tega merusak hari bahagianya. Tetapi Aisyah dan dirinya tak pernah terbersit dalam benak mereka kalau Rani lah tersangkanya


"Baiklah" tutur Farid pasrah


kemudian mereka berempat bersiap untuk pergi ke kantor polisi. Sedangkan Umi sudah dua hari ini beliau dirawat di rumah sakit karena masih shock berat atas kematian putranya, tekanan darah tinggi Umi meningkat drastis karena hal tersebut, jadi pihak keluarga membawa umi ke rumah sakit. Nanti setelah selesai dengan urusan di kantor polisi, mereka semua akan menjenguk Umi. Sekarang Umi ditemani oleh Ema dan perawat lainnya


Mereka berempat bergegas pergi ke kantor polisi menggunakan mobil Farid


"Pak Gun antarkan kami ke kantor polisi ya" titah Farid


"Iya pak Farid" Gunawan membantu membukakan pintu untuk mereka semua.


Aisyah tampak gelisah, tak sabar ingin melihat wajah si pembunuh. Hatinya menganga terbakar oleh api amarah yang hendak menghanguskan seluruh jagat raya.


"Aisyah kamu nggak boleh gegabah loh, jangan sampai kita mengotori tangan kita untuk membalas keburukan seseorang" tutur Fina  khawatir dengan emosinal Aisyah yang tidak stabil. Ia merasakan keringat dingin dari telapak tangan Aisyah, tanpa sengaja Aisyah mencengkram erat tangan Fina, pikirannya tengah dihantui oleh kemarahan


Raut wajah Aisyah memang tak bisa dibohongi, ia tampak menggenggam kemarahannya yang tengah bersiap untuk meluapkan pada sasarannya


"Aku mau pembunuh itu di hukum mati Fin, nyawa harus dibayar dengan nyawa" ucapnya gamblang begitu saja, sontak semua mata mengarah padanya. Fina mengelus punggung tangan Aisyah qq


Abi yang berada di kursi depan langsung menoleh dan angkat bicara "Ais jangan bicara seperti itu nak, jangan mengotori hatimu dengan dendam, kita harus ikhlas menerima cobaan ini, biar Akhmad tenang di sana"


"Iya sayang, kita serahkan saja semuanya pada yang berwajib. kita harus lebih banyak tawakal ya" imbuh Farid juga menoleh ke arah istrinya

__ADS_1


Hati Aisyah yang biasanya lemah lembut, kini telah dipenuhi bongkoh batu kebencian, Ia begitu dendam dengan orang yang telah menyakiti keluarganya, karena orang itu ia kehilangan Akhmad, dan karena dia juga sang ibu tercinta harus dirawat di rumah sakit. Pedih yang ia rasakan semakin memuncak ketika mendengar tersangkanya telah tertangkap, entah tersangka itu seorang lelaki atau perempuan, yang pastinya ia akan membuat perhitungan padanya


__ADS_2