
Farid dan Sony sudah tiba di Changi Singapura airport, setibanya di sana mereka dijemput dengan mobil mewah Mercedez Benz C-Class Lemousine menuju hotel mewah Marina Bay Sand. Hotel bintang lima yang terletak di jantung kota Singapura, pusat kota yang ramai dengan museum dari bangunan era Inggris, hotel mewah nan megah layaknya cakrawala dunia.
Farid dan Sony disambut hangat oleh dua wanita cantik yang berdiri di balik meja resepsionis. Mereka bercakap menggunakan bahasa Inggris
"Selamat pagi Mr. Selamat datang di hotel Marina, ada yang bisa saya bantu?"
"Saya sudah check in Miss, Ini "
Sony memperlihatkan layar handphonenya, bukti booking room secara online.
Setelah melihat bukti booking room secara online, salah satu resepsionis berbicara melalui mikrofon berjenis wireless di kerah kemejanya.
"Sis tolong antar kedua tuan ini ke ruangan presidential suite no 11 dan 12" katanya lirih
Selang beberapa menit kemudian dua orang pelayan lelaki datang dengan mendorong Luggage trolley-nya
"Selamat pagi tuan, mari saya antar ke ruangan anda" tutur pelayan sembari mengangkat kedua koper yang mereka bawa.
Mereka berdua masuk ke dalam lift bersama kedua pelayan tadi yang mendorong Luggage trolley-nya.
"Ting" pintu lift terbuka
Kedua pelayan keluar terlebih dahulu, kemudian menunjukkan kamar mereka masing-masing.
"Ini kamar tuan" ucapnya sembari membungkukkan setengah badannya
"Terimakasih, ini buat kamu"
kata Farid sambil memberikan uang tips untuk pelayan itu
__ADS_1
"Terimakasih banyak tuan, semoga tuan nyaman tinggal di hotel Marina" jawabnya dengan menangkupkan kedua tangannya
Setelah pelayan berlalu, Farid bergegas masuk ke dalam kamar presidential suite yang ia pesan. Nuansa kamar yang begitu mewah dengan kasur twin bed yang elegan, sesaat kedua matanya menjelajahi seisi ruangan. Pandangannya terhenti pada sebuah pintu lebar yang terbuat dari kaca.
Farid melangkah ke arah tersebut, menggeser pintu kaca itu. Sungguh menakjubkan pemandangan teluk Marina dari dalam kamar mandi hotel. Sambil berendam di bathtub ia bisa menikmati keindahan teluk Marina dari atas. Setelah selesai melepas penat dengan berendam air hangat, ia mengeringkan tubuh basahnya dengan handuk lalu memakai kimononya.
Kembali melangkah keluar, pandangan Farid tertuju pada ponselnya di atas nakas
Ia sudah tidak sabar untuk menghubungi Aisyah, menyampaikan kabar kedatangannya di Singapura dengan selamat
"Dreettt...dreettt"
"Halo assalamualaikum sayang, mas Farid sudah sampai di Singapura, sekarang mas sedang beristirahat di hotel"
"Waalaikumsalam mas, Alhamdulillah Ais senang dengarnya. Masya Allah mas, Aisyah kangen banget mas, rasanya ada yang kurang bila tak ada mas Farid" Aisyah mengutarakan kerinduannya pada sang suami, padahal mereka belum terpisah selama dua puluh empat jam, Aisyah sudah tak bisa menahan kerinduannya.
"Iya sayang, mas juga rindu dengan Humaira ku dan juga si kembar. Kangen pengen ngunjungin si kembar" tutur Farid dengan senyum simpulnya.
"Iya ya sayang... aku bakal puasa kok, tapi kalau aku nggak bisa menahan ya langsung pulang aja. Main bola bersama si kembar"
"Mas Farid mulai deh, bikin aku makin rindu saja. Mas sudah sarapan apa belum"
Aisyah mencoba mengalihkan pembicaraannya, ia takut tak bisa menahan godaan suaminya. Jantungnya rasanya berdegup semakin cepat, sehari saja berpisah rasanya sudah seperti setahun menahan rindu.
"Ya sudah ya sayang, mas mau ganti baju dulu. Habis ini mas sarapan kok, kamu juga jangan lupa makan yang banyak ya biar ketiga malaikat ku sehat selalu"
"Baik mas, mas Farid hati-hati ya disana. assalamualaikum"
"Waalaikumsalam... I love you my Humaira"
__ADS_1
setelah mengucapkan salam, Farid menutup telfonnya.
kemudian ia mengambil kopernya, meletakkan di atas sofa lalu mengambil pakaian santai.
Hari ini ia masih bisa menikmati hari santainya, tetapi besok pagi ia sudah mulai disibukkan dengan aktivitas perusahaan barunya.
Di lantai bawah Farid dan Sony tengah menikmati sarapannya. Restoran formal dengan penampilan mewah serta pelayanan khusus. Tentunya dengan harga yang cukup fantastis, menu yang dihidangkan pun menu halal semua.
Mereka tampak nyaman menikmati sarapannya sambil berbincang tentang rencana meeting besok
"Gimana Rid, besok Mr Robert minta kita datang ke restoran Romano. Apa nggak sebaiknya kita saja yang memilih tempatnya" ujar Sony sedikit khawatir dengan tempat yang akan dijadikan meeting.
Bagaimana tidak khawatir kalau meeting di restoran terbuka dengan model-model cantik yang mempertontonkan lekuk tubuhnya, restoran tersebut memang memberikan fasilitas hiburan yang cukup memikat pelanggan, apa lagi ditambah dengan clubs sekaligus bar yang terbuka semakin menambah kekhawatirannya. Sebenarnya Sony tidak mempermasalahkan hal tersebut, cuma ia lebih berhati-hati untuk menjaga iman-nya agar tak goyah.
"Aku tahu maksudmu Son, kamu tenang saja, ibarat kata sebuah berlian di kubangan lumpur tetaplah berlian, meskipun berlian yang berada di kubangan lumpur tak bisa bersinar karena tertutupi oleh lumpur, kita harus berusaha menunjukkan pada orang lain bahwa kita yang terbaik, kita layak di pajang di toko perhiasan dengan nilai jual yang tinggi. Lebih baik kita berdoa saja semoga meeting besok berjalan lancar" terang Farid panjang lebar
"Amin... iya bener Rid, yang penting kita tetap berada di jalan Allah Insya Allah, Allah akan memperingatkan kita bila ada sesuatu yang menyimpang" jawab Sony mengiyakan penuturan sahabatnya
Memang di saat jauh dari keluarga dan orang-orang tercinta, disitulah Allah akan menguji mental kita. Seberapa kuat kita menahan hawa nafsu yang bersarang di tubuh kita, di setiap aliran darah kita, kita boleh memiliki nafsu karena kita memang manusia normal. Tetapi jangan sampai kita dikendalikan oleh hawa nafsu, karena tak sepatutnya hal itu terjadi, kita lah yang harus mengendalikannya. Iman kita adalah pondasi yang kokoh dalam hal menjaga hawa nafsu yang bersarang di tubuh kita.
Al-Hawā atau hawa nafsu adalah potensi negatif yang ada di dalam diri kita. Kecederunganya kepada nafsu seksual dan nafsu perut.
“Rasulullah saw bersabda, hati-hatilah dengan hawa nafsu karena hawa nafsu itu membutakan dan membuat tuli.”
Orang yang sedang dimabuk asmara sulit menerima kebenaran dan nasehat karena hawa nafsu telah membutakan dan membuat tuli mata hati. Rasulallah saw mengingatkan agar umatnya hati-hati dengan hawa nafsu yang akan menjerumuskannya kedalam kenistaan dan penyesalan.
Dengan naiknya nafsu syahwat, maka setan akan semakin menggoda manusia untuk melampiaskan nafsu tersebut kepada hal-hal yang dilarang oleh Allah, salah satunya adalah berbuat zina. Untuk itu, agar tidak mudah tergoda oleh godaan setan yang terkutuk, perbanyaklah membaca istigfar agar senantiasa ingat dengan Allah.
Wa immaa yanzagannaka minasy-syaitaani nazgun fasta'iz billaah, innahu samii'un 'aliim
__ADS_1
Artinya:
"Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah."