
Mereka bertiga sudah tiba di rumah panti, suasana di sana tampak hening karena dijam segitu anak-anak masih sekolah.
Farid bergegas keluar dari mobilnya, kemudian ia berlari menggandeng tangan istrinya.
Mereka bertiga buru-buru masuk ke dalam panti, Farid dan Fina berkali-kali memanggil nama Bu Yati tetapi tak ada sahutan.
Kemudian mereka terus melangkah lebih dalam, tujuannya langsung tertuju pada kamar Azizah.
Di sanalah mereka melihat adegan yang mengharukan, Bu Yati tak bisa membendung derai air matanya, beliau duduk sembari mengusap berulang tangan putrinya.
Dari balik kelambu terlihat paras putih pucat Azizah, tatapannya kosong, kedua netranya tak berpaling dari langit langit.
"Bu Yati bagaimana kondisi Azizah" tanya Fina dan Farid bersamaan. Aisyah lebih memilih berdiri agak jauh, ia tak tega melihat keadaan gadis remaja yang kurus kering itu.
"Azizah tidak mau bicara tuan, non Fina. Bagaimana ini, apa yang harus ibu lakukan" tutur Bu Yati terus menitikkan air matanya
"Azizah sayang, ini kak Fina, kamu kenapa sayang? Cerita ya sama kakak" kata Fina sembari melangkah memasuki kelambu, Bu Yati perlahan beranjak dari tempat duduknya, diganti oleh Fina.
Tetapi hasilnya sama saja, Azizah tetap menatap ke arah atas, dia sama sekali tidak merespon perkataan Fina.
Entah apa yang ada dalam benak gadis itu, sepertinya dia sangat terpukul sekali.
Sekarang giliran Farid yang memasuki kelambu ranjang gadis itu, Farid menggandeng tangan Aisyah mendekatinya. Fina langsung beranjak, ia membuka kelambu itu sehingga terlihat terbuka lebar.
"Malaikat kecil, kak Farid datang, kakak mau ngenalin istri kakak, coba lihat wajahnya... Pasti kamu menyukainya" kata Farid lirih, Aisyah sedikit kikuk merespon gadis itu, karena memang dia tipe orang yang tidak tegaan. Sesekali ia mengedipkan kedua matanya yang berair. Bulir yang ia tahan sedari tadi tak terasa menetes dengan sendirinya.
"Mas Farid jahat...mas Farid jahat" nadanya terbata-bata, kedua pelupuk matanya basah oleh tetesan bening. Azizah tetap pada pandangannya meskipun ia mulai bersuara.
"Maaf kan kakak Azizah, ini kakak membawa Aisyah istri kakak."
"Mas Farid jahat, mas Farid tega menyakiti hati Azizah, Aku benci mas Farid"
Azizah terus saja berbicara seperti itu, tak sedikitpun ia mengalihkan pandangannya menatap orang di depannya.
__ADS_1
Farid semakin bingung dengan perkataan Azizah
"Azizah... Apa maksud ucapan mu itu, aku semakin nggak ngerti" tanya Farid sambil mengelus tangan Azizah yang berada di atas perutnya.
Azizah tetap tak mau menatap wajah Farid.
Aisyah yang berdiri di samping suaminya, ia berusaha menguatkan suaminya dengan mengelus pundaknya.
"Aku mencintai mu mas Farid, tapi mas Farid tega menyakiti perasaan ku, mas Farid malah menikahi wanita lain. Aku tahu aku ini gadis penyakitan, tak pantas untuk dicintai, aku mau mati aja. Buat apa aku hidup kalau cinta ku direnggut oleh orang lain" Azizah memberanikan diri, ia mulai menyuarakan isi hatinya. Tatapannya tetap pada langit-langit, ia tak berani menoleh sedikit pun
Seluruh orang di ruangan tersebut tampak terkejut dengan ungkapan perasaan Azizah.
Farid menatap paras istrinya, ia menggeleng tak percaya. Kenapa Azizah bisa bicara seperti itu. Jadi selama ini gadis yang ia anggap seperti adiknya sendiri telah menaruh hati padanya
Farid terus menatap wajah sayu istrinya, Aisyah tampak menyembunyikan kesedihannya. Dan Farid mengerti apa yang ada dalam pikiran istrinya, ia mulai tak nyaman berada di sana.
Fina juga menggeleng tak percaya, ia juga baru menyadari kalau Azizah menaruh hati pada kakaknya. Padahal sudah jelas, dirinya dan Farid memberikan perhatian lebih padanya, hal itu tidak lebih dari rasa persaudaraan saja bukan atas dasar rasa cinta.
Farid perlahan melepaskan genggamannya dari tangan Azizah, ia tak bisa berkata-kata lagi. Wajah tampannya langsung berubah dingin layaknya batu yang membeku.
"Ibu tidak perlu meminta maaf begini, Azizah mungkin masih labil, mas Farid harus lebih ngertiin dia, pelan-pelan kita kasih pengertian ya mas" tutur Aisyah sembari menahan langkah suaminya. Meskipun hatinya sedikit pelik, tetapi ia mencoba mengerti apa yang dirasakan gadis seumuran Azizah, apalagi kondisi fisik gadis itu juga sangat memprihatikan sekali
"Cukup... Cukup... Aku benci kalian semua, lebih baik aku mati saja" teriak Azizah frustasi, ia mengambil seluruh obat di botol, lalu segera menelanya.
"Azizah"
"Azizah jangan"
Seluruh orang di ruangan itu panik, mereka langsung menghampiri gadis itu.
Farid mencoba mendudukkan tubuh kurusnya, lalu ia menepuk-nepuk punggungnya, berharap obat yang tertelan itu bisa dimuntahkan.
Tetapi ia tak berhasil, tubuh Azizah mengejang, mulutnya berbusa. Perlahan kedua matanya mulai tertutup.
__ADS_1
"Azizah bangun... Buka matamu"
Farid menepuk-nepuk pipi Azizah.
"Mas ayo bawa dia kerumah sakit" kata Aisyah terenyuh melihat kondisi Azizah.
"Tolong selamatkan putri saya tuan" kata Bu Yati kembali memohon.
Dengan cepat Farid langsung membopong tubuh ringkih gadis itu, ia berlari menuju mobil, di belakang tampak Aisyah, Fina dan Bu Yati ikut berlari di belakang.
"Pak gun ayo jalan, kita ke rumah sakit terdekat" titah Farid.
"Pak gun cepetan dong" imbuh Fina, ia tak tega melihat kondisi Azizah, ia takut gadis itu kenapa-napa.
Gunawan semakin kuat menancapkan gasnya, matanya terfokuskan akan jalanan ramai itu, setiap ada celah ia langsung menancapkan gasnya menyalip mobil di depannya.
Selang beberapa menit mereka tiba di pintu masuk rumah sakit, Farid kembali membopong tubuh Azizah yang sudah tak sadarkan diri, di dalam beberapa perawat langsung menyiapkan ranjang untuk Azizah berbaring, di ruangan ICU itu sang dokter dan beberapa perawat mulai memeriksa keadaannya.
"Kalian semua tunggu diluar" titah sang dokter saat semuanya ikut berjalan masuk mengikuti sang dokter.
Bu Yati semakin tak bisa membendung air matanya, beliau menumpahkan seluruh air matanya sampai tak tersisa.
"Ya Allah selamatkan putriku, ambil saja nyawaku sebagai gantinya ya Allah" begitulah kata-kata keputus asaan seorang ibu.
***
Akankah Azizah bisa terselamatkan ?
Apakah dia tetap memaksakan kehendaknya untuk mencintai Farid ?
Lalu bagaimana dengan Aisyah ?
***
__ADS_1
Ayam berkokok menyambut pagi, Tunaikan Shalat ied bersama sanak saudari, Keberkahan pagi nan fitri, Semoga Hari Raya Idul Adha 2021 ini selalu memberi arti. Tetapi pandemi membuat kita tak bisa bertatap muka. Anggaplah ini cara kita berkurban. Agar situasi lekas membaik tahun depan. Semoga covid lekas berlalu dari tanah air kita... Amin
"Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H. Taqabbalallahu Minna wa minkum. Kullu am wa antum bikhair."