Menikah Yang Ke-dua

Menikah Yang Ke-dua
Barbeque bersama


__ADS_3

"Kamu tak usah khawatir, biar aku yang meminta izin sama Farid dan Aisyah. Besok jam 12.15 bersiaplah untuk ku jemput" terang Anwar memantapkan Ema untuk menyetujuinya


"Tapi tuan, si kembar bagaimana?" tanya Ema mulai gelisah


"Tentu saja mereka ikut makan siang bersama kita, setelah makan kita ajak mereka bermain di taman" imbuh Anwar meyakinkan


Ema pun terdiam sembari mengangguk pelan


"Ayo masuk" ajak Anwar


Ema mengikuti langkah Anwar dari belakang, sesekali ia menilik tubuh jangkungnya, sungguh membuatnya semakin hanyut dalam kegelisahan hatinya. Rasa bahagia yang menyelimuti bercampur dengan kekhawatiran, rasanya tidak mungkin Anwar memiliki perasaan padanya. Tetapi perlakuan Anwar membuatnya seperti memiliki celah untuk menempati hatinya.


"Ah nggak mungkin, ini pasti cuma perasaan ku saja" pekiknya dalam hati, ia berusaha menyadarkan dirinya dari lamunannya sendiri


Setelah sampai di taman, Anwar bergabung dengan yang lainnya, sedangkan Ema membantu menyiapkan makanan untuk si kembar.


Ternyata mereka semua tengah berkumpul untuk acara makan-makan bersama, panggangan barbeque sudah menganga di tengah-tengah mereka, Farid dan juga Hamid tampak fokus memanggang sosis dan daging lainnya. Sedangkan Aisyah dan Fina tampak asik mengobrol sambil nyamil hidangan masakan barbeque-nya.


Di sisi lain tampak beberapa hidangan sudah tertata rapi di atas meja panjang yang letaknya tak jauh dari meja makan utama


"Yah Zizah mau jagung bakar" teriak Azizah yang tengah duduk disamping Abi


"Yah Abang mau udang bakar" ucap Abang Al ikut-ikutan


"Ya sayang, sebentar ayah panggangkan" jawab Farid sambil menata sosis yang sudah terpanggang sempurna, lalu ia mengambil sepotong jagung manis, sebelum memanggang ia mengolesinya dengan madu kesukaan Azizah.


"Hemh... baunya harum sekali Rid" kata Anwar bergabung dengan mereka berdua, kemudian ia menyapa Hamid istrinya Fina. Ini adalah pertama kalinya ia melihat Hamid, dengan basa-basi ia mulai berkenalan


"Sini-sini War, gabung sini" ajak Farid masih fokus dengan jagungnya


"Iya Rid.


Maaf ini mas Hamid ya? perkenalkan saya Anwar asisten barunya Farid"


"Oh panggil Hamid saja mas Anwar, saya suaminya Fina, adiknya mas Farid." jawab Hamid sambil menjabat tangan Anwar


"Maaf ya Hamid, waktu kamu nikahan aku nggak bisa datang karena sakit. Ngomong-ngomong selamat ya, sebentar lagi kalian akan punya momongan. Aku doakan istrimu lahirannya lancar, dan dedek bayi sana ibunya sehat wal afiat"


"Amin ya rabbal allamin, terimakasih mas Anwar"



Di meja makan Fina berbincang dengan Aisyah tentang masalah Anwar

__ADS_1



Fina masih memiliki rasa kurang sreg dengan Anwar, ia takut Aisyah masih memiliki perasaan dengan mantan suaminya itu, ia takut nantinya Aisyah bisa menyakiti perasaan kakaknya.



Sebagai seorang adik ia begitu memahami besarnya cinta Farid pada Aisyah, ia cuma tidak mau ada masalah apapun dalam keluarga kecil kakaknya.



Fina mulai menyuarakan kegelisahannya


"Is... emangnya Anwar sering datang kemari ya?"



"Baru dua kali ini kok Fin, seminggu yang lalu mmas Anwar kesini membicarakan masalah pekerjaan, hari ini dia kesini lagi. Mungkin mas Farid yang mengundang. Memangnya kenapa Fin?" jawab Aisyah sembari menatap manik Fina yang muram. Aisyah merasa ada sesuatu yang aneh dengan pertanyaan adik iparnya itu



"Nggak papa kok Is, aku cuma nggak habis pikir saja, kenapa kok kamu menyetujui rencana mas Farid, kan kamu tahu sendiri Anwar itu sudah pernah melukai hati mu. Ia aku tahu kamu sudah memaafkan dia, tetapi apa kamu tidak takut kalau Anwar masih menyimpan perasaan padamu, dan dengan tidak sengaja kamu bakal menyakiti hatinya mas Farid" akhirnya Fina mengungkapkan alasan di balik kegundahannya



Aisyah langsung menatap paras Fina, menghentikan aksi makanya, kemudian mengambil nafas untuk menjawab perkataan Fina




"Oh... begitu, emangnya Ema mau sama lelaki yang sudah bolak-balik nikah cerai" celetuk Fina



Mereka berdua tidak sadar kalau yang mereka obrolkan ada di kursi dekat mereka, tentu saja Ema mendengar dengan jelas pembicaraan mereka. Karena pura-pura tidak mendengar, Ema tetap fokus menyuapi Azizah, hatinya seketika tersentuh dengan pertanyaan Fina. Ia mulai dilanda kebimbangan, antara rasa cinta dan masa lalu Anwar yang kurang berkenan



Ia kembali membuka telinganya lebar-lebar untuk menguping pembicaraan kedua nyonyanya. Hal itu ia lakukan untuk menelisik misteri masa lalu Anwar yang pernah dua kali gagal dalam berumah tangga



"Mas Anwar memang pernah salah dalam memilih pasangan hidup, mungkin hal tersebut sudah menjadi takdir perjalanannya. Tetapi aku yakin Fin, mas Anwar itu sebenarnya lelaki yang baik dan bertanggung jawab. Mungkin karena masa lalunya yang kurang baik, kita tidak boleh Su-udzon dengannya Fin." terang Aisyah kembali meyakinkan Fina kalau prasangka buruknya itu tidaklah baik. Berburuk sangka atau Su-udzon adalah perilaku yang tidak boleh dilakukan kepada sesama Muslim. Sebaiknya menghindari sikap berburuk sangka karena inilah penyebab timbulnya iri hati. Allah SWT sangat melarang umat-Nya untuk berperilaku seperti itu

__ADS_1



"Iya juga sih Fin, maaf ya aku jadi berbicara ngelantur seperti ini. Mudah-mudahan saja Anwar benar-benar berjodoh dengan Ema. Iya nggak Ma" kata Fina sambil menoleh menatap wajah merona Ema, dia tampak tersipu malu dengan perkataan Fina



"Iya apanya non Fina?" jawab Ema sedikit menunduk



"Alhamdulillah, jadi kamu tidak mendengar pembicaraan kami ya Ma" sahut Aisyah dengan senyum simpulnya



"Hehehe maaf nyah, saya sudah tidak sopan mendengar perbincangan nyonya dan non Fina" kata Ema jujur dengan paras sedikit ketakutan



"Syukurlah kalau kamu mendengar, berarti kamu tahu kalau mas Anwar berencana untuk mengenal mu lebih jauh. Lalu bagaimana pendapat mu Ma? apa kamu memberikan kesempatan itu untuk mas Anwar?" tanya Aisyah



"Iya Ma, kalau mau bilang mau, kalau nggak mau mending jujur dari sekarang, biar tidak menyakiti hatinya Anwar" imbuh Fina



"Aku masih bingung nyah, aku cuma nggak percaya kalau mas Anwar memiliki perasaan pada perawat kecil seperti saya ini" jawab Ema kembali menunduk, menyembunyikan rasa ketidak percayaan dirinya



"Cinta itu tidak memandang status Ma, kalau kalian berdua berjodoh, pastinya Anwar tidak mempermasalahkan status mu. Memangnya kamu tahu kalau Anwar pernah cerai dua kali" goda Fina lagi



Ema hanya menunduk sambil memotong sosis bakar untuk Azizah



Kemudian Aisyah menjawab pertanyaan Fina "Ema sudah tahu kok Fin, aku yang memberi tahunya"



"Iya non Fina, saya memasrahkan jodoh saya pada sang khalik, kalau memang mas Anwar adalah jodoh terakhir saya, insyaallah saya akan berusaha menjadi istri yang terbaik. Saya serahkan sepenuhnya sama Allah" imbuh Ema dengan rasa empatinya pada Anwar, lelaki yang sekarang menjadi bahan perbincangan mereka bertiga

__ADS_1



"Bunda... dipanggil ayah?" seru Abang Al yang menghampiri bundanya. Setelah menyampaikan amanat ayahnya, Abang berlari kembali pada sang kakek yang berada tak jauh dari meja makan


__ADS_2