
"Mas aku bahagia banget, akhirnya Allah mendengar doa kita." tutur Aisyah sembari melingkarkan tangannya di tengkuk suaminya
"Iya sayang, tembakanku jitu kan, nggak butuh waktu lama langsung jadi hehehe" leluconnya.
Memang ada kebanggaan tersendiri ketiksenjatanya benar-benar terbukti ampuh.
"Ih mas Farid, bisa saja bercandanya" Aisyah tersipu malu
"Sayang kita pulang naik private jet saja ya, soalnya aku khawatir dengan kondisi mu dan bayi kita" tutur Farid sembari membantu Aisyah mengenakan jilbabnya.
"Maksudnya mas Farid mau menyewa pesawat pribadi? Masya Allah mas, jangan boros gitu dong mas, kita kan bisa pulang naik mobil atau kalau tidak naik pesawat biasa saja mas" eluhnya. Aisyah tidak mau suaminya menghambur hamburkan hartanya untuk sesuatu yang kurang bermanfaat. Meskipun ia tahu kalau suaminya mampu memberikan hal itu, ia lebih suka kesederhanaan dari sang suami.
"Sayang aku tidak menyewanya kok, ini private jet milik ku sendiri, aku sudah membelinya dua tahun lalu. Sebagian uangku aku investasikan untuk membeli 10 jet pribadi" terang Farid menjelaskan kepada istrinya, ia memang memiliki 10 jet pribadi yang disewakan untuk umum, bahkan banyak pejabat dan juga artis papan atas yang sering menggunakan jasanya.
"Sepuluh mas?" kata Aisyah terkejut.
Ia tertegun membelalakkan kedua matanya, ia semakin tidak bisa membayangkan berapa banyak harta yang dimiliki suaminya. Kejutan demi kejutan pun semakin terungkap.
"Jangan kaget seperti itu sayang, semua kekayaan yang ku dapat itu juga atas kehendak Allah, dulu aku memang telah dibutakan oleh harta, sampai aku tak pernah mensyukuri nikmat Allah. Sekarang aku sadar, ini semua adalah titipan dari-Nya." jelas Farid lagi.
Ia sangat menyesal karena dulu ia tidak pernah mensyukuri nikmat Allah, bahkan untuk berterimakasih saja tidak pernah ia lakukan. Kecelakaan waktu itu yang telah menyadarkannya, ia sadar segala sesuatu di dunia ini adalah kehendak dari Allah. Sejak saat itulah ia menjadi pribadi yang tekun beribadah, bijak dan juga dermawan.
"Aku bangga sama kamu mas" Aisyah menggenggam kedua tangan suaminya. Lalu ia mencium punggung tangan suaminya.
setelah itu Farid membantu Aisyah mengepak beberapa barangnya ke dalam koper, kemudian Farid menarik kopernya keluar, di sisi yang lain tampak Aisyah berjalan sembari melingkarkan kedua tangannya di pergelangan tangan suaminya.
__ADS_1
Mereka berdua naik ke dalam lift menuju lantai atas gedung. Di atas gedung kokoh itu tengah berdiri pesawat pribadi miliknya lengkap dengan sang pilot. Farid dan Aisyah berjalan mendekat, angin malam mulai menyapu wajah mereka. Dengan sigap Farid merangkul istrinya masuk ke dalam private jet miliknya.
Tampilan kabin jet pribadi itu tampak mewah dan elegan dengan konfigurasi sedemikian rupa salah satunya menggunakan Honeywell Ovation Select Cabin Management System. Bahkan tampilan interiornya mirip sekali dengan interior jet pribadi dari Global Express Jets yang juga digadang-gadang mirip dengan model apartemen di New York, dengan aksen art deco yang glamor di seluruh pesawat.
Penumpang tak akan bosan, karena jet pribadi tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas hiburan, seperti pemutar DVD atau CD Stereo, dan in-flight entertainment lainnya.
Layaknya jet pribadi pada umumnya, pesawat tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas makanan dan minuman, seperti mesin pembuat kopi, microwave, hingga oven.
Selain itu, jet pribadi tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas lain, seperti lemari pribadi, kamar mandi pribadi, akses bagasi langsung, hingga exterior 3-camera system.
Aisyah sangat menikmati penerbangannya, ini adalah pengalaman pertamanya menumpangi pesawat mewah itu.
Farid melayani istrinya dengan penuh cinta, ia memanaskan makanan dan membuatkan segelas susu hangat untuk istrinya.
"Makanlah sayang, biar bayi kita cepat tumbuh besar, aku sudah tidak sabar menantikan kehadirannya" tutur Farid sambil duduk di samping istrinya yang tengah berbaring. Ia meletakkan minumannya di atas meja, kemudian Aisyah duduk di atas sofa tidurnya.
"Sudah kenyang mas" tutur Aisyah sambil meraih gelas susunya, perlahan ia menyeruput susu itu sampai tak tersisa.
Farid tersenyum melihat tingkah istrinya yang doyan makan, mungkin ini bawaan bayinya, biasanya Aisyah yang makan dengan porsi sedikit, tetapi ini satu kotak nasi penuh ia habiskan sendiri, sampai minumannya juga diseruput sampai habis.
"Kenapa mas..." tanya Aisyah bingung dengan expresi suaminya.
"Aku senang, kalau kamu makanya seperti ini terus, aku yakin bayi kita akan sehat di dalam perutnya bunda" kata Farid sambil mengelus perut istrinya yang masih rata.
"Hehehe bunda... aku akan menjadi bunda mas" Aisyah kembali tersentuh ketika suaminya menyebut kata bunda, sebentar lagi ia akan menjadi seorang ibu. Binar kebahagiaan kembali menyemai paras meras mereka berdua.
__ADS_1
"Iya sayang, mulai sekarang kamu tidak boleh kecapekan ya, biar pekerjaan rumah bi Inah dan bi Lastri yang melakukan, atau kalau tidak kita tambah satu pembantu lagi ya" terang Farid.
Ia khawatir dengan istrinya. Selama menikah Aisyah memang wanita yang mandiri, meski ada bi Inah dan bi Lastri di rumah besarnya, ia selalu melakukan kewajibannya sebagai istri rumahan. Karena kondisinya sekarang tengah berbadan dua, Farid memintanya untuk tidak melakukan pekerjaan apapun yang membuatnya kelelahan.
"Tidak usah mas, mas Farid tidak perlu khawatir, aku akan menjaga bayi kita baik-baik" jawab Aisyah meyakinkan suaminya.
Tidak terasa mereka telah sampai di landasan, ia dan istrinya turun dari pesawat. Dan disana sudah ada Gunawan yang standby menunggu kedatangan mereka.
Ketika melihat kedua majikannya turun dari pesawat, Gunawan langsung berlari sambil mengambil alih koper yang ditarik Farid.
Kemudian ia membuka pintu mobilnya untuk mempersilahkan kedua tuanya, lalu ia menutup pintunya, dan segera berlari ke belakang untuk menyimpan kopernya di bagasi mobil.
Setelah selesai ia berlari ke bagian depan menaiki mobilnya, lalu bergegas melajukan mobil itu.
"Fina masih dirumah kan pak Gun" tanya Farid
"Kayaknya tadi sebelum saya berangkat mbak Fina belum bangun Pak Farid" jawab Gunawan sambil fokus dengan stang bulatnya.
"Sayang kita kasih kejutan ini buat Fina ya, pasti dia seneng banget kalau sebentar lagi dia akan punya keponakan yang lucu" kata Farid senang
"Wah Bu Aisyah hamil ya Pak, selamat ya! semoga ibu dan bayinya selalu dilindungi oleh Allah" ucap Gunawan memotong pembicaraan majikannya. Karena turut bahagia dengan kabar itu, ia langsung keceplosan tak bisa menahan ucapannya.
"Amin" jawab Farid
"Amin ya rabbal alamin, terimakasih pak Gun doanya" jawab Aisyah
__ADS_1
"Sama-sama Bu Aisyah"
Aisyah juga belum mengabari keluarganya soal kehamilannya, ia berencana menelfon abinya setelah sampai rumah. Ia tak bisa membayangkan bagaimana bahagian Abi dan Umi ketika mengetahui putrinya tengah hamil, mereka berdua akan segera mendapatkan cucu.