
Menikah Yang Ke-dua
Chapter 14
Fina memang sahabat yang pengertian, ia bisa membuat Aisyah tersenyum, kesedihannya seakan berkurang ketika mengobral dengan Fina.
"Oya katanya kamu ada kabar gembira Fin? Apa itu Fin?" Tanya Aisyah mengingat apa yang tadi ingin disampaikan sahabatnya itu.
"Hemh.... Katanya kamu mau mencari kerja di kota. Gimana kalau kamu jadi asisten kakakku aja, dia sekarang jadi kepala direktur di perusahaan perbankan. Dia sedang mencari asisten baru untuknya. Apa kamu mau Is?" Jelas Fina. Ia ingin merekomendasikan Aisyah sebagai asisten kakaknya. Tetapi ia belum memberitahukan soal ini kepada kakaknya, ia yakin kalau Aisyah pasti lolos seleksi karena dia pernah bilang kalau dia adalah lulusan terbaik manajemen keuangan di kampusnya dulu.
"Jangan ngawur kamu Fin, mana mungkin kakakmu mau menerima ku sebagai asistennya. Melihat penampilan ku saja dia sudah berkomentar ini itu" terang Aisyah tidak yakin dengan penampilannya yang kurang modis
"Yang penting kamu bersedia, aku akan membantu mu Is" tegas Fina
"Ya aku mau Fin, tapi dengan syarat kamu nggak boleh membantu ku. Biarkan ini murni karena kemampuan ku. Aku akan kecewa kalau kakakmu menerima ku karena kamu yang memintanya." Pinta Aisyah, ia tidak mau memanfaatkan persahabatannya untuk memperlancar urusannya.
Fina mengangguk sembari tersenyum simpul, ia bahagia sekali... Ia akan sering bertemu dengan sahabatnya.
Mereka pun menutup panggilan videonya.
Aisyah sedikit khawatir "Kalau mas Farid hanya melihat penampilan luar ku saja tentu dia akan menolak ku mentah-mentah, tetapi bila ia melihat kemampuan ku, pasti dia akan menerima ku sebagai asistennya." Gumam Aisyah yakin dengan kemampuannya.
__ADS_1
Sebelum menikah dengan Anwar ia juga pernah magang di kantor perbankan syariah terkemuka di kotanya. Meskipun tidak bekerja cukup lama, ia yakin bisa melakukannya. Ini juga salah satu caranya untuk melupakan sosok mantan suaminya, mungkin dengan sibuk bekerja rasa cintanya pada Anwar bisa berkurang seiring berjalannya waktu.
🍁🍁🍁
Dua hari kemudian Aisyah memutuskan untuk pergi ke kota, tentunya dengan Restu kedua orang tuanya yang mengiringi perjalanannya. Semoga langkahnya diridhoi Allah.
Keesokan harinya ia tiba di terminal ibu kota, disana sudah ada Fina yang tengah menunggu kedatangannya.
Aisyah turun dari bus, matanya mulai berkeliling mencari sosok sahabatnya.
"Fina...!" Teriaknya sembari melambaikan tangannya saat mendapati Fina tengah berdiri di seberang jalan.
"Ais... Sini..." Panggilnya girang, ia membalas lambaian tangan Aisyah
Aisyah lebih memilih tinggal di hotel dari pada tinggal di kediaman Fina. Ia menolak tawaran sahabatnya untuk tinggal di rumahnya, dimana disana Fina tinggal bersama kakaknya.
Ia tak enak dengan Farid, mungkin kalau Fina tinggal seorang diri pasti ia menyetujui tawaran sahabatnya.
Setibanya di hotel, Fina mengantarkan Aisyah sampai ke kamarnya.
"Alhamdulillah akhirnya aku bisa istirahat, badanku capek banget Fin" terang Aisyah lega, ia segera duduk di atas ranjang, sesekali ia menekan pundaknya yang pening.
__ADS_1
"Sini aku pijitin...
Kamu pasti kecapekan karena perjalanan jauh" Fina duduk di samping Aisyah, ia mulai memberikan pijatan di punggung Aisyah, dia benar-benar sahabat yang baik
"Terimakasih ya Fin, dari dulu kamu tidak pernah berubah, kamu selalu baik sama aku" ucap Aisyah dengan senyum simpulnya, ia sangat bersyukur bisa dipertemukan dengan sahabat baiknya kembali.
"Sama-sama Ais. Pokoknya ntar kalau perlu apa-apa kamu tinggal bilang ke aku ya! Jangan sungkan ya Is" kata Fina masih dengan posisinya memijat punggung Aisyah
"Ngomong-ngomong kapan kamu mengirimkan lamaran kerjanya ke perusahaan kakakku?" Tanya Fina
"Sudah cukup Fin, capekku sudah hilang kok" Aisyah berbalik menghadap Fina, Fina menghentikan pijatannya atas permintaan sahabatnya.
"Untuk surat lamaran kerja, rencananya lusa aku bikinya, kamu kasih tahu alamat perusahaan kakakmu ya" jawab Aisyah
"Oh ya... Sampai lupa" terang Fina sambil menepuk keningnya
"Ini Is... Alamatnya" imbuh Fina, ia memperlihatkan layar ponselnya, di layar itu tertulis alamat lengkap kantor kakaknya
"Astaghfirullah hal adzim" ucap Aisyah terkejut bukan main, ia langsung merapatkan bibirnya, hidungnya berkerut, ia menghirup nafas dalam-dalam. Keduanya netranya membaca tulisan itu secara berulang.
Mengejutkan sekali ini tidak bisa dipercaya, ternyata alamat yang diperlihatkan sahabatnya adalah alamat dimana tempat Anwar dan Rani bekerja
__ADS_1
"Kamu kenapa Is, kenapa kamu terkejut seperti itu" tanya Fina bingung dengan reaksi Aisyah setelah melihat tulisan di layar ponselnya.