
"Sekarang kamu jelaskan padaku, apa kamu pernah berbicara dengan Aisyah kalau kamu hamil" tanya Anwar masih dengan posisinya. Ia berdiri tepat di hadapan
istrinya yang tengah berdiri menenteng belanjaannya.
"Iya aku pernah berbicara seperti itu pada Aisyah, tetapi aku hanya mempermalukannya saja, dia kan wanita mandul. Apa wanita sok suci itu mengadu padamu mas"
Anwar semakin tak terkendali, ia mengepalkan tangannya karena kebohongan istrinya, ia semakin naik tikam ketika mendengar kata mandul yang ditujukan pada mantan istrinya itu.
"Plaakkk" Anwar langsung melayangkan satu tamparan pada pipi kiri istrinya
"Mas Anwar ini kenapa sih? Selalu kasar sama aku" Rani mencoba melawan suaminya, dengan kuat ia mendorong tubuh Anwar sampai jatuh ke sofa belakangnya. Sesekali ia memegangi pipinya yang masih ngilu karena tamparan suaminya
Anwar kembali naik darah, ia segera berdiri dan membalikkan tubuh istrinya, kemudian ia menjatuhkan tubuh seksi istrinya ke atas sofa.
"Apa kamu tahu kalau Aisyah mandul?
Wanita itu sekarang tengah hamil, dan kamu yang pura-pura hamil, sebenarnya kamulah yang mandul" ujar Anwar dengan wajah marahnya, jarak wajah mereka begitu dekat, Anwar bertutur kata layaknya singa yang akan menerkam mangsanya.
"Apa kamu bilang, perempuan hina itu hamil, nggak.. nggak mungkin pasti dia berbohong, dia membohongi mu mas" tutur Rani masih tidak percaya dengan perkataan suaminya tentang kehamilan Aisyah
__ADS_1
"Tutup mulutmu wanita jalang, Aisyah tidak pernah berbohong seperti dirimu. Sekarang kemasi barang-barang mu. Aku talak kamu perempuan nggak tahu diuntung" akhirnya Anwar menalak istrinya, ia sudah tidak bisa mempertahankan rumah tangganya yang penuh dengan kebohongan. Keturunan yang ia idam-idamkan pun tak kunjung ia dapatkan dari wanita pilihannya.
Bahkan sekarang ia sangat menyesal karena lebih memilih wanita jalang itu ketimbang istri shalihahnya. Apa lagi Aisyah sekarang tengah hamil, itu semakin membuat Anwar kebakaran jenggot.
"Oke... Aku akan pergi dari sini setelah aku mendapatkan hak ku, separuh harta mu harus menjadi milikku" terang Rani menaikkan level suaranya, ia tengah menantang suaminya dengan keberaniannya.
"Ambil tabungan ini, sekarang enyahlah dari hadapan ku" Anwar melempar ATM nya pada wajah perempuan itu. Tanpa menghiraukan Anwar ia memungut ATM itu, lalu ia bergegas masuk ke dalam kamar.
Rani tersenyum sembari mengepak semua barang-barangnya kedalam koper. Meskipun suaminya tengah menalak dirinya, ia cukup senang karena bisa menguasai sebagian harta suaminya. Ia akan bebas sekarang, Anwar tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Arjuna yang lebih gagah, muda dan tampan. Ia lebih memilih Arjuna karena lelaki muda itu yang selalu bisa memuaskan kebutuhan batinnya.
Setelah selesai mengepak semua barang-barangnya, kemudian ia bergegas keluar dengan dua koper di tangannya.
Ia berjalan dengan hilsnya, menarik dua kopernya, melewati Anwar tanpa menoleh sedikitpun.
"Jangan pernah kamu menginjakkan kakimu ke rumah ini lagi, semua hakmu sudah kuberikan, kamu tunggu surat cerai dari ku." Bentak Anwar sambil berjalan mendekati Rani
"Apa kamu pikir aku akan merengek seperti Aisyah, hah...!
Nggak akan, kamu tidak ada apa-apanya dibanding Arjuna, lebih baik aku menikah dengan Arjuna, dia lebih tampan dan kaya, buat apa aku mempertahankan lelaki bodoh seperti mu" ledek Rani dengan gaya sombongnya
__ADS_1
"Dasar wanita jalang, jadi selama ini kamu sudah berselingkuh di belakang ku. Pergi kamu wanita jalang, jangan pernah menampakkan wajah mu di hadapan ku lagi" Anwar semakin dibuatnya geram, ia mendorong tubuh wanita itu sampai tersungkur di teras. Lalu ia menutup pintu rumahnya dengan keras, "Aakh....." Anwar mengerang kesal meluapkan emosinya.
Seketika tubuhnya rubuh di lantai, dengan bersandar di dinding, ia berusaha menekan pelik di hatinya, rasanya ia tak kuat menahan beban berat di pundaknya.
Hatinya terasa sakit, seperti ada sebuah belati tajam yang tertancap di sana.
"Ya Allah apa salahku, kenapa kau menghukum ku seperti ini, aku benci semua ini ya Allah" Anwar tampak putus asa, ia mengepalkan kedua tangannya, lalu ia meninju lantai sampai tangannya berdarah.
Ia tidak menyadari kesalahannya selama ini, selama menikah dengan Aisyah dia juga tega berselingkuh di belakang istrinya. Dan sekarang kejadian itu berbalik padanya, istrinya tengah berselingkuh di belakangnya.
Ibarat kata tanaman yang ditanam dengan keburukan akan memuai keburukan pula, itulah kata yang pantas untuk menggambarkan perbuatan Anwar.
Ini adalah titik terendah dari penyesalannya, hanya karena keinginannya untuk memiliki keturunan ia tega berselingkuh dan menceraikan Aisyah. Tetapi apa daya semua sudah terjadi, Aisyah sudah mendapatkan kebahagiaannya, dan dirinya hanya bisa meratapi nasibnya yang malang.
Keturunan tak didapat, harta terkuras habis, serta diselingkuhi istrinya. Lengkap sudah penderitaan Anwar. Ini adalah salah satu bentuk hukuman yang Allah berikan, tetapi ia tetap tak menyadari kesalahannya. Ia malah menyalahkan sang kuasa dalam hal ini.
"Aku membenci mu ya Allah, aku benci semua ini" Anwar menunduk sembari menitihkan air matanya. Dimana titik terendah seorang lelaki, disitulah ia akan menumpahkan air matanya, air mata penyesalan yang bercampur dengan kepedihan
Seseorang yang mau menyadari kesalahannya, dan memilih taubat di jalan Allah, Insya Allah' Allah akan mengampuni segala dosanya, dan Allah akan menerangi setiap langkahnya.
__ADS_1
Apa bila seseorang tidak pernah mau menyadari kesalahannya, tetap kekeuh dengan pemikirannya, ia termasuk golongan setan, ia tengah dibutakan oleh kekikiran dan kesombongannya. Maka Allah akan menghukumnya sampai ia tersadar, menuntunnya sampai ia melewati titik terang cahayanya.
Semoga Allah senantiasa menjauhkan kita dari hal-hal buruk, semoga Allah memberikan kebahagiaan kepada seluruh pembaca semuanya...amin