
Keesokan harinya Farid dan Sony tengah bersiap untuk berangkat ke restoran Romano, pihak klien sudah menunggu mereka berdua.
Setibanya di sana, mereka berdua langsung disambut oleh waiters dengan pakaian seksinya. Wanita cantik itu dengan gaya vulgarnya mengantar mereka berdua ke meja VIP.
"Selamat siang Mr Robert, senang bertemu dengan anda" sapa Farid dan Sony sambil berjabat tangan
"Selamat siang Mr Farid and Mr Sony. Perkenalkan ini Chelsea sekertaris saya, mari silahkan duduk" tutur Mr Robert memperkenalkan sekertarisnya yang duduk di sampingnya.
Chelsea menjabat tangan Farid cukup lama, ia merasa kagum dengan paras tampan Farid yang nyaris sempurna tanpa goresan.
"Sorry..!"
Farid menarik tangannya dari tangan wanita itu, seketika Chelsea langsung meminta maaf
Kemudian mereka memulai meetingnya. Farid dan Sony menyermati seluruh isi dokumen perjanjian yang diberikan oleh Chelsea.
"Bagaimana Mr Farid apa anda setuju untuk bergabung dengan perusahaan kami" kata Mr Robert dengan ambisiusnya
Farid menatap wajah Sony, kedua mata mereka seperti tengah bercakap secara pribadi. Selang beberapa detik Sony mengangguk.
"Maaf Mr Robert, perjanjian ini sepertinya hanya menguntungkan salah satu pihak saja. Kalau anda tidak keberatan bagaimana kalau prosentasenya ditambah lima persen dari yang tertera di sini" terang Farid dengan nada penuh kewibawaannya
__ADS_1
"Apa maksud Mr Farid, jumlah ini sudah menguntungkan sekali, kenapa bisa minta lima persen lagi. Apa Mr Farid ini bercanda" jawab Mr Robert sambil menjulurkan kakinya ke lutut Chelsea sekertarisnya, mereka berdua juga saling bertatapan layaknya memberikan sebuah kode.
"Mr Farid tolong minum dulu kopinya biar tidak tegang, mari Mr Sony juga diminum kopinya." tutur Chelsea sambil menggeser dua cangkir kopi untuk mereka berdua tepat di depan mereka.
Entah rencana buruk apa yang direncanakan oleh Mr Robert dan sekertarisnya, bagi mereka yang terpenting adalah Farid mau menandatangani kontrak perjanjian yang mereka buat. Mereka sudah mempersiapkan dengan matang, tentang rencananya untuk mengelabuhi Farid supaya mau bergabung dengan perusahaannya.
Tanpa berfikir negatif, Farid dan Sony langsung menyeruput kopinya.
"Bagaimana Mr. Faurid apa masih berminat untuk bergabung dengan perusahaan kami" tanya Chelsea dengan senyum menggodanya
Chelsea beranjak dari tempat duduknya, dengan berpose seksi ia mencoba menggoda Farid, tentu saja Farid tak akan tergoda dengan wanita berparas blesteran itu, Farid malah merasa risih dengan sikap vulgar wanita itu
"Son, ayo kita pergi dari sini" ajak Farid, ia berdiri dari tempat duduknya, parasnya berubah menjadi merah karena geram dengan rencana kotor mereka
Lelaki itu sangat berambisi untuk mendapatkan proyek besarnya, tentu saja Farid orang yang tidak mudah dikelabui, ia merasa proyek ini hanya menguntungkan sepihak saja
"Ayo Rid" ajak Sony turut beranjak dari kursi
Dengan wibawanya mereka berdua pun bergegas keluar dari tempat yang tidak nyaman itu
"Tunggu Mr Farid, baiklah aku mau kesepakatan ini sesuai dengan keinginan mu. Tolong maafkan kami" Mr Robert kembali menghentikan langkah mereka, Farid dan Sony pun menoleh, Farid melangkah kembali ke meja itu
__ADS_1
"Maaf Mr Robert, aku tidak berminat dengan proyek ini, sekali lagi mohon maaf, saya orang yang berkomitmen dengan ucapan saya, jadi tolong hargai keputusan saya. Saya tidak akan mengulangi perkataan saya lagi. Terimakasih atas perjamuannya, selamat siang"
Farid langsung berbalik melangkah keluar, diikuti dengan Sony sang asisten
Meskipun proyek pertamanya telah gagal, ia masih bersyukur Allah masih mengingatkan dirinya untuk tetap kawakal. Terkadang manusia memang merasa kurang dengan apa yang diraihnya, seperti halnya Farid yang merasa ingin memperluas bisnisnya di kancah internasional.
Sekarang Farid menyadari, dan lebih mensyukuri nikmat yang sudah Allah berikan, ia memutuskan untuk membangun perusahaan di sana sesuai dengan kemampuannya, tidak muluk-muluk untuk menginvestasikan sebagian dananya untuk perusahaan asing.
Ia akan memulai bisnisnya disana mulai dari nol, mencari kepercayaan nasabah terlebih dahulu, mungkin suatu saat dari mulut ke mulut, perusahaannya akan semakin terkenal bila banyak nasabah dan klien lokal yang puas dengan performa perusahaan barunya
"Rid, kamu nggak papa kan?" tanya Sony sedikit khawatir dengan expresi d
Farid yang terdiam
Mereka sekarang berada di dalam mobil, mereka akan kembali ke hotel untuk beristirahat
"Kita pilih klien yang arahnya sesuai dengan perusahaan kita ya Son, aku tidak mau kejadian tadi terulang lagi, lebih baik kita. menghindari konflik supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan"
"Oke Rid, aku setuju dengan pendapat mu, aku akan merevisi ulang meeting bersama beberapa klien kita disini. Aku juga akan menyelidiki dulu data perusahaan yang layak untuk kita jadikan rekanan. Bila riwayat perusahaannya tidak sesuai dengan angan-angan kita, aku akan langsung mengcancel kesepakatannya"
"Bagus itu Son, tolong hendel semuanya, kepala ku sedikit pusing Son" Farid tampak menekan nekan keningnya yang pening
__ADS_1
"Istirahatlah Rid, biar aku yang mengerjakan semuanya, besok kita bahas ini lagi ya" tutur Sony merasa iba dengan kondisi Farid, ia tahu apa yang dirasakan sahabatnya, proyek besar sudah tidak ada di tangan, padahal ia sudah meninggalkan istrinya dan keluarganya, tetapi proyeknya tidak berjalan lancar, semoga kedepannya Allah melancarkan proyek dari klien lainnya