
"Kenapa mas Farid memintaku kesini, ada hal penting apa mas" tanya Aisyah gugup.
"Duduklah, aku mau menawarkan kontrak yang menguntungkan dengan mu"
"Kontrak apa lagi mas, kan saya sudah menandatangani kontrak kerjanya tadi pagi"
"Bukan kontrak kerja tapi kontrak pernikahan"
"Maksudnya? Saya bingung mas Farid"
"Menikahlah denganku, aku akan melindungi mu sesuai kontrak. Aku juga akan membantu mu membalas dendam pada Anwar dan istri barunya"
Sebenarnya Farid ingin mengikat Aisyah dengan pernikahan kontrak, ia tak bisa mengungkapkan keinginannya untuk meminang Aisyah karena gengsinya yang terlalu besar.
"Tidak mas Farid aku tidak bisa mempermainkan ikatan suci pernikahan."
Aisyah menolak tawaran Farid yang tidak masuk akal itu.
"Lihat ini... Apa kamu mau semua orang menindas mu seperti ini lagi" terang Farid sambil menggeser laptopnya ke hadapan Aisyah, ia menunjukkan rekaman cctv di kantor, dimana disaat Aisyah ditindas oleh Rani dan karyawan lainnya
Hatinya kembali tertusuk, ia melihat kejadian yang menyedihkan itu, seperti tengah melihat adegan sinetron yang menyedihkan.
Ia menghela nafasnya, "Tidak mas Farid, ini adalah masalah ku. Tolong jangan ikut campur, mas Farid tidak perlu mengasihani ku dengan tawaran yang tidak masuk akal seperti itu" tegasnya memohon dengan rasa hormat, ia membungkuk menangkupkan kedua tangannya.
Farid mulai kesulitan meyakinkan Aisyah, ia semakin penasaran dengan sosok wanita cantik berhijab itu.
"Saya permisi mas" seru Aisyah sambil berdiri melangkah menuju pintu.
__ADS_1
🍁🍁🍁
Hari ini adalah hari kedua Aisyah bekerja sekantor dengan mantan suaminya dan juga istri barunya.
Sebenarnya Fina melarang dirinya untuk ke kantor sampai keadaannya membaik. Tetapi Aisyah memaksa ingin berangkat kerja karena ia sudah menandatangani kontrak kerjanya, jadi dia harus memenuhi kewajibannya.
Seperti kemarin ia berangkat ke kantor diantar oleh Fina, kemudian Fina berangkat ke kampusnya.
Aisyah perlahan memasuki kantornya, kali ini ia memiliki tekat dan keyakinan yang kuat. Ia tidak ingin ditindas lagi oleh Rani.
"Selamat siang Bu Aisyah" sapa setiap karyawan yang berjalan dari arah yang berlawanan.
Ada sesuatu yang aneh dengan karyawan di kantor tersebut, kenapa mereka menyapa dirinya dengan hormat.
Aisyah mulai bingung dengan suasana kantor yang berubah drastis. Ia menoleh kesana kemari berharap mendapatkan jawaban dari kebingungannya.
***Rani ternyata sudah mengetahui kalau Aisyah bekerja sebagai asisten bosnya. Apa lagi kemarin sore setelah kepergian Aisyah dari kantor, Farid meminta Sony kepala manager kepercayaannya untuk melakukan meeting mendadak. Ia meminta semua karyawan untuk melihat layar monitor di ruang meeting.
Di layar tersebut ada setengah badan Farid dengan tatapan marahnya, ia memutar rekaman cctv di hadapan karyawan nya, isi rekaman tersebut ialah dimana Aisyah tengah dipermalukan di depan semua orang.
Farid marah besar sampai menggebrak meja kerja di kediamannya. Ia meminta Sony mengumpulkan satu persatu karyawan yang sudah berani menghina Aisyah. Kemudian ia juga meminta Sony untuk memberikan hukuman pada mereka, yaitu memotong gaji mereka selama tiga bulan, bagi mereka yang melawan akan di PHK dan dituntut karena termasuk pencemaran nama baik.
Semua karyawan yang merendahkan Aisyah langsung meminta maaf melalui meeting virtualnya.
Farid juga meminta semua karyawan menghormatinya layaknya dirinya.###
Aisyah maju dua langkah dari hadapan Rani
__ADS_1
"Plaaakkkk"
Satu tamparan mendarat di pipi kiri Rani
"Berani ya kamu menamparku?" Kata Rani geram, ia memberi ancang-ancang untuk membalas tamparan Aisyah. Tangan kanannya yang terangkat langsung ditangkap oleh Farid sehingga tak sampai mengenai pipi Aisyah.
"Jaga sikapmu... Kalau kamu masih mau bekerja di sini" ancam Farid sambil mengepakkan tangan Rani dengan kasar
"Maaf Pak" kata Rani berpura-pura
Padahal dalam hatinya semakin tumbuh kekesalannya pada bosnya.
"Minta maaflah pada Aisyah" titah Farid
Rani langsung melototi Aisyah, sorot matanya penuh dengan kebencian
"Cepat..!"
Bentak Farid
Pundak Rani bergetar ketakutan ketika dibentak bosnya. Ia terpaksa meminta maaf pada Aisyah
"Aisyah aku minta maaf ya, aku janji nggak akan menghinamu lagi" ucap Rani sambil memeluk Aisyah dengan kepura-puraannya.
"Awas kamu, kali ini kamu bisa lolos lain kali nggak akan kubiarkan" ancamnya lirih.
Aisyah tak menjawab ancaman itu, ia segera melepaskan Rani dari tubuhnya. Lalu ia bergegas masuk ke dalam lift bersama Farid.
__ADS_1
"Sial.. wanita sialan... akan ku balas penghinaan ini" Rani mencengkeram kedua tangannya karena kesal