
Akhirnya Farid berhasil mendapatkan proyek besarnya, tentu saja perusahaannya akan semakin terpandang di kancah internasional.
Seperti janjinya bulan lalu, ia akan berlibur bersama seluruh karyawannya selama tiga hari, karena kebetulan Minggu depan di hari Jumat adalah tanggal merah, jadi mereka bisa berlibur sampai hari Minggu.
Cuma ia belum tahu tempat tujuan yang akan dijadikan berlibur.
Akhirnya ia kembali meminta pendapat Sony.
"Son... Kira-kira kemana ya liburan kita Minggu depan?"
"Bagaimana kalau kita ke puncak aja"
"Aku nggak suka tempat yang dingin Son... Coba yang lebih romantis gitu, tapi nggak suka mantai juga"
"Waduh kemana dong Rid... Ke puncak nggak suka, ke pantai juga nggak suka... Gimana kalau ke Malioboro aja, aku suka banget kesana... Nggak ngebosenin, banyak tarian jawanya... Pokoknya tradisinya menarik banget Rid"
"Jadi penasaran... Dimana itu tempatnya? Jangan jauh-jauh Son... Soalnya kamu kan tahu sendiri kalau waktu liburannya cuma tiga hari aja"
"Ya Allah Farid... Masak kamu nggak tahu Malioboro sih, ya dekat lah Rid, paling nggak sampai setengah hari sudah sampai sana"
"Kalau aku tahu nggak mungkin lah aku bertanya... Sony wak wau" canda Farid sambil merangkul Sony... Sejak aktris cilik yang pernah viral di TV beberapa tahun lalu, Farid suka sekali meledek Sony dengan sebutan wakwau karena wajahnya seperti pinang dibelah dua, cuma Sony yang ini mengenakan kacamata jadi lebih cakep sedikit lah.
Mereka berdua pun sepakat untuk berlibur ke Yogyakarta. Kemudian Farid meminta Sony untuk memberi tahu seluruh karyawannya berkumpul di area ruang santai nanti setelah jam kerja usai.
Ia berencana mengumumkan kabar gembira itu secara langsung, ia menyadari betapa pentingnya peran karyawan dalam perusahaannya, tanpa adanya campur tangan seluruh karyawan dan kru perusahaan, tentunya perusahaannya tidak akan berkembang sepesat ini.
Memang sekarang Farid lebih mementingkan kebutuhan karyawannya, dari mulai merenovasi ruang kerja, ruang santai, dan menambah ruang ibadah karena memang di perusahaannya sebagian besar umat muslim.
"Selamat malam" sapa Farid berdiri di bagian depan di ruangan terbuka tersebut
" Selamat malam Pak" jawab seluruh karyawan
"Eh ada apa ya pak Farid mengumpulkan kita disini?" Tanya salah seorang karyawan yang penasaran
"Nggak mungkin kan kita di PHK massal, secara perusahaan untung besar selama di pegang pak Farid" cela karyawan lainnya menduga duga.
"Hust...! lihat itu si bos melihat kalian" kata salah seorang karyawan yang berdiri di belakang mereka.
Farid memang mengarahkan pandangannya kepada ketiga karyawannya tadi.
"Sudah cukup bicaranya" pertanyaan Farid dengan wajah marah itu langsung membungkam bibir mereka, padahal Farid hanya bercanda saja.
Semua karyawan tampak terdiam, seluruh mata mereka terfokus pada sosok tinggi kekar yang ada di depan mereka.
"Kenapa saya mengumpulkan kalian disini, pertama tama saya mau berterimakasih kepada kalian semua, karena kerja keras kalian perusahaan kita berkembang pesat. Sebagai kompensasinya kita semua akan berlibur ke Yogyakarta selama tiga hari, semua fasilitas sudah disediakan oleh kantor, dan satu lagi, kalian boleh mengajak keluarga kalian."
Gemuruh tepuk tangan langsung menggema di ruangan tersebut.
Mereka semua bersorak gembira mendengar kabar yang disampaikan bosnya.
"Oya... Satu lagi... Mulai bulan depan saya akan menaikkan gaji kalian semua"
__ADS_1
"YEEEEEEE" seluruh karyawan meloncat gembira, siapa yang tidak bahagia mendapatkan begitu banyak kejutan dari sang bos. Mereka semua sangat bersyukur mempunyai bos dermawan seperti Farid
"Terimakasih pak Farid.... Saya mewakili seluruh karyawan mengucapkan terimakasih banyak, semoga bapak sekeluarga selalu dalam lindungannya" terang Anwar angkat bicara mewakili yang lainya
"Amin" seluruh orang di ruangan tersebut mengamininya.
Setelah selesai memberikan kabar gembira tersebut, Farid pun bergegas pulang bersama supir pribadinya
"Pak Gun... Tolong berhenti di toko bunga di depan ya?" Pinta Farid
Sudah bisa ditebak, pasti ia membelikan bouquet bunga mawar untuk istrinya lagi.
"Baik pak Farid" jawab Gunawan, lelaki berusia setengah baya itu, sudah hampir sepuluh tahun bekerja sebagai supir pribadinya.
Gunawan pun menghentikan mobilnya tepat di depan toko bunga, Farid langsung turun dari mobil.
"Ayo jalan Pak... Kita ke tempat biasa ya?" Titah Farid
Ditangannya sudah ada bouquet bunga mawar, serta di belakang juga ada beberapa kotak hadiah.
Tetapi Farid meminta Gunawan untuk pergi ke tempat biasa, tempat apa yang dimaksud Farid?
Kenapa ia tidak pulang ke kediamannya?
Lalu untuk siapa hadiah-hadiah itu?
Apa Farid menyembunyikan sesuatu dari Aisyah?
Hehehe... Jangan Su-udzon dulu ya readers...!
"Ye...... Papa Farid datang.... Ye Papa Farid datang" Teriak Shasa girang. Ia adalah gadis kecil berusia 5 tahun yang memanggilnya dengan sebutan Papa.
Kini Farid tengah berada di panti asuhan.
Ternyata dari sifat Farid yang dulunya tidak mempercayai agamanya, hatinya sebenarnya mulia. Sejak mencapai kesuksesannya di dunia bisnis ia telah menjadi donatur tetap di panti asuhan tersebut.
Bahkan Farid sangat akrab dengan anak-anak di panti asuhan tersebut, karena dia termasuk tipe lelaki yang memang menyukai anak-anak. Saking akrabnya anak-anak disana memanggil Farid dengan sebutan Papa. Mereka menganggap Farid adalah Papa yang berhati malaikat, setiap datang dia selalu membawakan makanan dan banyak hadiah untuk mereka semua.
"YEEEEEEE... Papa Farid... Shasa kangen banget sama papa Farid" Shasa berlari menghampiri Farid dengan riang gembira.
__ADS_1
"Kok kamu di luar sih my princessnya Papa" Farid langsung membopong tubuh mungil gadis kecil itu, ia menciumi kedua pipinya yang menggemaskan.
"Tadi aku sedih pah... Remon membuang boneka Kitty ku ke kolam itu, aku tidak mau Kitty dicuci oleh ibu panti" rengek Shasa mengadu pada Farid
"Sudah jangan bersedih lagi ya my princess... Papa ada banyak hadiah buat kamu dan yang lainnya"
Kata Farid sembari mengelus rambut panjangnya.
Raut wajah mungil itu langsung girang kembali
"Pak Gun tolong turunkan semuanya ya, termasuk bunganya juga." Titah Farid
Gunawan mengambil semua hadiahnya, ia membawa masuk seluruh hadiahnya.
"Ini pak Farid" setelah membawa masuk seluruh hadiahnya, ia memberikan bouquet bunga mawar merah itu untuk bosnya.
"Wah bunganya cantik sekali pah... Pasti bunga ini untuk kak Azizah ya" ucap Shasa yang masih di gendongan Farid.
"Iya princess... Kamu turun dulu ya, panggil teman-teman mu untuk mengambil hadiah kalian"
Farid menurunkan tubuh mungil itu, kemudian ia masuk ke dalam panti sambil menggandeng Shasa.
"Tuan Farid... Silahkan duduk" ucap Bu Yati. Beliau adalah ibu panti pemilik panti asuhan tersebut, beliau adalah seorang janda dengan anak satu.
Anak Bu Yati bernama Azizah, dia adalah wanita cantik berusia 19 tahun. Nasibnya sangat kurang beruntung, dia mengidap penyakit kanker otak sejak lima tahun terakhir, kalau Farid tidak memberikan pengobatan yang layak untuknya. Mungkin Allah sudah berkehendak lain.
__ADS_1
Alhamdulillah berkat bantuan Farid dan keyakinan wanita itu, ia masih bisa bertahan sampai sekarang, meskipun sering bolak balik rumah sakit dan berobat jalan.