
Wajah Aisyah langsung pucat pasi, ia bingung dengan lamaran Farid yang begitu mengejutkannya.
Sesosok wanita shalihah yang santun itu senantiasa memikirkan jawaban yang tepat, kata-kata yang dikeluarkannya pun dipilih dengan hati-hati, lantaran takut menyinggung perasaan lelaki yang melamarnya.
"Maafkan saya mas Farid, saya sudah pernah gagal dalam pernikahan. Bagaimana saya bisa menerima lamaran mas Farid yang begitu tiba-tiba. Saya tidak ingin gagal untuk yang kedua kalinya karena hubungan yang tidak didasari oleh cinta"
Farid masih berbaring dari tempat tidurnya, perlahan tangannya memegang tangan lembut Aisyah.
Entah kenapa kala itu dirinya tak bisa menolak sentuhan lembut Farid. Jantungnya benar-benar berdegup tak karuan, ada perasaan aneh yang melanda hatinya.
"Aku mau menikahi mu karena Allah, aku ingin menjadi imam yang baik. Tolong bantulah aku menjalani taubat ku. Aku ingin berjalan dijalan Allah, menunaikan kewajibanku sebagai umat muslim" tutur Farid dengan nada lembut.
Hal ini yang membuat Aisyah tersentuh, Farid mau bertaubat dan menjalankan kewajibannya sebagai umat Islam.
Tetapi ia belum bisa membuka hatinya untuk lelaki itu.
"Ya Allah apa aku berdosa bila menolak lamaran lelaki yang ingin bertaubat dijalan Mu.
Apa yang harus ku lakukan ya Allah ?, sebagai umat Mu ini juga kewajibanku membantunya untuk menjalankan syari'at Islam" gundahnya dalam hati.
Ia memiliki firasat baik dari ucapan Farid, lelaki yang biasanya menentang Allah itu kini ia akan menjalani kehidupannya di jalan Allah.
__ADS_1
"Dengan senang hati aku mau membantu mu menjalankan taubat mu mas, tetapi tidak untuk menikah... Aku mohon mas Farid mengerti perasaan ku." Tutur Aisyah kembali menolak lamaran Farid.
Farid menghela nafasnya, kedua matanya berair. Ia tak kuat menahan tetesan tetesan dari pelupuk matanya.
Ia sangat menyesal karena hidupnya selama ini berlumuran dosa.
"Ya Allah tolong jodohkanlah aku dengan wanita shalihah ini, izinkan aku menjalani taubat ku dengan wanita yang kucintai ya Allah" doanya yang ia panjatkan dalam hati.
Aisyah kembali terenyuh melihat kesedihan dari kedua netra lelaki itu.
"Jangan bersedih begitu mas, mas Farid harus bersyukur masih diberi kesempatan Allah untuk bertaubat. Dan jangan terlalu bersedih dengan penolakan ku, yakinlah kalau memang kita berjodoh pasti Allah menyatukan kita" terang Aisyah menyemangati lelaki yang masih berbaring lemah itu.
Fina yang berdiri di samping mereka berdua, ia tak kuasa menahan air matanya. Ia seakan bisa merasakan kesedihan yang kakaknya rasakan.
"Lebih baik sekarang mas Farid fokus memperbaiki diri dulu, kita bisa berteman sambil mengenal sifat kita masing-masing. Insya Allah ridho darinya akan melancarkan doa yang kita panjatkan" Aisyah kembali menyemangati Farid. Ia yakin cinta akan datang dengan sendirinya bila Allah sudah meridhoinya.
"Bagaimana kalau kalian ta'aruf saja. Bukanya ta'aruf itu dianjurkan dalam agama kita!"
Aisyah sontak menatap wajah Fina dengan tajam, ia paham betul arti dari perkataan itu.
"Iya Aisyah... Apa kamu memperbolehkan kita ta'aruf dulu sebelum melangkah ke jenjang pernikahan" tutur Farid membenarkan pendapat adiknya. Meskipun ia belum memahami arti ta'aruf, tetapi ia pernah mendengar kata-kata itu dari Sony yang pernah ta'aruf sebelum menikah.
Secara syar'i ta'aruf memang dianjurkan oleh Rasulullah untuk setiap pasangan yang ingin menikah. Mereka di berikan kesempatan untuk saling mengenal satu sama lain. Karena hal itu masih juga di jalan Allah akhirnya Aisyah menyetujui pendapat Fina untuk berta'aruf dengan Farid
__ADS_1
"Ya aku setuju kita ta'aruf dulu mas, tetapi aku tidak bisa menjadi asisten mas Farid lagi. Aku mau bekerja di tempat lain"
"Terimakasih Aisyah, aku akan memperdalam ilmu agama ku. Aku ingin menjadi imam yang baik untuk mu kelak" terang Farid dengan binar senyuman di wajahnya.
Aisyah pun ikut tersenyum simpul ketika melihat binar senyuman yang menyejukkan hati itu, lekuk bibirnya yang tipis menghiasi wajah cantiknya.
"Alhamdulillah semoga proses ta'aruf kalian berjalan lancar" doa Fina ikut bahagia mendengar mereka berdua sepakat untuk ta'aruf.
Cinta memang anugerah yang paling indah, karena cinta bisa merubah kerasnya batu menjadi butiran kerikil yang indah dipandang mata.
Bila engkau menginginkan cinta sejati datang pada mu, maka cintailah Allah terlebih dahulu karena cinta kepada Allah sama seperti cahaya terang.
Apakah Farid adalah jodoh terakhir Aisyah yang dipilihkan oleh Allah ?
Apakah proses ta'aruf mereka berjalan lancar sampai jenjang pernikahan suci ?
Ataukah malah di perjalanan proses ta'aruf mereka ada ujian yang harus mereka lewati ?
Mungkinkah Farid lulus memperdalam ilmu agamanya ?
***
Nantikan jawabanya di chapter selanjutnya ya readers.
__ADS_1
Semoga kalian semua selalu dalam lindungan Allah, semoga keluarga kita diberi kebahagiaan serta rejeki yang berlimpah. Semoga Allah selalu memberi kesehatan pada kita semua.... Amin
***