
Sudah beberapa menit mereka duduk di meja tersebut namun tidak ada satupun dari mereka yang memulai untuk berbicara. Mereka masih disibukan dengan aktivitasnya masing-masing dengan ponsel yang berada di genggaman tangan mereka. Entah perasaan apa yang saat ini Laura rasakan, namun perasaan ini berbeda dengan biasanya saat ia berhadapan dengan pria lain selain John. Ia terlihat lebih gugup dan mati gaya saat berhadapan dengan pria bernama John itu.
"Baiklah kau yang bernama Laura itu kan?" Tanya John menyimpan ponselnya dan mulai membuka pembicaraan yang sempat tertunda.
Laura tidak menjawab pertanyaan dari John, ia hanya mengangguk dan menyimpan ponselnya diatas meja. Ia masih saja sibuk merapihkan rambut indahnya yang sebenarnya tidak berantakan itu. Ia melihat bahwa sekarang John sedang memperhatikannya dari atas sampai bawah dan itu membuat Laura menjadi salah tingkah dan tidak tahu harus berbuat apa selain memainkan rambut panjangnya itu.
"Namaku Jonathan tapi kau bisa memanggilku dengan sebutan John agar tidak terlalu sulit. Dan aku adalah seorang dokter umum di salah satu rumah sakit ternama di London ini," Ucap John menjelaskan sedikit tentang hidupnya.
__ADS_1
Laura hanya memperhatikan dan cukup mengangguk pelan saja. Ternyata pria yang berada didepannya kini adalah seorang dokter, pantas saja ia terlihat sangat tampan, gagah dan juga bersih. Pikir Laura.
Laura terdiam saat John mengeluarkan beberapa kertas yang ternyata isinya adalah informasi tentang pria itu. Laura meraih semua kertas yang telah diberikan oleh John dan memulai membacanya dengan teliti supaya tidak ada satu pun yang terlewat. Laura mengangguk seolah mengerti dengan semua informasi tentang John yang tertulis di dalam kertas-kertas tersebut.
"Kau harus bisa menghafalkan semua informasi tentangku ini agar nenek ku tidak curiga dengan hubungan kita. Kau mengerti?" Tanya John menatap serius wajah Laura.
Laura pun terkejut saat John mengeluarkan sebuah kertas lagi, ia berpikir apalagi yang pria itu tulis didalam selembar kertas itu. Laura menghela nafasnya dengan sedikit kasar, karena kliennya yang satu ini sangat banyak permintaan. Namun Laura harus bersikap profesional karena pria bernama John ini bersedia untuk membayarnya dengan sangat mahal, jadi Laura meraih selembar kertas itu dengan sebuah senyuman manis yang terukir dibibir seksinya.
__ADS_1
Di lembar terkahir itu Laura mendapatkan informasi palsu yang telah ditulis oleh John tentang hubungan mereka. Pria itu menulis pertama kali mereka bertemu di salah satu restoran ternama dan John langsung menghampiri Laura karena sudah jatuh cinta pada pandangan pertama. Lalu John pun menuliskan tanggal dimana John menyatakan perasaan cintanya pada Laura dan Laura menerima John untuk menjadi kekasihnya. Dan yang terakhir pria itu menuliskan jika mereka berdua berencana akan menikah dalam waktu dua tahun kedepan.
Laura tersenyum dan mengangguk pelan sambil menyimpan kembali semua kertas yang telah diberikan oleh John ke meja. Dan permintaan John yang tertulis di kertas itu tidak sulit bagi Laura, dan Laura sangat percaya diri jika ia bisa melakukan semuanya dengan sangat lancar tanpa ada kendala sedikit pun.
"Bagaimana? Apa kau sudah mengerti atau ada pertanyaan?" Tanya John menatap wajah cantik Laura.
"Aku sudah mengerti dan aku akan melakukan yang terbaik untukmu. Dan kau juga harus ingat jika kau harus membayarku dengan harga yang sudah ku tuliskan di aplikasi dating itu," Ucap Laura lalu menyeruput mibuman yang telah di pesannya.
__ADS_1
"Kau tidak perlu khawatir. Bahkan aku akan membayarmu lebih jika kau berhasil melakukan pekerjaanmu ini," Ucap John sambil tertawa kecil.