
Semua keluarga pak Dermawan sudah mencicipi bubur sehat buatan Rangga dan Oma Marissa, selain itu Rangga juga mengirimkan bubur buatannya yang cukup banyak kepada keluarga mertuanya yang saat ini sedang berada di rumah keluarga Opa Dirja. Selain itu para pekerja di rumah besar Opa Dermawan juga mendapat jatah icip icip bubur buatan Rangga. Semua suka dan beberapa ada yang memberi masukan soal Rasa karena selera setiap orang beda beda.
Lelah masak, Rangga mengajak Jasmine untuk ke kamar mereka. Sampai di kamar Rangga langsung menjatuhkan tubuhnya di atas kasur empuknya sedang Jasmine masih melihat lihat kamar besar itu yang semuanya bernuansa biru muda hampir sama seperti kamar nya.
Jasmine terkejut saat melihat foto dirinya dimasa kecil bersama Rangga ada di atas meja belajarnya. Dia pun lupa kapan dan siapa yang mengambil potret mereka. Lalu Jasmine melihat foto itu dan mengingat ingat dimana tempatnya
"Lihat apa?" tanya Rangga dengan pelan
Tangannya sudah memeluk Jasmine dengan kepalanya di jatuhnya di bahu gadis itu
"Kok ada foto ini kak? Siapa yang ambil?" tanya Jasmine
"Di hape mama, kamu inget gak, ini waktu kita main ke panti asuhan dulu. Sengaja aku minta dan aku cetak fotonya, jadi kalau aku kangen sama kamu, lihat foto ini aja" Ucap Rangga lalu mengecup pipi Jasmine, Cup!
"Maaf aku lupa" jawab Jasmine dan gadis itu memang benar benar lupa
"Gak papa, yang penting sekarang kamu sudah tau," ucap Rangga kemudian semakin mengeratkan pelukannya
"Tidur siang yuk? mumpung gak ada yang ganggu" ucap Rangga
"Tapi beneran tidur ya?!" ucap Jasmine menoleh ke belakang dan menatap suaminya
"Emmm,, lihat nanti deh!" kekeh Rangga lalu menggiring istrinya ke ranjang tanpa melepaskan pelukan mereka, untung Jasmine sudah kembali meletakkan bingkai foto itu di tempatnya sebelum dia di jatuhkan Rangga di atas tempat tidur. Nyatanya dia di cumbuu lagi sampai pasrah.
Jasmine tidak menyangka jika setelah menikah, Rangga ternyata sangat mesyum. Ntah sudah berapa kali bibir gadis itu di sesap dan kini bukan hanya bibirnya yang kebas tapi kedua aset kembarnya sudah terasa sangat perih karena terus di hisap sudah seperti punya bayi saja dia, dan baru sebatas itu yang Rangga lakukan, belum sampai ke tahap yang lebih dalam. Itu saja membuat Jasmine kewalahan, karena pasalnya setiap ada kesempatan Rangga selalu melakukan apa saja yang dia inginkan.
Menolak juga tidak bisa karena akhirnya Jasmine merasa keenakan.
Seperti sekarang, bukannya tidur siang, tapi Rangga sedang masuk kedalam kaos Jasmine yang longgar dan sudah bisa di tebak apa yang dilakukan pemuda itu, bahkan Jasmine sesekali mendesis karena hisapan bayi besar itu terlalu kuat.
Tok
Tok
Tok
__ADS_1
Jasmine langsung mendorong Kepala Rangga hingga suaminya itu keluar dari persembunyiannya
"Ada orang kak!" ucap Jasmine lalu membenahi pakaiannya.
"Ck! mengganggu saja! orang lagi enak enak juga!" sungut Rangga kemudian pemuda itu turun dari tempat tidurnya dan membuka akan pintu
Ceklek
Rangga terkejut saat tiba tiba Cio masuk tanpa permisi
"Cio au bobo diciniiiiiii" teriaknya lalu melompat ke ranjang
Jasmine yang awalnya berbaring pun langsung duduk dan menangkap tubuh Cio.
"Hati hati Cioooo,,, nanti jatuhhh" ucap Jasmine dan Cio langsung memeluk Jasmine dengan sangat erat
"Cio bobo cini yaaaa" ucap Cio kepada Jasmine
"Heh Cio! bobok sama mama papa mu sana! jangan ganggu kak Jasmine" ucap Rangga kemudian menghampiri Cio
"Ehh ni anak,,," Rangga ingin menarik Cio tapi Cio malah semakin mengeratkan pelukannya pada Jasmine
"Udah kak, biarin Cio disini" ucap Jasmine
"Gak bisa gitu dong, aku kan mau tidur sama kamu, Cio, ayo ke kamar sekarang!" Rangga berhasil menarik Cio lalu Cio di angkat seperti karung beras dan di bawa keluar dari kamar. Cio terkekeh kekeh karena bukan hanya di gendong tapi Rangga juga menggelitik kakinya.
"Ampunnnn,,, ampunnn, Cio ompol anti!" ucap Cio, Namun Rangga tidak peduli dan terus membawa Cio ke kamar Aunty Ly
"Makanya jangan ganggu, bocil!" cetus Rangga
Tok
Tok
Tok
__ADS_1
Rangga mengetuk cukup keras kamar Liora dan Rizal. 3 kali ketuk belum di buka, Rangga menggedor kamar Liora dan saat itu Liora yang membuka pintu dengan berpakaian asal, Rangga menebak saja, pasti Om dan Aunty nya itu sedang berpesta.
"Nih anakmu Aunty! " ucap Rangga menurunkan Cio dan memberikan pada Liora
"Ya Elah, nitip bentar sih! nanggung!" ucap Liora
"Ogah! puyeng puyeng deh,,," kekeh Rangga lalu kabur begitu saja
"RANGGAAAAAA!" Teriak Liora tapi Rangga tidak peduli, malah pemuda itu melambaikan tangan tanpa berbalik kepada Auntynya. Liora terlihat kesal, kepalanya pusing nyut nyutan
"Mamah kenapa? pucing ya? papa mana?" tanya Cio
"Iya nih, mamah pusing, Cio coba ke kamar kak Aqsa, lihat dia lagi apa" ucap Liora
"Kak Aqca bobok, acu gak bica bobok, mau main deh cama papah" ucap Cio lalu masuk saja kedalam kamar mamahnya
"Papa?!"
Cio kaget saat Rizal seperti sedang terburu buru memakai kimono, bahkan tidak melihat lagi jika kimono yang di pakai berwarna pink yang sudah tentu milik mamah Liora.
.
.
.
.
.
.
.
Ngakakkkkkk🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
__ADS_1