Menolak Perjodohan

Menolak Perjodohan
Bab 16


__ADS_3

Selama di cafe Laura merasa sangat senang karena Agatha dan juga Robert selalu mengajaknya bicara dengan sangat ramah. Ditambah keluarga John menyambutnya dengan penuh kehangatan, dan itu jarang sekali ia temukan di keluarga pria lain diluar sana. Lagi-lagi Laura berpikir jika suatu saat nanti wanita yang aka  menjadi calon istri John akan sangat beruntung memiliki keluarga seperti mereka.


Laura menatap John tanpa kedip, pria itu terlihat sangat tampan dan juga gagah. Apalagi John itu seorang dokter dan sudah pasti banyak wanita yang berebut untuk mendapatkan John dan menjadikan pria itu kekasih mereka. Namun dibalik ketampanan wajah John, Laura menganggap bahwa pria bernama John itu sangat cuek dan juga dingin, mungkin saja John juga tidak punya rasa peduli terhadap orang di sekitarnya. Laura menyayangkan itu semua, andai saja John lebih baik dan ramah sudah pasti pria itu akan terlihat lebih sempurna di mata Laura.


"John kau harus mengantarkan Laura pulang," Ucap Agatha terdengar seperti memerintah pada John.

__ADS_1


"Tentu saja aku akan mengantar kekasihku pulang, aku ingin melihat dia selamat sampai rumah nek," Ucap John terdengar sangat lembut sambil menatap Laura yang kini tengah tersenyum manis.


Laura merasakan sebuah kehangatan yang tidak pernah ia dapatkan semenjak kepergian kedua orang tuanya. Laura dan kakaknya walaupun tinggal bersama tapi selalu sibuk dengan kehidupannya masing-masing. Dan saat berada di keluarga John ia kembali merasakan kehangatan yang sudah lama hilang dari hidupnya.


Laura tak sadar jika kini air matanya akan segera turun membasahi pipi mulusnya, dengan cepat ia langsung menghapus air mata itu agar John dan keluarganya tidak mengetahui jika ia menangis. Laura pun tidak mengerti kenapa ia bisa meneteskan air mata, mungkin karena melihat kehangatan dan kedekatan keluarga John.

__ADS_1


"Apa acara makan malam kita sudah selesai nek?" Tanya John pada Agatha.


Agatha yang masih sibuk membereskan barang yang ia bawa hanya mengangguk dan kembali fokus kepada aktivitasnya. John pun merasa sangat khawatir pada kondisi neneknya karena waktu juga sudah semakin larut. Dan tentunya juga ia ada sedikit rasa khawatir pada Laura wanita yang menjadi kekasih pura-puranya saat ini.


"Kalau begitu aku akan mengantarkan Laura pulang. Kalian bisa pulang lebih dulu," Ucap John mulai bangkit dari duduknya dan meraih pinggang Laura untuk semakin mendekat ke tubuhnya. Laura pun pamit dengan sangat ramah pada Agatha dan juga Robert.

__ADS_1


Laura dan John kini sudah berada didalam mobil mewah milik John, hanya suara nafas mereka yang terdengar. Mereka kini tengah sibuk dengan kesibukannya masing-masing. Laura yang masih fokus dengan ponselnya dan John yang sibuk mengemudi agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


Sesekali Laura melirik wajah John yang masih saja fokus dengan setirnya, Laura berpikir bahkan saat menyetir saja John masih terlihat sangat tampan dan mempesona. Baru kali ini Laura mengakui pria yang menjadi kliennya itu tampan, dan pria itu hanyalah John. Seorang dokter tampan yang selalu menjadi rebutan setiap wanita diluar sana tentunya.


__ADS_2