Menolak Perjodohan

Menolak Perjodohan
Bab 44


__ADS_3

Waktu berjalan begitu cepat, Jasmine yang di antar ayah dan bundanya kini sudah berada di bandara, karena hari ini Jasmine akan berangkat ke Jepang bersama Rangga dan gurunya pak Edward untuk mengikuti Olimpiade. Belum lama sampai di bandara, Rangga yang juga di antar kedua orang tuanya baru saja turun dari mobil lalu mereka saling menyapa.


"Pak Edward belum sampai?" tanya Jasmine


"Belum, mungkin sebentar lagi" jawab Rangga


"Rangga, Bunda nitip Jasmine ya selama di Jepang. Dia baru pertama kali ke sana, jangan biarkan dia jalan sendirian. Nanti bisa bisa nyasar" ucap Dinda pada Rangga


"Baik bu, Rangga akan jagain Jasmine bila perlu 24jam Rangga jagain" jawab Rangga


"Ya gak harus 24 jam juga, memangnya kamu satpam?!" sahut Dika


"Gak papa Om jadi satpam, asalkan satpam di hati Jasmine" kekeh Rangga


"Ck! bisa bisa nya gombal!" ledek Dika dan mengundang tawa yang kainnya


"Apa sih kak!" Jasmine terlihat malu malu.


"Maaf saya terlambat, tadi jalanan macet..." pak Edward baru saja sampai dan menghampiri Jasmine dan Rangga


"Gak papa pak, penerbangan 45 menit lagi" Jawab Rangga saat melihat jam di pergelangan tangannya.


"Ayo kita masuk kalau begitu,," ucap pak Edward


"Pak, kami titip anak anak ya pak, tolong di jaga selama disana" ucap Angga pada pak Edward


"Baik pak, saya akan menjaga anak anak selama disana nanti" jawab pak Edward


Lalu Jasmine dan Rangga berpamitan kepada kedua orang tua mereka, setelah itu keduanya mengikuti pak Edward masuk kedalam bandara.


"Mereka berdua terlihat semakin dekat ya Ra," ucap bunda Dinda pada mama Zara


"Iya kak, semoga tetep dekat sampai mereka dewasa. Semoga juga mereka berjodoh" jawab mama Zara


"Aamiin" jawab bunda Dinda


Setelah mengantarkan anak anak mereka berangkat, masing masing orang tua pun pergi meninggalkan bandara. Sementara Rangga dan Jasmine sedang menunggu penerbangan mereka.


Setelah menunggu cukup lama, akhirnya mereka masuk kedalam pesawat dan tak lama pesawat bergerak meninggalkan bandara. Ini bukan penerbangan pertama kali untuk Jasmine jadi gadis itu tidak begitu tegang, tentu mereka tidak lupa untuk berdoa agar selamat sampai kembali ke Indonesia.

__ADS_1


Perjalanan yang mereka tempuh cukup melelahkan, lama nya perjalanan membuat para penumpang memilih untuk tidur. Begitu juga dengan Jasmine dan Rangga. Kedua remaja itu duduk bersebelahan sedangkan pak Edward duduk di belakang mereka berdua.


Rangga sedikit terkejut saat baru akan memejamkan mata namun lengannya terasa begitu berat. Dilihat Jasmine tidur dengan kepalanya jatuh menimpa lengannya. Rangga tersenyum, lalu membenarkan kepala Jasmine agar lebih nyaman saat tidur.


Di tatapnya dengan lekat, wajah cantik Jasmine


Cherry ku. Rangga membatin saja saat menatap bibir pink Jasmine yang masih jelas di ingatan Rangga, bagaimana rasanya. Rasanya ingin sekali merasakannya lagi.


Astagfirullah Rangga! ingett jangan mesum!. Rangga membatin lagi dan membuat pikiran pikiran kotornya.


Saat tidur, tanpa sadar Jasmine memeluk lengan Rangga dan sudah seperti dia jadikan guling. Rangga pun hanya senyum senyum sendiri dan membiarkan Jasmine terus memeluk lengannya sebagai guling.


Senyaman kamu aja,, Batinnya.


Lalu Rangga ikut memejamkan mata, sebelum tidur dia pun menggenggam tangan Jasmine, tidak erat tapi cukup menghangatkan. Setelah itu Rangga benar benar ikut tidur.


Jasmine terbangun setelah kantuknya terasa hilang. Saat membuka mata, hal yang pertama kali dia lihat adalah tangannya yang bergandengan dengan Rangga, Sontak gadis itu terkejut dan melihat ke arah Rangga, ternyata pemuda itu masih tertidur.


deg!


Jasmine masih tidak habis pikir kenapa bisa mereka berdua bergandengan. Kemudian perlahan, Jasmine menarik tangannya, berharap Rangga tidak bangun tapi ternyata pemuda itu langsung bangun saat merasakan adanya pergerakan pada anggota tubuhnya


"I,iya kak sudah" Jawab Jasmine


"Kamu lapar?" tanya Rangga dan Jasmine mengangguk saja. Demi apa jantungnya berdetak tak karuan saat bertatapan dengan pemuda itu.


Lalu Rangga memesankan beberapa macam makanan untuk mereka berdua, biarlah pak Edward memesan sendiri jika dia lapar, toh saat ini pak Edward masih tidur.


"Tunggu yah" ucap Rangga dengan memegang tangan Jasmine


Deg!


Jasmine yang saat itu melihat awan jadi menoleh saat merasa tangannya di sentuh oleh tangan yang hangat.


"Iya" jawab Jasmine kemudian ingin menarik tangannya namun Rangga menahannya


"Mau pegang tangan aja boleh?" tanya pemuda itu dengan menatap Jasmine dengan teduh


Jiwa jiwa penurut Jasmine berontak, gadis itu mengangguk pelan, rasanya tak kuasa untuk menolak, apalagi tatapan itu terlihat sangat tulus sekali.

__ADS_1


Rangga tersenyum manis, lalu mengeratkan genggaman tangan mereka.


Gak papa hari ini pegang tangan, nanti kalau sudah menikah, pasti bisa pegang yang lain. Rangga senyum senyum tak jelas sedang Jasmine tampak bingung


"Kenapa senyum senyum kak?" tanya Jasmine


"Emm,, seneng aja bisa gini,, nanti setelah olimpiade selesai. Kakak bawa kamu keliling Jepang ya, mau kan?" tanya Rangga pelan namun tersimpan penegasan jika dia tidak mau di tolak


"Kalau nyasar gimana?" tanya Jasmine


"Gak akan nyasar, palingan nyasar nyasar ke hati aku!" ucap Rangga sambil mengeratkan genggaman tangan mereka.


"Dih,, apaan sih!" cicit Jasmine lalu membuang wajah ke samping untuk menutupi rasa senangnya. Gadis itu diam diam tersenyum.


"Permisi,, mau mengantarkan pesanan makanan" ucapan seorang pramugari itu membuat Rangga dan Jasmine terkejut. Genggaman tangan keduanya pun terlepas dan memberikan ruang untuk pramugari itu meletakkan makanan mereka.


"Selamat menikmati"


"Terima kasih"


Jasmine mantap lapar semua hidangan yang di suguhkan di depan matanya


"Ini semua kakak yang pesan?!" tanya Jasmine


"Iya, biar kita cepat besar, jadi harus banyak makan makanan bergizi. Ayo makan" jawab Rangga dengan santainya


Jasmine masih menatap satu persatu makanan yang terlihat sangat menggiurkan namun apa muat di dalam perutnya jika sebanyak itu.


"Ayo makan, apa mau di suapi hem?" tanya Rangga saat melihat Jasmine masih menatap makanan mereka.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Mau mu Ngga nyuapin Jasmine! dasar modusssss banget dah anaknya mama Zara nih! 😌


__ADS_2