
Sementara itu, Ayu dan Gerry yang menggunakan pesawat lain baru saja sampai di Hotel yang sudah di booking Gerry. Tapi tentu Gerry memesan dua kamar untuk mereka berdua, mengingat hubungan mereka belum sah menikah.
Sampai di Hotel, Gerry ikut masuk dengan membawakan koper milik Ayu.
"Sudah sampai, kamu boleh pergi" ucap Ayu
"Di usir?" tanya Gerry tiba tiba mendekat
"Jangan macem macem deh! aku hajarr baru tau rasa!" cetus Ayu dengan penuh waspada dan juga jantungnya sudah berdegup dengan begitu cepat.
"Aku capek bawa koper kamu dari bawah ke kamar, masak gk di kasih tips?!" ucap Gerry
"Jadi gak ikhlas?! tau gitu aku minta pelayan tadi saja bawain koper aku" jawab Ayu
Gerry tidak terima, lalu ditariknya lengan Ayu hingga keduanya nya saling bertabrakan.
"Lepasin Gerr!" ucap Ayu dengan meronta ronta.
"Boleh gini aja gak sih bentar aja, aku cuma mau peluk kamu" ucap Gerry.
Ayu diam, dan membiarkan Gerry memeluknya. Disaat semua saling diam, baik Gerry maupun Ayu bisa merasakan debaran jantung masing masing. Ternyata mereka berdua memiliki debaran yang sama, hingga saat pelukan itu terlepas, Gerry dan Ayu saling menatap.
"Kamu deg deg an ya?" tanya Gerry
"Kamu juga!" sungut Ayu
Gerry terkekeh lalu mencubit bibir Ayu yang mengerucut sebal.
"Gemesin! pengen ku cium!" ucap Gerry dan Ayu langsung mendelik
"Jangan Ma,,,"
Cup!
Ayu membulat saat bibirnya di kecup Gerry dengan cepat
__ADS_1
"Gerrrrrrrryyyyy Mesuuuuummmm!" teriak Ayu dan Gerry langsung kabur keluar dengan kekehannya.
"Ngeseliiiinnnnnn!" Teriak Ayu kemudian melempar sepatunya ke pintu. Tapi sayang Gerry sudah keluar
Kemudian Gerry mengambil koper yang ada di depan kamar Ayu, untung kopernya tidak hilang.
Sementara itu,,,,
"Maahhhh,, cio mau ke kamal kak Jasmine ya" ucap Cio kemudian turun dari sofa dan memakai sandalnya
"Eh! gak boleh! Cio disini aja sama mamah dan papah" Jawab Liora
Rizal yang baru saja keluar dari kamar mandi melihat wajah putranya yang cemberut
"Cio kenapa?" tanya Rizal
"Cio mau ke kamal kak Langga pah, tapi mama gak bolehin" jawab Cio
"Hemm,, Cio disini saja ya, jangan ganggu kak Rangga dan kak Jasmine. Emm, gimana kalau kita beli sosis aja?" ucap Rizal
"Oke oke, kita pesan saja yah,, sekarang cio duduk di sana, biar papa yang pesan" ucap Rizal
Liora dan Rizal tidak akan mengizinkan Cio mengganggu Rangga dan Jasmine. Meski mereka tau, Cio begitu senang kepada Jasmine karena gadis itu terlihat begitu menyayangi Cio. Tapi ini adalah hari bahagia keduanya, dan Rizal juga Liora tidak ingin mengacaukannya.
Di kamar pengantin,,,,
Jasmine di buat mandi keringat, padahal baru pemanasan, tapi dia sudah seperti habis larian berkilo kilo meter jauhnya. Sentuhan sentuhan Rangga benar benar membuatnya hilang akal, yang hanya bisa dia lakukan adalah pasrah dan mendessah , benar seperti kata Aunty Liora.
Rangga sudah tidak sabar lagi untuk menghisap madu istrinya sampai puas, pemuda itu juga sudah memastikan Jasmine siap untuk menerima juniornya.
Rangga sekilas melihat Jasmine memejamkan mata sangat erat, saat Junior mendesak ingin menghancurkan dinding pembatas. Dan Rangga merasa perih pada punggungnya karena mendapat cakaran dari kuku kuku Jasmine, namun Rangga tak menghiraukan itu semua.
"Kaak,, !" Kemudian Rangga membungkam mulut Jasmine, mencoba mengalihkan rasa sakit yang istri nya sedang rasakan.
"Aku,,, mencintaimu Jasmine,, sangat,, sangat mencintai,, kamu,, Sayang!"
__ADS_1
Ternyata memperawani anak gadis itu tidak semudah yang dia bayangkan!
Sedang Jasmine masih segukan, gadis itu menangis, karena baru tau rasanya seperti itu.
"Ternyata yang di katakan Ayu benar,, rasanya sangat sakit!" ucap Jasmine
Rangga menghapus air mata istrinya, kemudian mengecup seluruh wajahnya.
"Maaf yah,, tapi kakak jamin, setelah ini kamu pasti ke enakan!" ucap Rangga dengan tersenyum mesuum
"Kita lanjut yah.." ucap Rangga dengan lembut
"Belum selesai? kan udah tadi" ucap Jasmine dengan memukul ringan dadaa suaminya
"Mana ada sudah? baru juga masuk, masak mau udahan?! Junior aja belum atraksi tau!" kekeh Rangga
Tidak ada percakapan lagi, karena setelah itu Junior Rangga benar benar menunjukkan atraksi hebat yang membuat Jasmine kalang kabut. Rasanya campur aduk, dan sangat sulit dia lukiskan.
Sampai akhir nya setelah bermenit menit keduanya bertukar peluh, Rangga dan Jasmine sama sama akan menggapai puncak kenikmatan bersama untuk pertama kali, dan tak lama keduanya benar benar sampai pada puncaknya!
"Yah! lupa pake pengaman! gak di cabut juga lagi!"
.
.
.
.
Walah, opo seng di cabut Rangga? 🤣
Awaaassss,,,, itu Jasmine dalam masa suburrr loh😃
Bagi Votenya dong😁
__ADS_1