Menolak Perjodohan

Menolak Perjodohan
Bab 67


__ADS_3

Liora mendelik saat melihat suaminya yang gagah perkasa malah memakai kimono berwarna pink miliknya, bukan hanya itu, bahkan Rizal yang asal tarik itu membuat isi lemari pakaian istrinya berantakan. Rizal hanya tersenyum tak enak dan mungkin sebentar lagi akan mendengar omelan istrinya


"Papahhh napa pake baju mamah?" tanya Cio, bocah itu mendekati papanya dan menarik narik kimono mamanya


"Heh papa salah ambil, aduh Cio,,, jangan di tarik nak, nanti burungnya lepas! eh bajunya lepas!" ucap Rizal berbelit karena mempertahankan kimono yang dia pakai


"Dimana bulung nya pah? Cio au liat" ucap Cio, Versi burung Cio dan Rizal itu berbeda, kalau cio berfikir burung itu hewan tapi papah nya lain.


Sungguh Cio meresahkan, lalu Liora meraih putranya dan akan dibawanya keluar,


"Beresin!" ucap Liora pada Rizal sebelum menghilang dari kamar.


Rizal menghela nafas kasar, mau tidak mau papah 4 anak itu membereskan pakaian istrinya yang berantakan karena dia asal tarik.


"Padahal ini juga nurutin kamu yang mau main kuda kudaan! jadi aku yang kena batunya kan!" gerutu Rizal tapi tetap membereskan pakaian istrinya yang berserakan.


Sementara itu, Liora menggendong Cio dan dia antar ke kamar Angga yang dekat dengan kamarnya. Belum sampai di ketuk, Telinga Liora menangkap suara suara meresahkan


"Mah, Itu cuala apa?!" tanya Cio


Cepat cepat Liora membawa Cio pergi, agar telinga putranya tidak tercemar dengan hal hal berbahaya.


"Suara kodok!" jawab nya asal lalu menuruni anak tangga dan membawa Cio kepada opa dan Oma nya.


Sampai di bawah beruntung sekali ada pak Dermawan yang sedang duduk menonton TV sendirian


"Papa" ucap Liora saat sampai di bawah


"Ada apa Ly? loh kenapa itu Cio?" tanya pak Dermawan saat melihat Liora ngos ngosan menggendong Cio ke bawah


"Ly nitip Cio ya pa, bentarrrr aja jagain, kalau udah beres nanti di jagain papahnya" ucap Liora


Pak Dermawan manggut manggut lalu menyuruh Cio untuk duduk di sampingnya.


"Bentaran ya paaaaa, nanggung" ucap Liora yang langsung berlari kembali ke kamar.


"Kamu kenapa? diusir mamah?" tanya pak Dermawan


"Tadi Cio kn di kamal kak Aqca, tapi dia bobo, Cio gak bica bobok, Jadi Cio ke kamal kak Langga, aunya Cio di antal ke kamal mama, teluc Mama malah antal Cio kecini" jawab Cio


Opa terkekeh, kasihan sekali melihat nasib cucu bontotnya yang di oper sana sini.

__ADS_1


"Ya sudah kamu sama Opa saja, kita nonton berita saja ya" ucap Opa


"Cio mau nonton Kaltun opa" jawab Cio


"Okeeeee,," jawab opa lalu mencarikan film kartun kesukaan Cio


"Opa,, kata papah, bulung papa lepac, cejak tapan papah meliala bulung? kok Cio gak tau?" tanya Cio


Pak Dermawan menganga namun sedetik kemudian tertawa terbahak bahak dan parahnya lagi Cio ikut tertawa padahal tidak tau kenapa Opa nya tertawa.


"Papah mu melihara burung gagak kali!" jawab pak Dermawan asal


Sementara itu, Rangga sudah kembali ke kamarnya, tentu saja dia melanjutkan lagi kegiatannya mesyumi istrinya. Sudah tidak sungkan lagi, Rangga melepas kaos Jasmine dan semakin leluasa menjadi bayi besar istrinya. Jasmine hanya menggeleng saat merasakan sengatan sengatan sampai ke pusat tubuhnya.


"Kak,, udah dong,, perih banget rasanya!" ucap Jasmine


Rangga melepas hisapannya dan memeriksa apa ada yang lecet atau tidak, tidak lecet tapi memerah.


"Habis enak, jadi ketagihan" jawab Rangga lalu menenggelamkan wajahnya di antara keduanya.


Sontak Jasmine menjambak rambut Rangga saat merasakan geli dan juga nikmat bersamaan.


"Kak, kapan kak Rangga mau mulai jualan?" tanya Jasmine


"Besok, tapi kayaknya dikit dulu buat percobaan, belum tes pasar soalnya. Besok kita bawa ke sekolah, kakak akan jualan di sekolah untuk pertama tama" jawab Rangga


"Memang boleh jualan di kelas? apa titip di kantin?" tanya Jasmine


"Jualan langsung aja, ini kan mau di tes pasar jadi harus langsung ke konsumen. Apa motor kakak di jual aja ya, buat beli mobil box gitu?" Tanya Rangga meminta pendapat istrinya


"Itu kan motor ke sayangan kakak, Apa gak sayang?" tanya Jasmine dan Rangga terdiam, Jasmine sangat tau, pasti Rangga berat melepas motor itu untuk d jual


"Sayang sih, kalau naik motor kan kamu bisa peluk peluk kakak, Emm,, kita beli mobil second aja deh pake uang hadiah olimpiade kemarin aja, boleh gak?" tanya Rangga baru ingat jika hadiah yang dia dapat jika di tambah milik Jamine cukup untuk membeli mobil box yang Rangga maksud.


"Boleh kak, pakai saja. Uang Jasmine masih utuh" jawab Jasmine


"Oke, nanti sambil kita cari mobil nya, sementara kita pinjem mobil Opa." jawab Rangga


"Kapan mau belanja bahan makanan?" tanya Jasmine, Lebih baik mencari aktivitas lain daripada di kamar yang ada Rangga hanya mesyumi dirinya


"Siang ini saja, ayo siap siap, mumpung anak anak lain lagi pada tidur, kalau mereka bangun sudah lain ceritanya. Bukannya belanja bahan makanan pasti mereka malah ikut dan ngajakin ke mall!" ucap Rangga

__ADS_1


Jasmine mengangguk setuju lalu keduanya bangun saat akan turun dari ranjang, Rangga menarik Jasmine dan menyesap bibirnya dengan cukup dalam. Jasmine kaget namun lekas membalas, jika tidak Rangga pasti akan berlama lama tanpa mau melepaskan dirinya.


Benar saja, Setelah di balas Rangga langsung melepaskan istrinya. Baginya balasan itu sama dengan artinya dia tidak cinta sendirian tapi Jasmine juga mencintainya. Jasmine tersipu saat Rangga mengusap bibirnya yang basah.


"Ayo siap siap" ucap Rangga dan Jasmine mengangguk cepat.


Keduanya segera bersiap siap, setelah itu keduanya bergegas keluar, namun saat sampai di ruang keluarga Rangga dan Jasmine melihat Opa dan Cio sedang menonton. Rangga menghentikan langkah Jasmine dan mengajak istrinya itu lewat pintu belakang, sungguh jika Cio melihat pasti dia akan ikut, Buru buru Rangga dan Jasmine keluar dari pintu belakang dan di belakang ada Oma Marissa yang sedang mengambil cemilan.


"Oma, kami pamit ya mau ke swalayan belanja keperluan untuk besok jualan" ucap Rangga


"Besok mau langsung jualan?" tanya Oma


"Iya oma, mau test pasar dulu besok" jawab Rangga


"Oh ya sudah kalau begitu, kalian hati hati ya" ucap Oma


"Iya oma, Rangga pinjem mobil opa ya. Opa di depan sama Cio, nanti Cio ikut kalau lihat kami mau pergi" ucap Rangga


"Iya pakai saja, kuncinya ada di pak Dodi tadi habis di mandiin mobilnya" Jawab oma. Lalu Rangga dan Jasmine pamit dan segera keluar dari rumah itu.


Samar samar Cio mendengar suara mobil Opa nya,


"Opa,, itu cepelti cuala mobil opa" ucap Cio


Pendengaran anak ini tajam banget sih!. Batin opa Dermawan,


Tadi Opa sempat melihat Rangga dan Jasmine berjalan mengendap endap ke belakang, mungkin mobilnya tadi di bawa oleh Rangga keluar.


"Ohh iya yah? mungkin lagi di panasin mesinnya sama pak Dodi" jawab Opa


"Ohhhh ,,," Cio manggut manggut


.


.


.


.


.

__ADS_1


Huuuuhhh cio di kibulin nih 🤣


itu kak Rangga Cio yang bawa mobil Opa bukan pak Dodi manasin mesin 🤣


__ADS_2