
Acara Syukuran di sekolah sudah selesai, orang tua Jasmine dan orang tua Rangga juga sudah beranjak pergi dari sekolah dan kini tinggal siswa siswi yang masih berada di gedung aula sekolah, menghabiskan sisa sisa acara syukuran itu.
Terlihat Jasmine dan Rangga sedang berbincang bersama teman temannya sejak tadi. Lalu Jasmine seperti beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke tempat makanan. Gadis cantik itu mengambil makanan makanan kecil dan setelah itu akan mengambil minuman.
"Berikan minuman ini pada nona Jasmine, Ini dari Rakha" Chika menyuruh seorang pelayan yang berjaga di bagian minuman, lalu gadis itu berlalu pergi saat Jasmine semakin mendekat.
"Mau Orange juice nya 1 ya mba" ucap Jasmine
Dengan ragu ragu pelayan itu memberikan gelas berisi orange juice yang sudah di siapkan Chika sebelumnya. Lalu Pelayan itu memberikan kepada Jasmine.
"Terima kasih" ucap Jasmine lalu kembali ke mejanya.
Dari kejauhan Chika tersenyum puas saat melihat Jasmine meminum air berwarna itu.
"Lihat saja, sebentar lagi kamu akan hancur!" ucap Chika kemudian memilih tetap bersembunyi di tempatnya sambil mengawasi gerak gerik Jasmine.
Sementara itu, Rakha sudah berada di parkiran, dia memilih untuk tidak bergabung dengan Chika karena pemuda itu tau, Chika gadis yang licik. Hati pemuda itu gelisah, dia takut jika Chika melakukan hal buruk kepada Jasmine. Kemudian Rakha mengurungkan niatnya untuk pulang dan akan kembali ke gedung acara.
Didalam gedung,,,
Duhh,, kepala ku pusing banget,, Jasmine membatin saat merasakan kepalanya pusing, kadang terasa pusing kadang menghilang.
Rangga melihat tiba tiba Jasmine memegang kepalanya
"Kamu kenapa? kepalanya pusing?" tanya Rangga
"Iya kak Sedikit, emm aku ke toilet sebentar ya" ucap Jasmine
"Kakak anter ya?" ucap Rangga
"Gak usah kak, aku bisa sendiri kok" jawab Jasmine
"Sama aku aja Jasmine" ucap Ayu menawarkan diri
__ADS_1
"Gak usah, aku gak papa kok, habiskan saja bakso mu. Sebentar ya, aku permisi dulu" ucap Jasmine
"Jangan lama lama ya" ucap Rangga merasa khawatir
"Iya" Jawab Jasmine.
Kemudian Jasmine berjalan sendiri menuju toilet, sedang Rangga hanya bisa menatap dan membiarkan gadis itu pergi sendiri sesuai keinginannya. Terlihat sekali wajah cemas Rangga saat ini
Semakin lama sakit kepala Jasmine semakin meningkat, kini bukan hanya sakit kepala, tapi tubuhnya terasa panas seperti demam, tubuhnya juga terasa sangat lemas, sampai Jasmine harus berhenti berjalan padahal sebentar lagi akan sampai di toilet. Gadis itu terduduk, menahan pusing, panas dan lemas bercampur menjadi satu didalam tubuhnya.
Aku kenapa??? Uhhh sakitttt!!
Jasmine terkaget saat merasa kulitnya di sentuh dengan tangan yang hangat.
" Jasmine kamu kenapa?!"
Jasmine mengangkat kepala dan melihat Rakha yang menghampirinya. Kesadarannya yang tinggal setengah itu masih bisa mengenali pemuda itu
"Kepala ku pusing banget Kha!" jawab Jasmine dengan suara lirih.
"Aku,, mau pulang aja,, bisa antar aku pulang?" tanya Jasmine
"Oke, ayo aku anter kamu pulang" ucap Rakha.
Lalu Rakha memapah Jasmine dengan susah payah dan akan mengantarkan Jasmine pulang. Apa yang chika lakukan padamu, sampai kamu kayak gini?!. Rakha membatin dan terus memapah Jasmine meninggalkan sekolah.
Sementara itu Rangga semakin cemas karena Jasmine tak kunjung kembali. Pemuda itu terlihat gelisah, lalu tanpa bicara pada teman temannya, Rangga bangkit dan berlari menuju ke toilet. Belum sampai ke toilet, Rangga melihat Jasmine sedang berjalan bersama seorang lelaki, dari belakang Rangga melihat Jasmine seperti sedang di papah agar bisa berjalan. Tanpa membuang waktu Rangga berlari mengejar mereka.
"Jasmine!" Suara keras Rangga membuat Jasmine dan Rakha menoleh ke belakang. Rangga di buat kaget saat melihat lelaki yang bersama Jasmine ternyata Rakha.
"Lepasin Jasmine!" Rangga melepas tangan Rakha dan mendorong pemuda itu. Jasmine hampir Jatuh namun langsung di tahan oleh Rangga.
"Mau kamu bawa kemana Jasmine hah!" Sarkas Rangga dengan tatapan tajamnya kepada Rakha
__ADS_1
"Jasmine sakit, dia memintaku untuk mengantarnya pulang!" Jawab Rakha
Rangga melihat wajah Jasmine terlihat pucat, gadis itu seperti sedang menahan sesuatu, tubuhnya juga terasa panas. Rangga bisa merasakan gadis itu dalam kondisi tidak baik baik saja
"Biar aku yang membawanya pulang!" sungut Rangga lalu menggendong Jasmine dan membawanya berlari menjauhi Rakha.
Jasmine tidak berkata apapun, dan Rakha hanya bisa mematung di tempatnya.
Hari itu Rangga membawa mobil Opa nya ke sekolah, jadi Rangga segera membawa Jasmine masuk kedalam mobil dan akan membawa Jasmine ke rumah sakit melihat gadis itu tiba tiba merasa pusing dan badannya juga panas. Lalu Rangga masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit terdekat.
"Kak,, kepalaku pusinggg,,, aku gak tahan!" ucap Jasmine dengan terus memegangi kepalanya, dan sesekali berkipas di depan AC mobil
"Sabar ya, kita kerumah sakit aja, sini kau atur AC nya biar dingin!" ucap Rangga
Saat Rangga sedang mengatur suhu didalam mobil itu, Rangga di kagetkan saat Jasmine mengusap lengan Rangga dengan lembut.
"Kak,,," panggilan itu terdengar sangat menggelitik di telinga Rangga
"Apa?!" Rangga menatap Jasmine, tapi tatapan gadis itu terlihat lain.
Tangan Jasmine tergerak menyentuh bibir Rangga dan mengusapnya dengan begitu pelan.
Deg!
Rangga mendadak ngerem karena sangat kaget mendapat sentuhan seperti itu. Bahkan ini bukan seperti Jasmine yang biasa.
"Jasmine!" Suara Rangga sedikit keras karena terkejut dan sontak Jasmine dan menunduk takut.
"Kamu kenapa sih?!" suara Rangga kembali normal saat melihat Jasmine menunduk seperti takut.
"Gak boleh tau kayak gitu, kakak gak fokus nyetir, kalau nabrak gimana?!" tanya Rangga dengan nada pelan
"Ma,,af,, aku,, hanya ingin cium,," ucap Jasmine mengangkat kepala dan menatap Rangga dengan mata berkaca kaca
__ADS_1
Deg!