Menolak Perjodohan

Menolak Perjodohan
Bab 77


__ADS_3

Para pedagang di kantin berbondong bondong mendatangi kepala sekolah saat jam masuk sekolah. Mereka semua berdemo dan menyuarakan apa yang mereka rasakan, padahal baru sehari Rangga berjualan tapi mereka merasa Rangga sudah membuat mereka sangat merugi.


Jika di biarkan terus menerus, makan mereka mau makan apa?


"Pak, kenapa mengizinkan Rangga berjualan di sekolah?! bukan nya tugas siswa hanya belajar?!"


"Iya, meskipun Rangga itu anak pemilik sekolahan ini, tapi jika begini terus bagaimana nasib kami!?"


"Kami mau kasih makan apa keluarga kami?!"


"Iya betul!"


"Iya betul!"


"Sejak pagi tadi kantin sangat sepi, tidak ada yang beli sarapan, hanya ada beberapa siswa beli minum, hanya itu pak?"


"Kami mohon kebijakan pihak sekolah, kami disini bayar sewa yang tidak murah, kalau begini terus kami bisa gulung tikar kehabisan modal"


"Tenang, tenang, tenang semua,, kita bisa bicara baik baik, kita selesaikan masalah ini sama sama ya. Saya akan memanggil Rangga ke sini" ucap pak kepala sekolah.


Lalu Pak kepala sekolah menyuruh salah satu pegawai untuk memanggil Rangga.


Saat ini Rangga sedang mengikuti pelajaran seperti biasa bersama teman temannya. Saat sedang berlangsung penjelasan dari Ibu Desi, pegawai yang diutus kepala sekolah masuk setelah sebelumnya mengetuk pintu.

__ADS_1


"Permisi bu, saya di utus pak kepala sekolah untuk memanggil Rangga" ucapnya


"Oh iya, ada apa?" tanya ibu Desi


"Sebaiknya Rangga segera kesana saja, saya tidak bisa menjelaskan disini" jawabnya lagi


"Baiklah kalau begitu, Rangga, pergilah,," ucap Ibu Desi


Rangga berdiri dan beranjak dari tempat duduknya. Dia bingung juga kenapa kepala sekolah memanggilnya, Sekilas Rangga menatap ke arah Jasmine dan istrinya itu juga menatap Rangga dengan penuh tanda tanya. Seolah sudah paham isi hati masing masing, Rangga terus keluar dan mengikuti pegawai sekolah itu menuju ke ruangan kepala sekolah.


Kenapa kak Rangga di panggil ya? apa ini ada hubungannya sama jualan? atau yang lain?. Jasmine membatin


Rangga terkejut saat sampai di ruangan guru, disana banyak berkumpul para pedagang kantin yang kini mereka semua sedang menatap ke arahnya.


"Baik pak" Jawab Rangga kemudian duduk dan mendengarkan, apa yang akan di sampaikan oleh kepala sekolah.


"Begini Rangga, Bapak ingin menyampaikan, terkait keluhan para bapak bapak dan ibu ibu pedagang di kantin kita. Jadi begini, pagi tadi di kantin sangat sepi, tidak ada yang membeli sarapan seperti biasa. Bapak tidak ingin menyalahkan siapa siapa karena namanya siswa itu ya pembeli, mereka bebas memilih mau membeli sarapan dimana, tapi,,, mengingat mereka juga mencari nafkah untuk keluarga mereka, jadi bapak ingin kita cari solusi dari masalah ini" ucap Pak kepala sekolah


Rangga langsung mengerti masalah apa yang sedang dia hadapi, ternyata semua pedagang itu sedang protes kepada kepala sekolah.


"Iya betul mas Rangga, tadi pagi tidak ada satupun siswa yang sarapan di kantin, kalau begini terus nasib kami bagaimana?"


"Iya, kasihanilah kami yang hanya pedagang kecil"

__ADS_1


"Lagian mas Rangga kan sudah kaya, apalagi yang ingin di cari?"


"Iya betul, papa mas kan pemilik sekolah ini dan belum lagi Rumah sakit juga. Ini secara tidak langsung usaha kami sudah di ambang kebangkrutan. anak anak kami mau di kasih makan apa?"


Rangga masih diam dan berfikir langkah apa yang harus dia ambl sekarang. Memang yang ingin menghidupi keluarga hanya mereka saja? aku juga ingin menghidupi istriku, memberi nafkah padanya. Aku tidak ingin bergantung terus pada papa dan mama.


"Begini bapak bapak dan ibu ibu semua, saya ingin meluruskan pikiran anda semua. Pertama, soal kekayaan yang anda sebutkan tadi, itu yang kaya papa dan oma saya, sedangkan saya tidak. Meskipun saya lahir dari keluarga yang kalian lihat kaya, tapi saya ingin belajar mencari uang dengan keringat saya sendiri. Dan, ini soal persaingan dagang, sepertinya ini hal yang wajar terjadi, bahkan kita semua bisa melihat saat di pasar, banyak kok orang orang yang berdagang dengan dagangan yang sama, mereka tidak ada yang saling iri, bahkan mereka bisa tetap berjualan bersama..."


"Apa kalian lupa, Rejeki seseorang itu sudah ada takarannya masing masing, tidak akan bisa di kurangi ataupun tambah, sudah pas dengan porsinya masing masing. Kenapa anda semua takut bersaing dengan orang lain, meski itu bukan saya, mungkin jika ada pedagang baru yang jualan? anda semua merasa tersaingi lalu memojokkan saya karena saya anak pemilik sekolah ini jadi bebas melakukan apapun yang saya suka? Tidak begitu, saya disini juga sama dengan kalian semua untuk mencari rejeki, tapi kenapa kalian menghalangi saya?.." Rangga terus bicara mengeluarkan apapun yang ada didalam pikirannya sekarang dan semua orang terdiam.


.


.


.


.


.


.


Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya 😍

__ADS_1


__ADS_2