Menolak Perjodohan

Menolak Perjodohan
Bab 7


__ADS_3

Dan Laura segera membuka sebuah pesan yang telah dikirimkam oleh pria itu, pria itu meminta untuk bertemu hari minggu nanti. Dan pria bernama John itu pun mengatakan bahwa ia akan dikenalkan ke keluarga besar pria itu. Bukan masalah besar untuk Laura, karena kebanyakan pria yang memintanya untuk menjadi kekasih pura-pura memang untuk dikenalkan ke keluarga besar ataupun membuat mantan kekasih para pria itu cemburu.


"Deal!" Tulis Laura pada pesan singkat yang dikitimkan pada pria bernama John itu.


"Aku seperti penasaran bagaimana wajah pria itu? Mungkinkah lebih tampan dari fotonya ini?" Tanya Laura pada dirinya sendiri dan segera mematikan ponselnya dan membaringkan tubuhnya di kasur.


***


John melangkahkan kakinya menuju kamar, ia tidak melihat sama sekali keberadaan Agatha ataupun ayahnya. Rencana untuk memberitahu neneknya tentang dirinya yang telah mempunyai seorang kekasih ia urungkan dan mungkin besok pagi akan ia beritahu pada neneknya itu.


John membersihkan tubuhnya dan memilih untuk membaringkan tubuhnya diatas ranjang mewah yang berada dikamarnya yang terlihat sangat rapih dan bersih. John masih saja tersenyum saat teringat sebuah aplikasi dating, karena ia masih tidak percaya ada sebuah aplikasi seperti itu dan yang lebih lucu bagi John karena banyak wanita yang bersedia menjadi kekasih pura-pura.

__ADS_1


"Lucu sekali," Lirih John sambil menyandarkan tangannya tepat dibawah kepalanya.


John kembali membuka foto wanita cantik bernama Laura itu, ia sangat mengakui jika wanita yang akan menjadi kekasih pura-puranya itu sangatlah cantik dan sempurna. Berbeda dengan wanita-wanita yang menjadi pilihan Agatha, dan ia berpikir bisakah ia mengenal lebih jauh wanita bernama Laura itu.


"Berpikir apa kau ini John. Jangan pernah kau memikirkan untuk masalah percintaan, lebih baik kau fokus pada karir dan pekerjaanmu sebagai dokter. Karena perjuanganmu untuk menjadi seorang dokter tidak mudah, dan jangan semua jerih payahmu menjadi hancur hanya karena masalah percintaan yang belum tentu berjalan mulus!" Lirih John pada dirinya sendiri, mencoba untuk menyadarkan dirinya bahwa jatuh cinta hanya akan membuatnya hancur lambat laun.


John mencoba untuk memejamkan matanya dan berharap ia akan tertidur dengan lelap karena tubuhnya terasa sangat lelah setelah seharian tadi bekerja memeriksa pasien yang cukup banyak.


***


John menghampiri neneknya dan duduk di kursi meja makan yang berwarna merah dengan nuansa emas yang menambah kemewahan pada ruang makan itu. Neneknya tersenyum dan menyiapkan beberapa potong roti dan segelas jus untuk John.

__ADS_1


"Makanlah kau perlu banyak tenaga untuk bekerja," Ucap Agatha sambil duduk di hadapan John.


"Nek aku ingin menyampaikan sesuatu," Ucap John sambil memakan roti yang diberikan oleh Agatha.


"Katakanlah, Apa kau merasa cocok dengan Alexa?" Tanya Agatha sambil tersenyum pada John.


"Tidak! Aku tidak menyukai wanita yang kau suruh datang ke rumah sakit kemarin," Ucap John dan membuat neneknya itu cemberut dan menunduk.


"Tapi nenek tenang saja karena aku akan mengenalkan kekasihku padamu nanti hari minggu," Ucap John sambil tersenyum pada Agatha, dan membuat wanita paruh baya itu kembali tersenyum dan segera menghampiri John dengan senyuman yang terukir di wajahnya yang mulai keriput itu.


"Benarkah? Kau tidak pernah memberitahuku jika kau sudah mempunyai kekasih," Ucap Agatha terdengar sangat bahagia.

__ADS_1


"Lihat saja nanti,"


__ADS_2