
John bersiap dengan membersihkan meja kerjanya dan segera mengganti pakaiannya, karena jam sudah menunjukan pukul 9 malam sudah saatnya untuk ia pulang. Seharian bekerja membuat John sangat lelah, pasien yang datang untuk diperiksanya hari ini cukup banyak dan belum lagi kedatangan wanita suruhan Agatha yang menghancurkan jam makan siangnya.
John melajukan mobilnya menuju sebuah cafe ternama di London yang menjadi tempat favoritnya saat perasaannya sedang kacau seperti saat ini. Ia melajukan mobilnya cukup kencang dari biasanya, pikirannya masih bergelut dengan kekesalannya terhadap Agatha yang tidak pernah berhenti untuk menyuruh wanita-wanita asing menghampirinya. Wanita paruh baya itu selalu banyak cara untuk John bersedia menerima perjodohan yang sudah ditentukannya, namun John tetap pada pendiriannya, yaitu untuk tidak terjerumus pada keinginan sang nenek.
Seorang pelayan memberikan buku menu pada John dan pria itu langsung memesan Coffee Latte yang akan menemaninya malam ini. John sambil memutar otaknya bagaimana caranya untuk menghentikan neneknya yang selalu mencoba mendekatkan ia dengan wanita yang bukan menjadi pilihannya.
__ADS_1
John membuka ponselnya dan berniat untuk mencari tahu di internet cara menolak perjodohan, dan John tertawa kecil saat melihat sebuah aplikasi dating. Karena penasaran John mencoba untuk membuka aplikasi itu, siapa tahu akan ada wanita yang bisa dia andalkan untuk berpura-pura menjadi kekasihnya.
John kembali tertawa kecil karena di aplikasi itu ternyata banyak wanita yang memang mencari pasangan kekasih, dan ini adalah pertama kalinya John mengetahui aplikasi dating seperti ini. Ia mencoba memilih foto-foto wanita cantik di aplikasi itu, namun tatapan John tertuju pada sebuah foto wanita cantik dengan berambut panjang berwarna hitam, hidung yang mancung dan memiliki bibir yang terlihat sangat seksi. John tersenyum simpul saat melihat foto wanita cantik itu, wanita itu menuliskan informasi jika wanita itu bersedia menjadi kekasih pura-pura. Namun yang membuat John tersenyum simpul adalah harga yang wanita itu tawarkan terbilang sangat mahal, namun John rasa pantas saja ia memasang harga mahal karena memang wanita itu sangatlah cantik.
***
__ADS_1
Laura yang sibuk dengan ponselnya kini mulai tersenyum dengan lebar, karena ada seorang pria yang bersedia untuk membayar mahal. Ia akan menjadi kekasih pura-pura pria itu hanya dengan beberapa kali pertemuan. Bagi Laura ini bukan pertama kalinya ia bekerja untuk menjadi kekasih sewaan, namun Laura sangat menyukai pekerjaannya itu karena ia tidak perlu bekerja keras banting tulang hanya untuk mendapatkan uang yang tidak senilai dengan tenaga yang sudah ia keluarkan.
Laura memperhatikan foto pria yang bernama John itu dengan senyuman yang terukir di bibir seksinya, Laura sangat mengakui jika pria yang bersedia membayarnya mahal itu memang sangat tampan dan terlihat sangat gagah dengan tubuhnya yang sangat kekar.
"Sesuai dengan seleraku," Lirih Laura sambil tertawa kecil dan terus fokus memperhatikan foto John.
__ADS_1