
Pagi pagi sekali Jasmine dan Rangga sudah bersiap siap untuk mengikuti pagelaran Olimpiade hari ini. Selesai bersiap, keduanya akan sarapan lebih dulu bersama pak Edward dan setelah itu baru menuju gedung penyelenggara Olimpiade itu.
Rangga dan Jasmine terlihat sangat segar pagi itu, makan cukup, istirahat cukup, di tambah hati sedang dalam kondisi baik, maka membuat keduanya benar benar siap, apalagi semalam keduanya sempat berendam di dalam pemandian air panas, yang membuat badan mereka kembali fit.
"Kalian semalam langsung tidur?" tanya pak Edward sontak membuat keduanya hampir tersedak
"Memangnya kenapa pak?" tanya Rangga
"Bapak nelfon kalian tapi gak ada yang ngangkat. Apa kalian langsung tidur?" tanya pak Edward
Rangga dan Jasmine terdiam, sedang otaknya tengah berfikir mencari alasan
"Semalam kami di penginapan saja pak, makan dulu pak, baru tidur. Kami tidak mendengar telfon bapak" jawab Rangga
"Oh iya? tapi bapak cari kalian gak ketemu?" tanya pak Edward lagi
"Oohh mungkin pas bapak ke depan, kami ke belakang, bapak ke belakang kami ke depan" jawab Rangga, sedang Jasmine hanya diam dengan jantung berdebar debar, takut ketahuan jika mereka semalam berendam berdua.
"Ohh bisa jadi,,," pak Edward manggut manggut
Selesai sarapan, ketiganya langsung pergi.
Sampainya mereka di sekolah International di Jepang, mereka melihat disana sudah banyak berkumpul orang orang yang akan mengikuti lomba tersebut. Melihat dari peserta yang ikut, tidak bisa di anggap remeh, jelas mereka semua pasti anak anak pandai. Jasmine merasa sedikit gugup meski ini bukan kali pertama dia mengikuti lomba tersebut.
__ADS_1
Lalu Pak Edward meregistrasi ulang Jasmine dan Rangga untuk ikut dalam kompetisi tersebut. Setelah selesai keduanya langsung bergabung dengan peserta lainnya.
"Semangat!" Ucap Rangga saat menatap Jasmine
"Iya kak, kita harus semangat!" jawab Jasmine yang kembali percaya diri.
Dalam kompetisi IMO yang diselenggarakan , para peserta diminta untuk mengerjakan enam soal matematika yang meliputi empat bidang yaitu aljabar, kombinatorika, geometri dan teori bilangan. Soal-soal yang diberikan merupakan soal-soal yang orisinal dengan tipe soal yang belum pernah dikerjakan oleh siswa sebelumnya.
Tidak cukup satu hari, Rangga dan Jasmine mengikuti kompetisi itu selama 2 hari berturut turut. Selama kompetisi itu berlangsung keduanya benar benar fokus dalam mengerjakan soal soal tersebut. Rangga pun sama sekali tidak mengganggu Jasmine, keduanya hanya bertemu saat istirahat, makan, berangkat dan pulang.
Hingga akhirnya Tim Olimpiade Matematika Indonesia berhasil meraih satu medali perak, empat medali perunggu dan peraih medali perak adalah Rangga, satu diantara yang meraih medali perunggu adalah Jasmine. Prestasi itu sudah sangat membanggakan negara, sekolah terutama orang tua keduanya. Meski tidak meraih medali emas, tapi mereka semua tetap bangga.
Rasanya sangat lega ketika mampu menyelesaikan kompetisi itu dengan membuahkan hasil yang manis.
Terdengar riuh ucapan selamat dari para anggota keluarga yang baru saja tau hasil kompetisi bergengsi itu. Rangga pun tersenyum kala melihat wajah papa dan mamanya sangat bangga.
"Selamatttt ya sayangggg,,"
"Makasih semuanya,,,"
Bukan hanya keluarga Rangga, tapi juga keluarga Jasmine yang turut bangga dengan prestasi yang di raih gadis cantik itu. Masing masing dari keluarga tengah asyik berbincang, kemudian Jasmine mendengar suara dinding di ketuk, Lalu Jasmine mengakhiri obrolan bersama keluarganya.
Cetek!
__ADS_1
Sreeeeekkk
Dinding di geser dan terlihat Rangga sudah berdiri di depan Jasmine dengan tersenyum.
"Lagi apa?" tanya Rangga dengan senyum yang mengembang
"Tadi telponan sama Ayah dan bunda" Jawab Jasmine lalu berbalik dan membiarkan Rangga masuk.
Deg!
Jasmine mematung saat merasakan tubuhnya yang mungil itu sedang di dekap erat dengan tubuh yang terasa hangat dan sudah pasti Itu adalah Rangga orangnya
"Aku rindu"
.
.
.
.
Wealahhhh baru 2 hari gak berduaan, nempellll lagi kayak perangko kamu Ngga! 😌 tak bilangin papa mama mu biar kalian di marahin habis habisan!
__ADS_1