Menolak Perjodohan

Menolak Perjodohan
Bab 71


__ADS_3

Ceklek


Pintu terbuka dan semua orang yang ada di dalam ruang rapat menoleh ke arah pintu yang terbuka. Frans yang membuka pintu dan Angga masuk kedalam dengan begitu gagahnya.


Deg!


Pak Andra terperangah saat melihat Angga masuk kedalam ruang rapat.


"Selamat pagi semuanya" ucap Angga lalu duduk meski tidak di persilahkan duduk oleh pemilik perusahaan.


"Tuan Angga,,"


"Ya Tuan Andra, ada apa?" tanya Angga dengan cepat dan Tuan Andra di buat gelagepan saat di tatap tajam oleh Angga.


"Maaf,, sebelumnya, ada apa ya anda ke perusahaan saya? dan ini,, kenapa anda masuk ke ruang rapat?" tanya Papa Chika


Angga tersenyum miring, kemudian angkat bicara menjawab pertanyaan papa Chika


"Oh iya, anda belum tau ya. Saya yang membeli saham perusahaan ini sebesar 75%" ucap Angga dengan santainya


"Apa?!"


Mak


Deg!


"Tidak! itu tidak mungkin!" ucap Papa Chika sudah merasakan sesak didalam dadaanya.


Dia melihat jelas nama pembeli saham itu bukan Angga Dermawan tapi Dika Mahardika. Dan dia berfikir setelah kondisi perusahaannya kembali baik, maka dia akan membeli saham itu kembali, tapi,, kalau yang membeli Saham itu Angga, semua akan bertambah runyam. Angga tidak akan dengan mudah untuk menjual saham itu lagi kepadanya.


"Apa yang tidak mungkin tuan?" Ucap Angga terlihat sangat menikmati ketegangan yang menyerang tuan Andra


"Tapi yang membeli saham kami bukan anda, melainkan Dika Mahardika, bukan anda tuan" ucap pak Andra


"Dan uang yang di gunakan adalah uang saya!" Jawab Angga tersenyum sinis


"Frans, tunjukkan dokumen pengalihan kepemilikan saham itu" ucap Angga

__ADS_1


"Baik tuan" jawab Frans


Dengan jantung berdebar sangat kencang, papa Chika melihat dokumen yang di tunjukkan oleh Assisten Angga, dan betapa terkejutnya papa Chika saat melihat isi dokumen itu yang intinya menjelaskan bahwa Dika Mahardika sudah mengalihkan semua saham yang dia beli atas perusahaannya kepada Angga. Sesak sekali rasanya ingin bernafas, seperti udara sudah enggan masuk kedalam tubuhnya.


"Satu hal lagi yang perlu anda ketahui, Dika Mahardika adalah pemilik Resto yang anda akan gusur! dia ayahnya Jasmine!" ucap Angga pelan tapi dengan penekanan


Deg!


Deg!


Deg!


Papa Chika memegangi dadanya yang terasa sakit, sungguh sangat sakit. Dia tidak ingin jatuh miskin! dia tidak siap jika harus kehilangan perusahannya sekarang. Siapa yang akan bertanggung jawab dengan semua ini?!


Sudah terasa sulit dia bernafas lalu Angga menyuruh Asisten pak Andra untuk membawa pria paruh baya itu ke rumah sakit


"Bawa tuan mu ke rumah sakit sebelum terlambat!" ucap Angga


Kemudian pak Andra di larikan kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.


"Semuanya tetap disini,,," ucap Angga kepada semua kepala divisi di perusahaan itu. Tidak ada yang berani membantah semuanya patuh.


..........


Rangga dan Jasmine baru saja keluar dari kelas setelah pelajaran hari ini selesai dengan baik. Keduanya terlihat begitu senang karena melihat list orderan bubur mereka terus bertambah, dari 75 porsi kini menjadi 100porsi dari teman teman sekolah. Keduanya sudah berencana sepulang sekolah ini mereka akan ke swalayan lagi untuk membeli bahan bahan yang di perlukan untuk membuat bubur Ayam mereka. Tapi sebelum itu keduanya akan pulang untuk berganti pakaian baru setelahnya pergi lagi ke swalayan.


Kemudian Jasmine dan Rangga masuk kedalam mobil dan langsung pergi meninggalkan sekolah .


"Ngapain berdiri disitu?!" tanya Gerry saat melihat Ayu di halte bus


"Nunggu bus lah! gak lihat kamu?!" sungut Ayu


"Tumben naik bus, mobil kemana?" tanya Gerry


"Lagi di bengkel!" jawab nya singkat


"Mau bareng gak? aku anter pulang, gratis!" ucap Gerry

__ADS_1


Ayu mencibik, orang ngajak bareng pulang tapi nada bicaranya seperti ngajak perang.


"Gak, makasih! aku bisa naik bus saja! gak ikhlas gak usah ngajakin pulang bareng!" ucap Ayu


"Ya ampun yu,,, udah ayo aku anter, aku ikhlas" ucap Gerry


"Beneran?!" tanya Ayu


"Iya beneran!" jawab Gerry


Terlihat ragu ragu, tapi ayu naik juga, lumayan dapet tebengan gratis. Setelah ayu naik, Gerry menjalankan motornya.


"Pegangan" ucap Gerry diam diam mengulum senyum


"Iya bawel!" jawab Ayu


Kemudian Ayu hanya berpegang pada jaket Gerry. Saat melewati apartemen elite, Gerry dan Ayu melihat mobil yang di bawa Rangga masuk ke area tempat itu


"Itu bukannya mobil yang di bawa Rangga?" tanya Ayu


"Iya, mungkin dia ke apartemen papanya" jawab Gerry, pemuda itu tau jika keluarga Rangga memiliki 1 unit apartemen di tempat itu


" Apa kita bantu Rangga jualan? tadi jasmine bilang mau bantuin dia" ucap Ayu


"Boleh, kita putar balik dulu ya" jawab Gerry


"Oke" Jawab Ayu


.


.


.


.


.

__ADS_1


Kok sepi sih? 😐


__ADS_2