
Jasmine terus menangis, dia berfikir setelah kejadian ini semua impiannya sudah hancur,
Ceklek
Perhatian semuanya ke arah pintu terbuka, disana Rangga, Angga dan Dika bergantian masuk dengan raut wajah sulit di artikan.
"Bagaimana hasilnya?" tanya Angga pada istrinya
"Positif, seperti dugaan kita" jawab Zara
Jasmine yang masih menangis hanya mampu menunduk dan menyembunyikan wajahnya, gadis itu sangat malu, dan tidak akan mampu menatap semua orang terutama Rangga.
"Aku sudah menyuruh orang untuk mencari orang yang memberi obat itu kepada Jasmine!" ucap Angga
"Kak, kata Jasmine Dia sempat makan brownies dan orange juice" ucap Zara
"Bisa jadi di dalam minuman itu diberi obat" ucap Dinda
"Ayah ingin bicara serius sekarang" ucap Dika membuat semua orang diam.
Jasmine tidak tau lagi harus bagaimana sekarang, gadis itu hanya bisa pasrah dengan keputusan sang ayah. Dia tidak akan mampu membela karena semuanya sudah terjadi di luar kendalinya.
"Perjodohan Rangga dan Jasmine akan kembali di lanjutkan," ucap Dika membuat semua orang kaget, pasalnya sejak tadi, Dika hanya diam saja setelah mendengar pengakuan Rangga
Jasmine yang tadi sempat berhenti menangis, kini tangisnya semakin kencang. Perasaannya berkecamuk saat ini
"Mereka berdua harus bertanggung jawab atas apa yang sudah mereka lakukan, dan Jasmine tidak bisa menolak perjodohan ini lagi" ucap Dika
Sedang menangis, Jasmine ngangguk pelan, gadis itu akan menerima keputusan apapun dari sang Ayah, dia tidak akan menolak perjodohan itu lagi.
"Aku,, minta maaf Ayah,, aku mau menikah dengan kak Rangga" ucap Jasmine dengan segukan. Sepertinya otak Jasmine belum sadar sepenuhnya, Dika berkata apa gadis itu menangkap apa.
__ADS_1
"Aku,, juga tidak mau,, jika bayi ini nanti lahir tanpa seorang ayah" ucap Jasmine lagi dengan segukan
Semua orang menatap Jasmine dengan kaget,
"Tapi,, tolong,, jangan katakan pada orang lain,, biarkan kami,, setidaknya sampai lulus,, aku berjanji akan jadi ibu yang baik" ucap Jasmine semakin ngawur saja.
"Memangnya siapa yang hamil?" tanya Dinda pada putrinya
"Aku bunda,, aku,," Jawab Jasmine menatap bundanya dengan tatapan nanar, wajahnya sangat kuyu, matanya sudah bengkak dan hidungnya pun sangat merah karena terus terusan menangis
"Kamu hamil? anak siapa? kamu,,,," ucap Dinda terpotong
"Bisa jadi aku langsung hamil bunda, Dan itu jelas anak kak Rangga! memang siapa lagi yang menghamili aku?!" jawab Jasmine,
Rangga menatap Jasmine dengan mulut menganga, bagaimana bisa Jasmine hamil, sedang mereka tidak melakukan penyatuan di dalam mobil
"Kenapa semua menatapku begitu? aku tau aku salah, tapi itu diluar kendaliku,, bunda,, ayah,,, maafkan akuu,,,," Jasmine kembali menangis, sungguh gadis itu sangat frustasi dengan kejadian ini. Andai bisa memutar waktu, dia tidak akan makan dan minum di acara syukuran sekolah, biarlah dia makan di kantin saja.
"Iya,, kamu tidak hamil nak,," sambung Dinda
"Jasmine,, dengar lah, kamu tidak hamil, kita tidak melakukan apa apa di dalam mobil" ucap Rangga saat menghampiri Jasmine
"Apa kakak bilang?! kita tidak melakukan apa apa?! apa kakak mau lari dan tidak mau bertanggung jawab ha?!" sarkas Jasmine menatap Rangga dengan wajah kesal
"Bukan begitu, tapi kita tidak,,,"
"Jangan mengelak! apa kakak lupa sudah menyentuh ku ?! apa kakak lupa kita berciuman, ber cuumbu, bahkan,,," Jasmine tidak ingat lagi, gadis itu terlihat bingung
"Percaya padaku, kamu gak hamil" ucap Rangga menatap Jasmine dengan serius
"Kalau hamil bagaimana?" tanya Jasmine dengan mata berkaca kaca dan siap untuk kembali menangis
__ADS_1
"Kalau hamil pasti itu anakku, dan aku akan bertanggung jawab. Aku sudah meminta restu pada ayah mu, kita akan menikah" ucap Rangga
"Memangnya siapa yang sudah memberi restu padamu hah?!" Sahut Dika
Jasmine dan Rangga sama sama melihat ke arah Ayah Dika, wajahnya tampak dingin dan sangat sulit di baca ekspresinya
"Biarkan mereka bertanggung jawab pak,," ucap Angga
"Tidak sekarang mereka menikah, masa depan mereka masih panjang Angga, biarkan mereka sekolah dulu, menikah terlalu muda juga tidak baik kedepannya" ucap Dika
"Tapi mas, menurutku tidak ada salahnya mereka dinikahkan, takutnya,, hal yang tidak kita inginkan malah terjadi, dengan usia mereka sekarang, hanya bisa menikah secara agama. Setidaknya dengan begitu Jasmine dan Rangga bisa saling menjaga dan tidak berbuat dosa diluar sana" ucap Dinda
"Aku setuju dengan kak Dinda, sebentar lagi mereka juga akan lulus sekolah, dan keduanya harus berjanji untuk tetap kuliah dan menggapai cita cita mereka" ucap Zara
" Aku akan bekerja keras untuk menghidupi kamu, aku janji" ucap Rangga kepada Jasmine dan Gadis itu mengangguk dengan air mata yang kembali jatuh.
Akhirnya, keinginanku terwujud . Rangga membatin
Dika tidak bisa memaksa, karena Jasmine sendiri mau menikah di usianya yang masih sangat muda. Keduanya baru akan menginjak usia 18 tahun. Karena kedua belah pihak keluarga sudah sepakat, maka dalam waktu dekat, Rangga dan Jasmine akan dinikahkan.
Dengan begini, jika aku benar benar hamil nanti, anakku akan memiliki sosok seorang ayah. Jasmine membatin
.
.
.
.
.
__ADS_1
Kesian Jasmine, masih aja mikir kalau dia bakal hamil 😰