Menolak Perjodohan

Menolak Perjodohan
Bab 63


__ADS_3

Deg


Deg


Deg


Jantung Jasmine berpacu dengan begitu cepat, gadis itu menunduk dengan wajah merona, dia jadi salah tingkah saat Rangga mengatakan 'Istri', mengingatkan kembali jika beberapa jam lalu gadis itu sudah menyandang gelar seorang istri. Jasmine jadi semakin gugup, apalagi ini adalah malam pertama mereka, sungguh pikirannya sudah sangat jauh, tapi nyalinya belum ada. Rangga yang sejak tadi melihat Jasmine menunduk, kemudian dikecupnya bahu Jasmine dan membuat gadis itu terkejut


Cup!


"Kakak mau bicara serius boleh?" ucap Rangga saat keduanya saling menatap dari pantulan cermin


"Bo,,leh" Jawab Jasmine


Lalu Rangga berdiri, dan menarik pelan tangan Jasmine. Gadis itu di ajak duduk di tepian kasur dan kini keduanya saling berhadapan, tapi lagi lagi Jasmine hanya menunduk


"Tatap kakak" ucap Rangga dengan mengangkat dagu Jasmine dan membuat gadis itu mendongak menatap Rangga yang saat itu juga menatapnya


"Maluu kak,," ucap Jasmine dengan suara lirih


Rangga tersenyum lagi, dia sebenarnya juga sangat gugup tapi dia lebih pandai menyembunyikan rasa gugupnya dibanding Jasmine yang sama sekali tidak bisa menyembunyikan rasa gugup itu. Kemudian Di genggam lah kedua tangan Jasmine dan Rangga menatap gadis cantik itu dengan penuh cinta.


"Apa kamu bahagia dengan pernikahan ini?" tanya Rangga


Jasmine mengangguk, gadis itu juga merasa bahagia, sangat bahagia


"Kakak juga sangat bahagia,," ucap Rangga


Keduanya lalu tersenyum lagi


"Kakak sudah bicarakan soal ini sama orang tua kita, setelah menikah, untuk sementara waktu kita akan tinggal di apartemen papa. Nanti kalau kita punya rejeki, kita beli rumah sendiri. Kakak akan cari kerja untuk nafkahin kamu" ucap Rangga


"Kenapa tidak setelah lulus saja cari kerjanya? sekarang kakak fokus dulu sama ujian sekolah? mau pake apa cari kerjanya, kan belum punya ijasah?" tanya Jasmine


Rangga tersenyum lagi, ada benarnya kata Jasmine, mereka sebentar lagi ujian sekolah dan Rangga juga belum ada ijasah. Tapi dia memiliki tanggung jawab besar sebagai seorang suami yang harus memberi nafkah istrinya. Rangga tidak mau berpangku tangan kepada orang tuanya, dia harus bekerja keras.


"Ada benarnya juga karena belum ada ijasah, mungkin bisa di coba untuk buka usaha kecil kecilan saja nanti" ucap Rangga,


Suasana sudah lebih mencair karena Jasmine sudah mau banyak bicara tidak diam saja seperti tadi

__ADS_1


"Buka usaha apa kak?" tanya Jasmine dengan antusias


"Emm,, belum yakin sih tapi udah kepikiran mau buka usaha makanan" jawab Rangga


"Makanan? " tanya Jasmine langsung ketar ketir, karena jujur saja gadis itu belum lihai memasak


"Iya, kakak kepikiran mau jualan bubur sehat" ucap Rangga


"Idenya bagus, tapi,,, siapa yang masak?" tanya Jasmine


"Kakak, nanti kakak coba buat bubur resep dari Oma" jawab Rangga


"Memangnya Kakak bisa masak ?" tanya Jasmine


"Bisa dong, cuma buat kue saja yang gak bisa" jawab Rangga


"Oh iya????"


"Iyaaahhh"


Tangan Rangga mulai tidak bisa diam, tadi setelah memainkan rambut Jasmine, kini beralih menyentuh pipinya sambil bercerita. Jasmine tidak menolak, gadis itu malah fokus pada obrolan mereka. Rangga terus mengajak istrinya itu bercerita, hingga tanpa sadar jarak keduanya kini sangatlah dekat


Jasmine mengangguk, sekarang dia istri Rangga, jadi apapun yang katakan suaminya dia harus menurut selama itu benar. Itulah pesan yang di sampaikan bundanya kepada Jasmine.


Rangga semakin mengikis jarak hingga sampai pada bibir semanis Cherry itu lalu di kecup.


Cup!


Jasmine terdiam, sesaat kemudian dia merasa bibirnya di sesap bergantian. Sesapan itu sangat lembut, hingga membuat Jasmine perlahan ikut membalas. Keduanya saling memejamkan mata saat meresapi pertukaran rasa yang membuat jantung semakin berdebar saja.


Rangga menggigit gigit manja bibir belah cantik itu hingga yang empunya membuka akses untuknya semakin masuk kedalam dan menjelajah rasa baru yang lebih nikmat.


Tanpa Jasmine sadari, dia kini sudah berbaring diatas tempat tidurnya, dengan pasrahnya menerima sentuhan hangat yang menghanyutkan.


Setelah merasa puas, Rangga melepaskan bibir manis Jasmine dan menatap istrinya yang perlahan membuka mata, Rangga tersenyum saat mengusap bibir basah itu terlihat sedikit ada perubahan dari semula.


"Bakal jadi pecandu berat ini,," ucapnya kemudian mengecup bibir itu lagi sekilas.


Jasmine tersenyum kecil, terlihat wajahnya sangat merah, baru tadi dia merasakan manisnya cinta yang Rangga berikan, gadis itu sudah di kecup lagi

__ADS_1


"Emm,, kakak gak pengen,,," ucapnya menggantung karena lagi lagi mendapat serangan di bibirnya yang terasa kebas karena terus di sesap


"Pengen apa Jasmine???" Tanya Rangga dengan menyeringai


Jasmine mengigit bibir bawahnya, di tatap mesum nyatanya membuat jantungnya serasa akan meledak


"Pengen, tapi kakak masih cukup bisa menahan. Cuma gak bisa nahan buat,,, cium kamu" ucapnya dan detik selanjutnya Rangga sudah kembali menyesap cherry kesayangannya.


Rangga tidak ingin tergesa gesa menyatu dengan Jasmine, meski itu bisa saja dia lakukan dan dia juga pria normal, tapi niat Rangga untuk menikahi gadis itu bukan mengedepankan naffsunya tapi benar benar karena besar rasa cintanya. Rangga yakin, jika saatnya telah tiba, keduanya sudah benar benar siap.


Malam itu tidak ada aktivitas penyatuan layaknya pengantin baru , karena sepasang suami istri itu memilih langsung tidur dengan saling memeluk.


Hingga pagi datang, Jasmine bangun lebih dulu. Pertama kali membuka mata, wajah suaminya sudah terpampang nyata. Jasmine tersenyum lagi, rasanya gadis itu masih tidak percaya jika dia sudah menjadi istri, apalagi istri dari lelaki yang selama ini diam diam dia cintai.


Cup!


Jasmine terkejut saat tiba tiba bibirnya di kecup dan pelakunya berpura pura kembali tidur.


"Kakak!!" ucap Jasmine lalu memukul ringan dadaa Rangga


"Iihhhh cium cium terusss!" protesnya padahal dia juga suka


Rangga terkekeh, lalu perlahan membuka matanya, pagi hari seperti ini sudah melihat wajah Jasmine memerah sungguh membuat Rangga gemas saja.


"Selamat pagi istri ku,,," sapa nya dan Jasmine langsung tersipu. Wajahnya langsung di sembunyikan di balik selimut. Kemudian Rangga menarik Jasmine dan dipeluknya seperti guling. Tak lama terdengar tawa Jasmine karena tangan Rangga malah menggelitik pinggang dan perutnya


"Hahahaha,,,, Ampunn,,,,,,, kak,, hahahaa,,, ampunnnn,,,!"


.


.


.


.


Kalian bedua enaknya dikirim ke planet lain aja, bikin ngiri jomblo tau gak! 🥴


Meresahkan!😒

__ADS_1


__ADS_2