
Jasmine malah menatap Rangga yang tadi bilang ingin menyuapi gadis itu, sedangkan Rangga malah tersenyum saja saat di tatap memicing oleh gadis nya. Lalu Rangga menggulung spaghetti dan menyodorkan di depan mulut Jasmine
"Ayo buka mulut, aaaa" ucap Rangga membuka mulutnya agar diikuti oleh Jasmine,
"Ayoo buka, atau mau kakak suapin pake mulut?" ucap Rangga menatap Jasmine tak gentar meski gadis itu makin memicing.
"Aku bisa makan sendiri!" cetusnya saat melihat Rangga senyum senyum, namun gadis itu tetap membuka mulut karena makanan itu sudah menyentuh bibirnya.
"Enak kan? apalagi kalau di suapi orang tersayang!" kekeh Rangga sedang Jasmine hampir tersedak karena ucapan Rangga. Tanpa rasa bersalah, Kemudian Rangga berganti menyuapi dirinya sendiri dengan makanan yang sama dan sontak Jasmine membulat.
"Kakak! itu kan bekas sendokku! ambil sendok sendiri ih!" cicit Jasmine sambil menghabiskan spaghetti di dalam mulutnya
"Memangnya kenapa?" tanya Rangga santai saja, pemuda itu tetap melanjutkan makannya, dan kembali menyuapi Jasmine
"Makan dulu baru kita bicara" ucap Rangga.
Jasmine mencibik tapi tetap membuka mulutnya. Gadis itu diam, mengunyah sampai menelan lagi makannyanya.
"Apa kakak gak ngerti?!" tanya Jasmine setengah berbisik
"Enggak" Jawab Rangga
"Itu sama aja kita ciuman kak!" ucap Jasmine bisik bisik karena takut mengganggu penumpang lain yang sedang tidur
"Ya gak papa, toh kita juga sudah pernah ciu......!" jawab Rangga namun terpotong karena Jasmine membekap mulut pemuda itu.
"Apa sihh?? kok mulut ku di tutup tutup? jadi kotor kan tanganmu kena saus!" ucap Rangga lalu meraih tissue dan mengelap telapak tangan Jasmine.
Gadis itu benar benar dibuat menganga dengan apa yang dilakukan Rangga untuknya. Rasanya jantung Jasmine sudah jedar jeder sejak tadi.
"Udah jangan natap aku kayak gitu, aku tau kamu itu juga sayang kan sama aku!" kekeh Rangga membuat Jasmine tersadar dari lamunannya.
"Apa sih!" jawab Gadis itu mengelak.
__ADS_1
Daripada terus terusan di suapi Rangga membuat jantungnya tak aman, Jasmine meraih sendok sendiri lalu memakan makanan yang ada di meja. Rangga hanya tersenyum saja saat melihat wajah Jasmine yang sepertinya setengah kesal padanya.
Setelah menempuh perjalanan berjam jam, akhirnya Rangga dan Jasmine sampai juga di Bandar udara Haneda di Tokyo. Setelah keluar dari bandara mereka berdua bersama pak Edward menuju penginapan yang sudah di pesan sebelumnya oleh pihak sekolah. Tidak membutuhkan waktu yang lama, mereka sampai di penginapan. Mereka sudah memesan 3 kamar yang berbeda, begitu masuk ke dalam kamarnya, Jasmine langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur. Setelah berjam jam berada di udara, akhirnya dia bisa menemukan kasur yang empuk.
Klek
Baru saja memejamkan mata, jasmine terkejut saat mendengar seperti handle pintu di tekan, dia melihat ke arah pintu tapi perasaan pintu kamarnya sudah di tutup.
Jasmine terkaget saat dinding kotak kotak itu sudah bergerak dan Rangga menyembulkan kepalanya dari sana
"Hai" ucap Rangga dengan tersenyum
"Kak Rangga!" Sontak Jasmine langsung duduk saat Rangga menggeser dinding itu dan masuk kedalam kamar Jasmine
"Kakak, kok bisa,, itu dinding di geser?!" tanya Jasmine bingung bingung
"Memang bisa, ini bisa di buka dan di gabung jadi satu" jawab Rangga lalu duduk di dekat Jasmine.
"Apa tidak bisa di kunci?" tanya Jasmine
"Bisa,,, kenapa takut gitu?" tanya Rangga tersenyum saat melihat wajah Jasmine mendadak tegang
"Soalnya kakak tiba tiba muncul! gimana kalau aku habis mandi tadi?! gak sopan tau masuk masuk ke kamar cewek! nanti kalau pak Edward tau dan kita di laporin sama orang tuan kita gimana?!" ucap Jasmine
"Gak lah, kita gak ngapa ngapain juga! mau gak berendam di pemandian air panas? ada di penginapan ini" ucap Rangga
"Memang ada?" tanya Jasmine
"Ada lah,, " jawab Rangga
"Tapi,,, kan kalau mandi,,," ucap Jasmine ragu ragu
"Pakai pakaian tertutup saja, jangan berfikir macem macem" ucap Rangga seolah tau apa yang ada didalam pikiran Jasmine.
__ADS_1
Jasmine mengangguk, dan Rangga tersenyum
Lalu Jasmine mengambil pakaian ganti dan setelah itu ikut Rangga ke pemandian air panas. Pengunjung di penginapan itu cukup banyak, tapi tempat pemandian air panas itu sangat sepi, apa yang menginap tidak ada yang ke pemandian air panas? tanpa Jasmine tau, jika Rangga sudah menyewa tempat itu, jadi hanya akan ada mereka berdua.
"Ayo turun" ucap Rangga yang sudah lebih dulu turun ke dalam air.
Jasmine masih ragu ragu, tapi yahhhh,, gadis itu ikut turun juga dengan di gandeng tangannya oleh Rangga.
"Kok sepi ya kak?" tanya Jasmine dengan wajah polosnya
"Mungkin orang orang pada tidur" jawab Rangga asal saja
"Ohh iya kali ya,," ucap Jasmine lalu duduk berdekatan dengan Rangga.
"Bagaimana? nyaman kan?" tanya Rangga dan Jasmine mengangguk. Untung saja pakaian Jasmine gelap, jadi tidak akan nampak bayang bayang tubuhnya, tapi tetap saja, otak mesyuum Rangga tetap berjalan, namanya juga lelaki normal.
Sementara itu, Pak Edward baru saja keluar dari kamarnya, karena menghubungi Rangga atau Jasmine tidak di angkat jadi pak guru itu bingung mencari keberadaan kedua muridnya.
"Kemana sih mereka berdua ini?!"
.
.
.
.
Pak, mereka ada di pemandian air panas! cek deh pak, siapa tau mereka berbuat mesyum pak! terus laporin sama orang tua mereka biar mereka berdua di kawinin 😌
ilustrasi pemandian air panasnya gaesssssss, widihh jadi pengen ikut nyemplung deh 🤣
__ADS_1