
Hari berikutnya,,,
Rangga dan Jasmine susah bersiap untuk ke sekolah dengan membawakan pesanan bubur sehat RAJA. Para pelayan di rumah keluarga Dermawan pun juga sudah di jemput kembali ke rumah besar disana setelah semalam mereka menginap di apartemen dan paginya mereka membatu Rangga dan Jasmine untuk memasak bubur.
Sekarang pun bubur Ayam Raja juga sudah di beri merk dagang sendiri, dan juga pemasarannya di urus sendiri oleh Jasmine dan Rangga.
"Semua sudah siap?" tanya Rangga
"Sudah kak,,," jawab Jasmine
Kemudian mereka masuk kedalam mobil dan akan segera berangkat ke sekolah. Terlihat Rangga sedang senyum senyum sendiri
"Kenapa senyum senyum begitu?" tanya Jasmine saat memperhatikan suaminya itu sedang tersenyum
"Gak papa, Kamu cantik" Jawab Rangga kemudian menjawil dagu istrinya
"Ck! bohong! pasti mikir mesum kan?!" ucap Jasmine
"Kok tau?! bisa baca pikiran yah?" kekeh Rangga, senang sekali menggoda istrinya.
Jasmine melengos ke arah lain, kemudian gadis itu menghela nafas kasar. Mengingat kembali pertengkarannya tadi pagi dengan Rangga karena suaminya itu tidak mau berhenti menjajah dirinya padahal mereka harus menyiapkan jualan mereka dan berangkat ke sekolah.
"Udah sihh jangan marah, gak bisa cium kalau lagi nyetir gini" ucap Rangga sambil mengusap usap kepala istrinya
"Siapa juga yang minta cium!" jawab Jasmine dengan nada ketus
"La itu,, bibirnya di monyongin gitu, berarti minta di cium lah!" kekeh Rangga
"Gak puass yang tadi pagi ?!" tanya Jasmine
"Enggak! mana ada kata puas, yang ada bikin nagih!" jawab Rangga
Tidak ingin berdebat lagi, Jasmine memilih untuk diam, menjawab lagi percuma karena Jasmine akan tetap kalah bicara jika sudah berlawanan dengan Rangga. Sedangkan Rangga, begitu senang menggoda istrinya dan itu sudah menjadi hobby barunya.
"Tunggu kita libur sekolah !" ucap Rangga dengan tersenyum penuh seringai
"Memangnya mau apa?" jawab Jasmine tanpa melihat suaminya
"Buka puasa!" Jawab Rangga dan Jasmine langsung menoleh dan menatapnya.
Glek!
Di tempat lain,
Gerry sudah sampai di depan rumah Ayu. Kemarin saat mengantar Ayu pulang, Gerry tidak bertemu mama dan papanya Ayu karena mereka masih berada di rumah Neneknya.
Dengan menyiapkan mentalnya sekuat kuatnya, Gerry turun dari motor dan berjalan menuju pintu masuk yang sudah terbuka.
Tok
Tok
__ADS_1
"Assalamualaikum" ucap Gerry dengan jantung dag dig dug tak karuan
"Wa'alaikumsalam" Terdengar suara Barito dari samping rumah dan Gerry langsung terjingkat kaget
Gerry melihat papa Ayu yang sudah berseragam polisi berwajah sangar itu sedang mengeluarkan burung peliharaannya.
"Se,,lamat pagi Om" ucap Gerry dengan wajah tegang
"Pagi, cari siapa?!" tanya papa Ayu dengan ekspresi masih sangar dan tatapan tajam
"A,,yu Om, saya,, mau jemput Ayu ke sekolah" jawab Gerry dengan suara bergetar
"Memangnya kamu tukang ojek?!" tanya papa Ayu
"Bu,,kan Om, saya,, temannya Ayu,, saya,," ucapan Gerry tergantung saat Ayu keluar dari rumah dengan pakaian seragam lengkap
"Udah sampai,,?" tanya Ayu melihat Gerry yang sudah berwajah pucat
"Iya,, baru saja" jawab Gerry
"Pa,, Ayu berangkat ya, sarapannya sudah ayu siapin di meja" ucap Ayu kemudian menghampiri papanya dan berpamitan
"Siapa?" tanya papa Ayu
"Temen pa,," Jawab Ayu
"Hem" sahutnya
Setelah Ayu pamit, Gadis itu mengajak Gerry untuk pergi.
"Ya" sahut papa Ayu
Kemudian Gerry dan Ayu pergi meninggalkan rumah setelah berpamitan.
"Kirain gak jadi jemput" ucap Ayu
"Jadi lah, kan udah janji. Oh iya aku gak lihat mama kamu" tanya Gerry
"Mama sudah meninggal setahun lalu karena kecelakaan pesawat" jawab Ayu
Deg!
Gerry langsung terdiam
"Maaf aku gak tau,, aku turut berduka cita yu" ucap Gerry kemudian
.........
Rangga dan Jasmine baru saja sampai di sekolah, kemudian keduanya membawa plastik berisi bubur bubur pesanan tema temannya ke kelas. Semua sudah di tulis dengan nama masing masing yang sudah memesan kemarin, dan mereka tinggal membagikan dan mengambil uangnya.
"Jasmine,,"
__ADS_1
Rangga dan Jasmine melihat Gerry dan Ayu yang berjalan bersama menuju ke arah mereka
" Ayu,,"
"Kalian berangkat bareng?!" tanya Rangga pura pura tidak tau, padahal semalam Gerry sudah mengatakan kepadanya jika dia akan menjemput Ayu
"Emm,,, sini aku bantu bawakan!" jawab Ayu mengalihkan pembicaraan
Lalu Ayu mengambil plastik berisi bubur juga dan begitu juga dengan Gerry.
"Cieeee,, udah jadian belum?" kekeh Jasmine
"Bisa diem gak sih?!" sungut Ayu
"Hihihihi" Jasmine malah cekikikan.
Kemudian mereka menuju ke kelas dan membagikan pesanan.
Satu persatu bubur sudah di ambil oleh siswa dan siswi yang sudah memesan, semua yang sudah pesan membayar bubur mereka kepada Jasmine, setelah itu mereka menikmati bubur itu di bangku mereka masing masing.
"Nanti yang mau pesan lagi buat besok, bisa langsung order lagi " ucap Rangga
"Oke!"
Terlihat banyak yang puas dengan Rasa bubur sehat itu, semua toping sesuai dengan pesanan mereka masing masing. Dan mulai ada juga yang sudah memesan lagi untuk sarapan besok pagi.
Sementara itu, di kantin
Suasana di kantin terlihat lebih sepi dari biasanya. Padahal jam masuk juga masih lama, tapi para siswa dan siswi tidak banyak yang pergi ke kantin.
"Tumben ya pagi ini sepi,," ucap salah satu pedagang di kantin sekolah
"Iya, biasanya. Jam segini mah udah rame..." sahut pedagang lain sambil melihat jam di tangannya
"Mungkin mereka udah bawa bekal sendiri dari rumah"
"Iya, Bisa jadi,, kan ini belum libur,,,"
"Eh beneran enak loh, buburnya kak Rangga. Besok aku mau order lah, kamu mau juga gak?!"
"Mau lah, aku juga mau, besok pengen di kasih toping telur rebus aja lah, sama ayah . Segitu cuma 17ribu, murah bangetttt!"
Terdengar jelas di telinga para pedagang di kantin sekolah, apa yang sedang di bicarakan oleh dua siswi yang baru saja lewat di depan matanya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Di tempatku mah cuma 10ribu pake telur+ayam suir 😌