
John berjalan menuju meja yang di mana menjadi tempat Agatha dan juga Robert dengan terus menggenggam tangan Laura dengan cukup erat. Jantungnya berdebar lebih kencang dari biasanya karena ia bersentuhan langsung dengan lawan jenis selain Agatha ataupun kakak-kakaknya. John terus berusaha menutupi dirinya yang sebenarnya sedang gugup karena Laura, dan John tidak ingin Laura mengetahui akan hal itu.
Agatha dan Robert tersenyum melihat John yang mengenggam tangan Laura dan mempersilahkan Laura untuk duduk disebelahnya. John berharap besar pada Laura untuk keberhasilan rencananya ini, John menganggap jika hidupnya kini bergantung pada Laura. Jika wanita itu gagal dalam rencana yang telah dibuat oleh John maka hidup John akan berakhir dengan perjodohan yang ditentukan oleh Agatha.
Laura tersenyum dengan sangat ramah pada Agatha dan juga Robert, bagaimana pun ia harus bersikap seolah dirinya benar kekasih John, pria yang membayarnya mahal untuk menjadi kekasih pura-pura pria itu. Laura merasa cukup senang karena keluarga John ini menerima dan menyambutnya dengan sangat baik dan ramah.
"Kau yang bernama Laura?" Tanya Agatha membuka pembicaraan di sela keheningan yang terjadi diantara mereka.
__ADS_1
Laura hanya mengangguk pelan dan tersenyum dengan sangat ramah, jujur saja ia merasa sangat gugup saat berhadapan dengan Agatha dan juga Robert. Laura berpikir jika keluarga John bukanlah orang yang sembarangan, mereka terlihat seperti orang yang sangat kaya dan berkualitas tinggi. Terlihat dari penampilan mereka yang terlihat menggunakan pakaian yang sangat mahal.
"Senang bertenu denganmu Laura," Ucap Robert sambil tersenyum menatap Laura dan juga John secara bergantian.
Laura sudah bisa mengendalikan perasaannya menjadi sedikit lebih tenang, bagaimana pun ia harus bekerja profesional karena John sudah bersedia membayarnya dengan harga yang sangat tinggi. Jadi Laura berpikir bahwa ia tidak boleh sampai mengecewakan pria yang bernama John itu.
"Bagaimana enak? Ini restoran yang menjadi tempat favorit di keluarga kami," Ucap Agatha masih sibuk dengan hidangan yang berada didepannya.
__ADS_1
Laura hanya tersenyum dan mengangguk pelan sambil menikmati hidangan itu juga, sesekali ia menatap kearah John yang tak bisa berhenti tersenyum karena melihat kedekatan antara dirinya dan juga Agatha. Laura menjadi percaya diri dan berpikir bahwa John cukup puas dengan kinerjanya yang bekerja sebagai kekasih pura-pura pria itu.
"Oh ya aku ingin bertanya padamu Laura," Ucap Robert dan berhasil membuat Laura batuk dan langsung mengambil segelas air dan meneguknya dengan cepat. Laura merasa sangat gugup saat Robert mengatakan hal itu.
"A..ada apa?" Tanya Laura dengan sedikit gugup.
"Pekerjaanmu itu apa? Dan pekerjaan orang tua mu apa? Maaf aku tidak bermaksud untuk menyinggung, hanya saja aku ingin lebih mengenal kau karena pasti suatu saat nanti kau akan menjadi istri dari anakku yang bernama John ini," Ucap Robert sambil menatap manik mata berwarna cokelat karamel milik Laura dengan sangat serius.
__ADS_1
Laura menghela nafasnya dengan sedikit kasar, ia tersenyum karena aktingnya sebagai kekasih pura-pura John akan segera dimulai. Dan Laura sangat percaya diri jika ia bisa berhasil dengan rencana yang telah dibuat olehnya dan juga oleh John.