
Hari mulai menggelap dan Laura seperti berat untuk pulang dan meninggalkan keluarga John yang terlihat sangat baik padanya. Laura melirik John yang mulai berdiri seperti memberi tanda bahwa pria itu akan segera mengantarkan Laura pulang. Dan dengan sangat ramah Laura pun berpamitan kepada keluarga John yang masih betah berada di taman belakang rumah mewah itu.
"Sepertinya sudah sangat malam, dan aku pamit pulang," Ucap Laura dengan senyuman yang terlihat sangat manis dan disambut oleh pelukan Agatha yang terlihat tidak ikhlas dengan kepergian Laura.
John menghela nafas melihat perlakuan Agatha terhadap Laura, "Nek ayolah Laura hanya pulang saja. Nanti kau bisa bertemu lagi dengannya," Ucap John yang terdengar sangat malas.
"Baiklah berhati-hatilah saat mengantarkan cucuku pulang John," Ucap Agatha sambil melepaskan pelukannya pada Laura.
John hanya menatap malas Agatha, bukankah yang cucunya adalah dia? Tapi kenapa Agatha terlihat lebih menyayangi Laura dibandingkan cucunya sendiri. Dengan cepat John menarik tangan Laura dan segera membawanya keluar rumah, karena John sangat tidak suka dengan orang yang lama.
Suasana dimobil kali ini cukup hening, tidak ada satu pun diantara John dan juga Laura yang saling berbicara. John yang sibuk dengan setir sedangkan Laura yang sibuk dengan memandangi suasana malam kota London yang selalu menjadi hal favorit untuknya.
Tidak butuh waktu yang lama akhirnya mobil mewah milik John berhenti tepat didepan apartment Laura, dan membuat Laura bersiap untuk segera turun dari mobil itu.
"Keluargamu sangat baik padaku. Apa kau tidak merasa bersalah karena sudah membohongi mereka John?" Tanya Laura dengan memberikan tatapan yang sangat serius pada John, dan membuat pria itu hanya terdiam tanpa menjawab sedikit pun pertanyaan dari Laura.
"Baiklah jangan lupa dengan bayaranku," Lanjut Laura dan tersenyum seakan sedang menggoda John agar pria itu tidak terlalu dingin dan ketus padanya.
__ADS_1
Laura sangat terkejut saat John menarik wajahnya tiba-tiba dan mencium bibirnya dengan cukup lama. Laura hanya terdiam dan menatap John yang kini sedang memejamkan matanya.
"Itu sebagai bayaranmu," Ucap John kembali menatap kearah depan tanpa melihat Laura sedikit pun.
Laura memegang bibirnya sekilas karena masih tidak percaya dengan apa yang telah dilakukan oleh pria tampan yang berada disampingnya itu. Dan itu adalah pertama kalinya ada seorang pria yang berani mencium bibirnya, dan dalam hati Laura mengutuki dirinya karena saat John menciumnya ia hanya diam dan tidak berontak sama sekali.
Laura menatap tajam John, "Dasar pria mesum!" Ucap Laura yang kali ini terdengar sangat kesal dengan apa yang telah dilakukan oleh John.
"Kau beruntung karena kau adalah wanita pertama yang ku cium. Kau harusnya bahagia bukan?" Ucap John sambil tertawa dengan cukup keras dan membuat Laura semakin kesal dan segera keluar dari mobil John.
John hanya tertawa melihat Laura yang terlihat sangat salah tingkah dan wajah cantiknya yang memerah. John memastikan jika Laura sudah masuk dan setelah itu baru ia pergi untuk segera pulang ke rumahnya.
***
Laura melemparkan tas mewahnya ke ranjang, dan segera membersihkan tubuhnya karena ia merasa sudah sangat tidak karuan. Laura sangat mengutamakan kecantikannya, jadi walaupun ia hanya berdiam diri di apartment ia tetap akan merawat wajahnya agar tidak terlihat jelek.
Setelah selesai membersihkan tubuhnya, kini Laura terlihat sangat segar dengan rambut yang masih basah itu. Ia mengenakan sebuah piyama berwarna putih dan segera berjalan keluar menuju balkon kamarnya.
__ADS_1
Malam ini Laura merasa cukup bahagia karena bisa kembali bertemu dengan keluarganya John yang begitu baik kepadanya. Ditambah bisa bertemu dengan kakaknya John yang bernama Angel, Laura sangat mengagumi seorang Angel karena wanita itu terlihat sangat cantik, ramah dan juga seperti tulus saat berbicara dengannya.
Berbeda dengan kehidupannya bersama dengan kakaknya sendiri yang selalu terlihat tidak peduli satu sama lain. Dengan Angel Laura merasa sangat dihargai dan juga disayangi layaknya seperti seorang kakak sendiri. Dan hal itu yang tidak pernah ia rasakan saat bersama dengan kakak kandungnya sendiri, karena kakaknya selalu sibuk bekerja dan tidak mempunyai banyak waktu untuk Laura. Jadi Laura merasa sangat bersyukur karena diperkenalkan dengan orang-orang sebaik keluarga John.
Laura pun berpikir bahwa John harusnya merasa bahagia dikelilingi oleh orang-orang baik dan terlihat seperti menyayangi John. Tapi pria itu malah membohongi mereka dengan berpura-pura mempunyai seorang kekasih agar neneknya berhenti untuk menjodohkannya. Laura pikir jika ia menjadi John ia akan sangat menghargai apa yang telah diusahakan oleh neneknya itu ditambah lagi neneknya itu adalah orang yang sangat baik dan tidak mungkin untuk Laura menyakiti neneknya itu.
Laura merasa sangat tidak enak jika suatu waktu neneknya John dan keluarganya mengetahui bahwa dirinya dan John hanyalah berpura-pura menjadi sepasang kekasih. Mungkinkah mereka akan membenci Laura sedangkan itu hanyalah permainan yang telah direncanakan oleh cucunya sendiri? Laura menghela nafas sejenak dan seperti tidak sanggup untuk membayangkan hal itu terjadi.
"Pria aneh! Harusnya dia bahagia, neneknya berniat menjodohkannya sudah pasti untuk kebaikan dia tapi dia tega membohongi neneknya dengan berpura-pura menjadikanku sebagai kekasihnya!" Ucap Laura yang terdengar cukup kesal karena John.
Laura bangkit dari duduknya dan berniat untuk segera masuk ke dalam kamar, ia tidak mau terlalu jauh berpikir tentang John ataupun keluarganya karena di sini Ia hanya berperan sebagai kekasih pura-puranya dan tidak lebih dari itu.
***
John membaringkan tubuhnya di atas ranjang empuk yang berada di kamarnya, malam ini ia merasa sangat lelah padahal sebenarnya Ia hanya duduk dan mengobrol dengan Laura dan juga keluarganya. John berpikir bahwa keluarganya sangat menyukai Laura dan iya berpikir bahwa rencananya itu berhasil dan pastinya Agatha akan berhenti menjodohkannya dengan wanita pilihannya.
Tapi di satu sisi John juga merasa takut dan khawatir jika pada akhirnya rencana yang telah Ia buat itu akan menjadi bumerang untuk kedepannya . John khawatir jika nanti keluarganya mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pasti mereka akan marah besar dan merasa sangat dibohongi olehnya.
__ADS_1
John mengacak rambutnya dengan kasar dan kini ia terlihat sangat frustasi dengan permainan yang telah Ia buat sendiri, keluarganya sudah sering kali menanyakan kapan ia dan Laura akan menikah. Lagi-lagi John merasa perasaannya mulai tidak enak tapi John mencoba untuk menepis pikiran itu dan kembali berpikir untuk melanjutkan rencana yang telah Ia buat bersama dengan Laura.