Menolak Perjodohan

Menolak Perjodohan
Bab 79


__ADS_3

Rangga dan Jasmine sudah sampai di apartemen. Jasmine membiarkan Rangga yang sejak sampai tadi memeluknya dengan erat. Gadis itu juga tidak hanya diam, dia mengusap punggung suaminya sebagai tanda jika dia akan selalu ada untuk nya dalam kondisi apapun.


Saat sedang begitu, ponsel Rangga bergetar, lalu pemuda itu melerai pelukan dan mengambil ponselnya di saku jas sekolahnya, ternyata mama Zara yang menelfon. Lalu Rangga mengangkat telfon mama dan berbincang dengan mama


"Kamu sama Jasmine kerumah sekarang ya, ada hal penting yang mau papa bicarakan" ucap mama Zara


"Iya ma, kami ganti baju dulu baru kesana" jawab Rangga


"Iya, kami tunggu ya" ucap mama


"Iya" Jawab Rangga


Setelah berbincang bersama mamanya, Rangga mematikan ponselnya dan mengajak Jasmine untuk berganti pakaian. Setelah itu keduanya bersiap untuk ke rumah keluarga Dermawan.


"Kira kira ada apa ya kak?" tanya Jasmine


"Gak tau juga, mungkin soal jualan" jawab Rangga


Kemudian keduanya masuk kedalam mobil dan menuju ke rumah opanya.


Sementara itu, Gerry dan Ayu baru saja sampai di rumah Ayu. Gerry mengantarkan Ayu pulang sampai di depan rumah,


"Mau mampir dulu gak? tadi katanya haus" ucap Ayu


Gerry sebenarnya hanya alasan saja bilang haus, tapi ternyata Ayu menanggapinya serius


"Boleh kalau gak repotin kamu" ucap Gerry


"Gak lah, mau minum apa?" tanya Ayu


"Air putih aja yu,," jawab Gerry


"Oke,, tunggu di situ ya, aku ambl ke dalam dulu" ucap Ayu dan Gerry mengangguk


Lalu Gerry duduk di kursi yang ada di depan rumah Ayu, sedangkan Ayu masuk kedalam rumah untuk mengambilkan air minum untuk Gerry. Tak lama Ayu sudah keluar dengan membawa air minum untuk Gerry.

__ADS_1


"Papa mu belum pulang?" tanya Gerry


"Belum, biasanya sore baru pulang" jawab Ayu


"Jadi sendirian dirumah?" tanya Gerry


"Iya, kadang ada pak Najib sama istrinya yang bersih bersih dirumah. Tapi sekarang mereka lagi mudik, cucunya khitan" jawab Ayu


"Ooohhh,,,"


Saat sedang berbincang, terlihat mobil papa Ayu baru saja berhenti di depan rumah. Gerry dan Ayu melihat itu, lalu keluar lah Papa Ayu bersama seorang wanita. Jelas Ayu tau siapa wanita yang di ajak papa nya itu


"Tante Mita?!" Ucap Gerry kaget


"Kamu kenal?" tanya Ayu


"Di,, tanteku" jawab Gerry


"Gerry?" Mita kaget saat melihat Gerry ada di rumah itu


"Dia keponakanku mas" jawab Mita.


Ayu yang melihat papanya datang bersama Mita langsung masuk kedalam rumah dengan berwajah kesal.


Di kantor polisi,,,,,


Chika yang sudah menginap beberapa hari di penjara uring uringan saat papa dan mamanya datang menjenguk. Bagaimana tidak uring uringan? sedang gadis itu harus merasakan mendekam di penjara dan sampai saat ini papa nya belum juga mengirimkan pengacara yang handal untuk membebaskannya.


"Aku sudah gak betah pa tinggal disini! papa kira enak tinggal disini?!" ucap Chika dengan meledak ledak


"Iya sayang,, maafkan papa, tapi,, papa belum bisa mendapatkan pengacara yang handal untuk membebaskan kamu" jawab papa Chika


"Kan papa tinggal bayar pengacara kondang itu pa!" ucap Chika


"Tidak semudah itu Chika,," ucap mama

__ADS_1


"Apa yang tidak mudah ma? kita tinggal bayar dia" ucap Chika


"Masalahnya,,, perusahaan kita,, sudah di akuisisi oleh papanya Rangga" jawab mama


"Apa??" Chika kaget dengan mulut menganga


"Tidak! itu tidak mungkin ma!" ucap Chika dengan rasa tidak percaya


"Itu benar Chika, perusahaan papa hampir kolaps, dan saham di perusahaan papa ternyata di beli oleh papa Rangga. Papa tidak bisa berbuat banyak sekarang. Hutang cicilan mama mu juga masih banyak, jadi,, papa minta kamu bersabar yah,,, papa akan coba cari cara untuk mengeluarkan kamu dari sini" ucap papa Chika


Chika tergugu sambil menangis, tapi juga masih berfikir jika semua ini terjadi karena Jasmine. Karena gadis itu dia menderita begini,


"Pa,, tolong Chika sekali ini pa,, tolong keluarkan chika dari sini. Setelah Chika keluar, Chika akan menjerat Rangga! Setalah Chika berhasil menjerat Rangga, Chika akan kembalikan saham perusahaan papa .."


"Caranya bagaimana?" tanya mama


"Aku sudah pikirkan ma, yang penting aku keluar dulu. Tidak masalah kan kita keluarkan uang lagi untuk membayar pengacara handal itu, dan setelah itu aku akan jalankan rencanaku, aku akan buat Rangga nikahin aku! dengan begitu akan lebih mudah untuk mengambil lagi saham papa dan aku juga akan menguras hartanya" ucap Chika


"Tapi tidak akan mudah karena kita akan berhadapan dengan papanya" ucap pak Andra


" Aku akan bermain dengan hati hati pa, aku janji!"


.


.


.


.


.


.


Tobat to Chiki😪

__ADS_1


__ADS_2